
Garviil menunggu Geffie yang yang mengatakan bahwa dia sudah akan keluar dari bandara Kevin memilih datang ke Boston untuk menemui mertuanya yang sedang mengunjungi suaminya serta adik iparnya yaitu Vicky. Geffie ternyata tidak datang sendirian melainkan dia ditemani oleh seseorang yang memang sengaja di kirim Garviil untuk istrinya agar Geffie tidak melakukan perjalanan sendirian. Garviil tidak bisa untuk membiarkan Geffie bepergian jauh sendirian apalagi jika mengingat rencana biar bisa saja hal buruk terjadi kepada Geffie.
Tidam lama Geffie memang keluar dan perempuan cantik itu berlari langsung memeluk Garviil. Dia sangat merindukan suaminya, mereka terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh lantaran kesibukan masing-masing, di mana Geffie harus berkuliah sedangkan Garviil harus mengurus perusahaannya di Boston. Mereka harus menjalani hubungan ini selama beberapa tahun sampai Geffie lulus nanti.
Garviil membalas pelukan istrinya dan mengusap punggung istrinya dengan lembut. "Bagaimana perjalanannya semuanya lancar kan???" tanya Garviil.
"Iya sangat lancar."
"Oke kita segera pulang." Garviil melepas pelukannya lalu mengarahkan pandangannya ke perempuan yang ada di belakang istrinya perempuan yang memang dia tugaskan untuk mengawal Geffie dari Washington DC ke Boston. Garviil menyuruh perempuan bernama Elena itu memasukkan koper istrinya ke Bagasi dan mereka akan pulang.
"Yes Sir." perempuan itu kemudian membawa koper Geffie dan Garviil mengajak Geffie untuk masuk ke dalam mobil. Garviil juga membuka pintu bagasi mobilnya dan Irina memasukkan koper Geffie lalu mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan bandara.
"Bagaimana dengan Mama??? aku hari ini belum sempat menghubunginya. Tadi pagi aku sibuk bersiap-siap untuk ke sini."
"Tentu saja tidur Mama sangat nyenyak, dia kembali lagi ke rumahnya setelah sekian lama dan apa kau tahu jejak pagi tadi dia sibuk berada di kebun untuk melihat semua tanaman-tanaman yang lucu sih, tetapi begitulah Mama dan dia memanen buah dan sayur yang ang memang saat ini sudah bisa di petik."
"Oh ya????"
"Iya, memang seperti itulah Mama. kalau kau berada di sini nanti kau pasti akan banyak diajari olehnya tentang merawat tanaman, kau harus belajar dengannya."
"Wah boleh juga. Ide bagus dan tidak boleh ditolak."
"Kau tahu, aku sangat senang sekali kau bisa langsung dekat dengan Mama dan kau jadi kesayangannya Mama karena sangat sulit sekali untuk bisa mendapatkan hatinya Mama. tapi ternyata itu tidak sulit bagimu bahkan sekarang kalian berdua begitu akrab saling merindukan satu sama lain dan hal itu justru lebih dari dugaanku dan Mama bersikap berbeda sekali denganmu daripada denganku dan juga fiqih Kau benar-benar sangat luar biasa."
"Aku sangat senang bisa dekat dengan Mamamu, ya karena memang orangnya berhambel itu menyenangkan itu Mamamu itu seperti Mamaku seperti juga Mama Elea Itu Mamanya Kak Gienka. Mama yang penuh perhatian penuh kasih sayang dan bisa dengan mudah menjadi seperti sahabat sendiri mau berbagi apapun cerita mengobrol apapun tuh enak dan juga nyaman. Seperti itulah yang, kau dibutuhkan oleh para perempuan terutama menantu nya pasti tahu Kebanyakan menantu itu takut kepada mertuanya takut mertuanya galak. Aku juga Sempat berpikir seperti itu tetapi karena dari awal Mamamu sangat perhatian dan juga sayang kepadaku, rasanya Mamamu bukanlah mertua yang galak seperti kebanyakan mertua yang lainnya hehehe."
Garviil terkekeh. "Itu karena Mama bukanlah mertua dari zaman feodal seperti mertua mertua yang ada di film-film hahaha."
"Hahaha kau benar sekali."
"Oh iya sayang, rencananya minggu depan Ciara akan ke sini lagi."
Geffie menoleh ke arah suaminya yang duduk di sebelahnya. "Ciara akan ke sini lagi untuk menemui Vicky???" Tanya nya penasaran.
"Iya, juga untuk tanda tangan perjanjian kerjasama perusahaan kita, teapi kata Vicky juga dia akan datang bersama dengan kedua orang tuanya sekaligus liburan dan Mama ingin sekali bertemu dengannya. Mama sangat excited waktu kau bilang Vicky sudah punya pacar baru yaitu Ciara, jadi sejak kemarin Mama mengusulkan untuk kita makan malam bersama dengan Ciara dan juga keluarganya."
"Oh iya, aku memberitahu Mama saat Vicky baru saja jadian dengan Ciara. Tapi saat itu aku kan juga tidak tahu kalau Ciara ternyata adalah sepupu dari Bianca. Aku nadi merasa bersalah keadaannya seperti ini." Geffie menunduk sedih.
"Itu bukan salahmu sayang tapi memang itu bentuk kebahagiaanmu ketika mendengar Vicky sudah mendapatkan pacar baru jadi ya wajar kalau kau memberitahu Mama. hanya saja memang Mama orangnya seperti itu, dia juga terlalu excited dan ingin segera bertemu dengan Ciara. Kalau menurutku sebenarnya Mama lebih excited untuk bertemu Tiffany. Tapi saat ini kan Tiffany sudah tidak bersama kita lagi jadi ya mau bagaimana pilihannya hanya Ciara, so kita harus melihat akan seperti apa pertemuan nanti."
"Eh tapi Bagaimana menurutmu sikap Vicky nanti atau dia menanggapi hal itu ketika Mama ingin bertemu dengan Ciara???"
"Hmmm aku rasa Vicky biaya saja karena dia juga tidak mengatakan apa yang sekarang sedang terjadi kepada Mama dan Papa."
"Oh berarti Mama dan Papa belum tahu tentang perencanaan rencana dari Bianca???"
Geffie menganggukkan kepalanya. "Iya aku mengerti sekali. Aku akan coba bersikap untuk biasa saja juga beberapa kali Ciara sebenarnya mengirimiku pesan dan aku hanya menjawab sebenarnya saja kurasa dia memang ingin membangun keakraban lagi denganku."
"Iya. Kau harus tetap bersikap biasa saja, tetapi ingat Sayang jangan pernah menginformasikan hal apapun yang terlalu detail kepada Ciara semisal kau ada di mana atau kau sedang melakukan apa atau Bersama siapa. Karena aku rasa itu tidak perlu kau katakan kepadanya. Aku hanya tidak mau Ciara menginformasikan kepada Bianca dan itu justru bisa membuatmu dalam bahaya, apalagi kau juga jangan mengatakan alamat lengkap rumah Kak Gienka, mengobrollah saja seperlu nya dan sebenarnya aku tidak mau mengambil resiko yang besar mengenai informasi detailmu aku jauh darimu. Dan aku tidak bisa menjagamu selama 24 jam, otomatis aku harus bisa memastikan saja bahwa kau dalam keadaan yang baik-baik saja."
"Aku tahu kok. Tentu saja aku tidak akan memberikan hal yang terlalu pribadi kepada Ciara. Papa kemarin juga sudah Mengingatkan untuk agar aku bisa menjaga diri dengan baik dan tidak sembarangan bersikap dan bertutur kata, aku tahu kalian semua mengkhawatirkanku tetapi aku juga akan berusaha untuk menjaga diriku dengan baik."
"Oke Baguslah kalau begitu."
Geffie tahu sekali bahwa dia tidak boleh sembarangan mengungkapkan informasi tentang semua kegiatannya dan juga keberadaannya kepada Ciara. Ariel sudah mengingatkannya mengenai hal itu sebelumnya sehingga Geffie bisa mempersiapkan diri dan berakting sebagus mungkin ketika mengobrol dengan Ciara. Yang di takutkan Ciara akan memata-mati nya jadi Geffie tidak mau mengambil resiko. Dan Garviil mengirimkan Elena, seorang bodyguard oerempuan yang mulai hari ini akan terus menjaga dan mengawasinya, tetapi tugas Elena tidak akan selalu di dekatnya melainkan akan mengawasinya dari kejauhan. Sehingga Geffie merasa cukup aman.
Geffie juga cukup terkejut ketika tahu bahwa mertuanya ingin sekali bertemu dengan Ciara bahkan berniat mengadakan makan malam keluarga. Ada penyesalan di hati Geffie karena dia terlanjur menceritakan tentang Ciara. Dan Geffie tidak bisa membayangkan jika seandainya mertua nya tahu bahwa Bianca ada di balik kematian Tiffany dan juga Ciara adalah orang yang sengaja di kirim oleh Bianca untuk menjebak lalu menghancurkan Vicky. Sudah pasti hati mertua nya itu akan hancur sekali. Bagus jika suaminya dan juga Vicky merahasiakan hal ini untuk sementara waktu. Dan bisa segera mengakhiri ini dengan baik, menghentikan kegilaan Bianca.
Semalam, Garviil juga sudah memberitahu nya tentang rencana Vicky yang ingin melakukan pembalasan dendam pada Bianca dan Ciara. Sayangnya Garviil tidak tahu pembalasan dendam seperti apa, Vicky hanya mengatakan bahwa dia ingin merusak hubungan persaudaraan Bianca dan Ciara, menghancurkan kepercayaan kedua saudara itu, dan Geffie pun berpikir bahwa mungkin itu adalah alasan Vicky untuk tetap mempertahankan hubungannya dengan Ciara. Ya walaupun selebihnya Geffie pun tidak bisa menebak apa yang akan di rencanakan oleh Vicky. Geffie akan mencoba mendukung nya, dia di dorong oleh rasa marah dan jengkelnya atas ulah Bianca yang sudah memisahkannya dengan Tiffany, sahabat terbaik nya yang sangat baik. Bianca sudah keterlaluan. Dan Bianca harus di hukum atas perbuatannya itu.
****
Lalu sampailah Mereka kemudian dirumah Garviil dan dia menghentikan mobilnya tepat di halaman depan rumahnya. Elena yang duduk di belakang langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Geffie. Geffie keluar. Begitu juga dengan Garviil kemudian Garviil memerintahkan kepada Elena agar berjaga di luar sedangkan ia dan Geffie akan masuk. dengan sigap Elena langsung berjaga di depan pintu rumah.
Geffie sudah ditunggu oleh kedua orang tua Garviil juga ada Vicky di ruang tamu melihat kedatangan Geffie tentu Mama Garviil langsung berdiri dan memeluk menantu kesayangannya itu. Dan dia sangat merindukan Geffie karena Geffie adalah Putri kesayangannya. Mama Garviil memang sangat menyayangi Geffie karena sejak dulu dia ingin sekali memiliki seorang anak perempuan tetapi suaminya tidak tidak mengizinkannya untuk memiliki anak lagi setelah Garviil dan juga Vickyi lahir. baginya kedua anak kembarnya itu sudah cukup. Sehingga tidak berniat untuk memiliki anak lagi. Dan sekarang dia sudah memiliki menantu yang sangat cantik, baik dan perhatian seperti geffie, membuat Mama Garviil sangat bersyukur sekali. Dan perhatian serta cintanya tertuju pada Geffie. Mama Garviil dan Vicky juga pasti akan merasa lebih bahagia lagi jika Vicky juga segera mengenal kan nya dengan gadis pujaan hatinya sehingga dia bisa segera memiliki menantu lagi.
"Geffie sayang??? Mama sangat merindukanmu..."
"Geffie juga, Mama apa kabar??? Mama sehat kan???"
"Sehat sayang, kau bisa lihat sendiri, duduklah kau pasti lelah, Mama juga sudah membuat kan mu jus."
"Makasih Mama." Geffie kemudian menghampiri Papa mertuanya dan menyalaminya dengan sopan. Baru setelah itu duduk di sofa fan bergabung dengan Vicky serta Garviil yang juga baru saja duduk.
Mama Garviil tidak mau lepas dari menantunya dan duduk di sebelahnya dengan memegang tangan Geffie lalu mengambilkan gelas berisikan jus jeruk segar. "Ini minumlah, Mama baru saja memetiknya dari kebun belakang. Kau pasti tahu bahwa di belakang ada banyak tanaman yang Mama dulu tanam dan jeruknya kebetulan sedang berbuah, meski belum terlalu banyak karena yang lainnya masih berbunga. Cobalah ini sangat segar." Ucap Mama Garviil sembari menyodorkan gelas berisikan jus jeruk itu kepada menantu nya.
"Terima kasih Mama." Geffie mengambil jus itu dan meminumnya. Memang sangat segar dan manis.
"Sama-sama sayang. Ini tidak Mama tambah apapun, hanya jeruk saja tanpa gula tapi manis kan??? Karena memang buah jeruknya juga manis."
"Iya Ma, enak dan segar." Geffie tersenyum.
"Oh iya, Vicky kemarin memberitahu Mama, katanya memang benar dia sekarang berpacaran dengan seseorang, dan Mama ecxited sekali ingin segera bertemu dengannya, Ciara pasti adalah agadis yang baik, cantik dan perhatian sepertimu., dan Vicky bilang Ciara akan datang kesini minggu depan, jadi Mama langsung terpikirkan ingin mengadakan makan malam bersama Ciara dan kita semua disini. Mama akan memasak banyak. Dan kalau Mama merasa Ciara cocok dengan Vicky, Mama akan menyrub Vicky untuk segera mempersiapkan pernikahan dan menyusulmu serta Garviil. Supaya Mama bisa punya dua menantu sekaligus. Bagaimana menurutmu Geffie sayang???" Tanya Mama Garviil bersemangat.
Geffie memegang gelasnya dan menatap Mama mertua nya yang sangat bahagia itu. Geffie tersenyum dan menganggukkan kepala nya dengan mantap. "Iya Ma, itu ide yang sangat bagus, masakan Mama juga sangat enak. Aku akan kesini lagi minggu depan supaya aku juga tidak melewatkan momen kumpul keluarga suamiku." Geffie tersenyum.
"Iya, itu kenapa Mama bahagia sekali sayang fan tidak sabar bertemu dengan Ciara."