
Fathur mengirim foto dirinya sedang berada di depan sekolah Indah lewat chat.
"Bisa aja, nih orang!" Gumam Indah saat melihat foto yang dikirim Fathur.
"Nanti malam, aku ke rumahmu! Tunggu aku ya?" Chat Fathur lagi.
Indah bingung, pasalnya nanti malam adalah malam Minggu. Indah khawatir Arman akan menemuinya lagi, mengingat sudah hampir satu Minggu ia tak menemui Arman. Jangankan bertemu, menghubungi via telpon pun tidak.
"Baiklah, Aku tunggu!" Balas Indah meski ia sedikit khawatir jika Arman akan nekat datang ke rumahnya malam nanti.
๐ผ๐ผ๐ผ
Fathur datang ke rumah Indah setelah Shalat Isya'. Penyakit Indah mulai sembuh, namun masih ada sedikit pusing bila melihat banyak cahaya. Indah memilih menemui Fathur di teras rumah. Kedua orang tuanya pergi ke rumah nenek Rifa karena ada acara sedangkan Nenek, orang tua dari Ibunya sedang berada di rumah Tante Ira adik Bu Sri.
Fathur memberikan satu bungkus Bakso dan Teh hangat untuk Indah. "Makanlah!" Ucapnya.
Melihat apa yang Fathur bawa, Indah membawanya masuk untuk memindahkannya ke wadah kemudian keluar lagi dan membawanya ke teras.
Bukan tak sopan, tapi memang Fathur yang menginginkan Indah makan di sampingnya agar bisa memastikan bahwa Indah benar - benar makan.
๐ผ๐ผ๐ผ
Masih ingatkah dengan Musta?
Benar sekali, Musta adalah anak bungsu Pak Surya. Teman Indah di rumah yang usianya beda satu tahun di atas Indah.
Sebagai lelaki, Arman tentu memiliki banyak teman termasuk Musta. Malam itu ia datang ke rumah Musta untuk bertanya apapun tentang Indah. Tentu ia banyak tau tentang Indah. Ayah mereka bersahabat membuat Musta menganggap Indah seperti adik kandungnya.
"Apa! Sejak kapan kalian jadian?" Musta terkejut saat Arman mengatakan bahwa saat ini Indah sudah menjadi kekasihnya.
Sudah satu bulan, Musta tidak bertemu dan bermain dengan Indah karena kesibukan masing - masing. Namun Musta sempat mendengar kabar dari Pak Surya bahwa Indah sedang sakit.
"Maukah kau membantuku?" Tanya Arman ragu.
"Bagaimana caranya?" Musta balik bertanya.
Musta menjenguk Indah yang sedang sakit. Karena ada Arman di rumahnya, jadi sekalian Musta ajak Arman ke rumah Indah. Itulah rencana yang diutarakan Arman pada Musta. Kemudian mereka berangkat menuju rumah Indah.
Tiba di samping rumah Indah, Arman melihat Indah sedang bercanda dengan seseorang yang tak asing menurutnya. Arman semakin mendekat namun tak terlihat oleh Indah dan Fathur.
Tepat sekali dugaan Arman. Fathur lah orang yang sedang duduk dan bercanda bersama Indah. Melihat tawa Indah, Arman menarik Musta untuk balik kanan ke rumah Musta dan meminta penjelasan tentang hubungan mereka. Namun saat keduanya hendak pulang, Pak Yusuf dan Bu Sri datang. "Kenapa tidak langsung masuk? Tuh Indah lagi ada temannya di teras!" Pak Yusuf menepuk lembut bahu Musta menyuruhnya masuk dan menemui Indah. Tujuannya adalah agar anak semata wayangnya tak hanya duduk berdua dengan lawan jenisnya.
Pak Yusuf memang membebaskan Indah bermain dengan siapapun, namun Pak Yusuf tidak suka jika Indah hanya berdua dengan teman laki - lakinya kecuali untuk beberapa orang yang Pak Yusuf percaya termasuk Musta yang anak dari Pak Surya yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil.
Musta menoleh pada Arman meminta persetujuan, namun belum sempat Arman menjawab Pak Yusuf kembali berbicara "Sudah, bawa masuk saja teman kamu itu!" Kemudian Pak Yusuf masuk rumah menyusul istrinya.
Musta dan Arman bergabung bersama Indah dan Fathur. Indah menyambut mereka dengan senyum meski dirinya gugup mendapati kehadiran Fathur dan Arman.
Mereka bercanda meninggalkan apa yang ada dalam pikiran masing - masing.
Waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam, Musta yang paham keadaan Indah meminta Fathur dan Arman untuk pulang dan mereka menuruti.
Setelah bayangan keduanya tak terlihat lagi, Musta berbisik pada Indah. "Aku ga mau ikut campur ya!" Ucap Musta sembari mengangkat kedua tangannya dan berlalu pulang meninggalkan Indah yang masih diam dalam kebimbangannya.
Flashback On.
Indah.
"Bagaimana ini?"
"Bagaimana jika Arman cemburu? Apa yang harus aku katakan?"
"Bagaimana jika Fathur ingin kembali padaku?"
"Bagaimana jika Fathur mengetahui kalo aku sudah jadian dengan orang lain dan itu Arman?"
Semua pertanyaan itu muncul dalam otak Indah dan seketika kepalanya berdenyut. Namun ia berusaha menyembunyikan dari ketiga orang di depannya.
POV Arman.
"Ada hubungan apa antara Indah dan Fathur?"
"Kenapa Indah bisa tertawa lepas saat bersamanya sedangkan sikap Indah begitu dingin selama jadian sama aku?"
"Mungkinkah mereka pernah berhubungan?"
Pertanyaan - pertanyaan itu Arman bawa pulang ke rumahnya hingga membuat Arman susah tidur malam ini.
Hanya Fathur dan Musta yang tak memikirkan apapun saat itu karena Musta menganggap itu bukan masalah baginya melainkan masalah Indah yang pasti bisa diselesaikan sendiri oleh sahabatnya.
Sedangkan Fathur belum mengetahui jika cinta Indah telah berlabuh di dermaga lain yaitu pelabuhan cinta Arman.
Flashback Off.
"Selamat tidur, Sayang! Semoga lekas pulih!" Itulah isi chat Fathur.
"Terima kasih!" Balas Indah. Kemudian ia terlelap akibat pengaruh obat yang ia minum setelah makan bakso pemberian Fathur.
๐ผ๐ผ๐ผ
Hari Minggu pagi, Pak Yusuf sudah mengabulkan permintaan Indah untuk bermain dengan teman - temannya.
Indah mengajak Winda jalan - jalan ke Goa. Indah juga mengajak Faika ke sana. Mereka bertiga bercanda ria di mulut Goa.
Tanpa mereka sadari, Fathur dan Ozi duduk memperhatikan mereka. "Thur, apa kamu jadi ke rumah Indah semalam?" Tanya Ozi.
"Iya!" Jawab Fathur singkat.
"Apa kamu bertemu orang lain di sana?" Tanya Ozi lagi membuat Fathur heran.
"Maksud kamu?" Fathur memandang Ozi intens.
"Jawab dulu pertanyaan aku!" Ozi memaksa.
Pasalnya Indah akan selalu menceritakan hal sekecil apapun yang berhubungan dengan dirinya pada Faika. Faika pun akan menceritakan pada Ozi kakaknya sendiri dan pada Ibnu agar Ibnu bisa terus memantau adiknya, meski dari jauh.
"Iya, Ada Musta di sana yang datang bersama Arman!" Fathur menjawab.
"Apa kamu tau apa hubungan mereka dengan Indah?" Tanya Ozi menginterogasi sejauh mana Fathur mengetahui tentang Indah.
Fathur mengetahui dengan pasti hubungan Indah dan Musta namun tentang Arman, yang ia tau Arman adalah teman Musta yang kebetulan ikut ke rumah Indah dan sama sekali tidak ada hubungan apa - apa dengan mantan kekasihnya itu.
Dengan berat hati, Ozi memberitahukan hubungan yang terjalin antara Indah dan Arman.
"Kenapa kamu ga bilang dari awal? Sejak Indah menitipkan uang padamu?" Tanya Fathur kecewa.
"Maaf, Aku baru mengetahuinya dari adikku semalam!" Sahut Ozi.
"Aku tak berhak cemburu karena aku hanyalah mantan kekasihnya, sedangkan Arman lah yang saat ini menempati hati Indah!" Memang benar apa yang dikatakan Fathur tapi berbanding terbalik dengan hatinya. Ia belum rela melepas kekasih pertamanya.
Saat Fathur dan Ozi berbicara sambil memperhatikan tiga gadis di seberang goa, Arman datang menghampiri Indah.
"Boleh aku bicara sama kamu?" Arman menarik kasar tangan Indah membuat Winda dan Faika tersentak.
Fathur berdiri hendak menghajar Arman, tapi tangannya di tahan oleh Ozi. "Thur, jangan campuri urusan mereka!"
"Tapi, Zi!" Fathur memberontak.
"Biarkan mereka, Kita pantau dari sini saja! Jika nanti terjadi sesuatu yang membahayakan Indah, kita samperin ke sana!" Ozi menenangkan. Fathur duduk di tempatnya semula.
Tak ada gunanya memberontak karena ia yakin akan membuat Arman marah. Indah mengikuti langkah Arman menjauhi Winda dan Faika.
Penasaran dengan apa yang akan dilakukan Arman???
Ikuti episode selanjutnya ya, kak!!!
Jangan lupa tinggalkan jejak di episode kali ini juga ya, kak!!!
Komentarmu inspirasiku๐๐๐