
Kegiatan penjelajahan di mulai, Indah satu regu dengan Anik dan Nurika saling bersaing memecahkan teka teki yang ada dengan regu yang lain terutama dengan regu Nana.
Tanpa Indah sadari, ada beberapa orang yang mengikutinya dari belakang barisan Indah. Siapa lagi kalau bukan Ibnu, Faika, Fathur dan Ibrahim.Β
Sebelum Indah dan teman - temannya memasuki gerbang sekolah, Fathur memanggil namanya.
Indah yang sudah tak asing lagi dengan suara tersebut memilih tidak peduli dan mengakhiri perjalanannya di pos terakhir yaitu di halaman sekolah. Mereka dibariskan dan diistirahatkan sejenak sambil menunggu regu yang lain.
Saat istirahat itulah, Indah meminta izin kepada Panitia untuk menemui orang yang tadi memanggil namanya. Nurika dan Anik menyusul Indah keluar.
"Ha hai!" Fathur menyapa dengan gugup membuat gadis pujaan hatinya tersenyum menahan tawa dan menghampirinya.
"Maafkan aku!" Indah dan Fathur serempak kemudian mereka tertawa bersama.
"Ada apa?" Tanya Indah memiringkan kepalanya.
"Maaf, dari tadi aku ngikutin kamu dari belakang!" Jawab Fathur.
"Kenapa ngikuti aku?" Tanyanya kemudian.
"Ga papa, aku hanya mengkhawatirkan mu!" Jujurnya. "Dan... Aku juga mau ngasih ini sama kamu!" Fathur menyodorkan paper bag ditangannya pada Indah.
"Apa lagi ini?" Indah mengerutkan keningnya.
"Aku tau kamu pasti membutuhkannya!" Ucap Fathur ragu. "Maaf jika nanti malam aku ga bisa datang mengunjungimu!"
"Kenapa? Padahal aku berharap kamu bisa datang!" Tanya Indah.
"Karena aku juga akan berkemah!" Fathur menunduk memandang aspal jalan merasa sedih karena tidak bisa bertemu Indah nanti malam dan selama dua hari ke depan.
"Apa?" Tanya Nurika yang dari tadi berdiri di belakang Indah.
"Iya, kita akan berangkat jam satu siang ini!" Jawab Ibrahim.
Tanpa Indah sadari Fathur sejak tadi telah menggunakan seragam Pramuka yang ditutupi jaket hitam dan tanpa menggunakan sepatu. Hal itu terlihat dari bagian leher Fathur menampakkan hasduk yang dipakainya.
"Fa, ikut aku!" Indah menarik tangan Fathur ke toko terdekat meninggalkan Nurika, Anik, dan Ibrahim. "Kalian ngobrol aja dulu!" Ucap Indah pada ketiganya
Indah membeli beberapa bungkus camilan ukuran besar dan beberapa botol air mineral serta alat tulis lengkap. Tak lupa ia membeli obat - obatan secukupnya. Fathur yang tidak menyadari barang - barang tersebut dibeli untuknya segera membawanya keluar toko.
Sampai di luar toko barulah Indah mengatakan bahwa semua barang - barang itu milik Fathur. Fathur yang terkejut, diam seribu bahasa.
"Hai, hello!" Indah melambaikan tangannya di depan wajah Fathur.
"Eh iya!" Fathur tersadar dari lamunannya.
"Kenapa lagi?" Tanyanya.
"Harusnya aku yang memberikan ini sama kamu!" Jawab Fathur.
"Sudahlah, besok aku sudah pulang kok! Sedangkan kamu baru akan mulai kemah hari ini!" Jelasnya.
"Tapi....
"Bicara nanti setelah kemah usai! Aku masuk dulu ya! Bye!" Indah memotong kalimat Fathur dan berlalu masuk.
"Indah!" Teriak yang lain namun Indah tak menghiraukan karena bunyi peluit tanda berkumpul sudah dibunyikan.
Nurika dan Anik pun bergegas masuk. Fathur dan Ibrahim kembali ke kosan Ibrahim untuk mengambil perlengkapan yang akan di bawa ke perkemahan di sekolah mereka.
πΌπΌπΌ
"Ka!" Ibnu membuka pembicaraan.
"Ya!" Jawab Faika singkat.
"Apa dia benar - benar menyayangi Indah?" Tanya Ibnu ragu.
"Cemburu ya?" Faika masih menyembunyikan bahwa dirinya telah mengetahui rahasia antara Ibnu dan Indah.
"Engga kok! Kalo dia memang menyayangi Indah, aku akan melepaskan Indah untuknya dan aku hanya akan mengawasinya dari jauh. Seperti sekarang ini!" Jelas Ibnu yang juga merahasiakan kenyataan dari Faika.
Mereka hanya mengikuti dan mengawasi Indah dari jauh.
"Ayo!" Ibnu mengayuh sepeda Faika kembali menuju rumah.
πΌπΌπΌ
Malam pun tiba, acara api unggun di SMP 1 begitu meriah. Namun sesekali panitia atau pembina yang berjaga di pintu gerbang memanggil nama anggota yang mendapat kunjungan dari orang tua atau keluarga lainnya.
Seperti malam pertama, Jam sembilan malam Pak Yusuf datang mengirim makanan pada Indah.
Tepat pukul sepuluh, acara selesai. Para anggota langsung memejamkan mata dan terbuai mimpi indahnya. Mungkin karena kelelahan akibat penjelajahan tadi siang.
Pagi harinya mereka membersihkan area perkemahan dan mempersiapkan upacara.
Singkat cerita, kemah selesai. Mereka pulang ke rumah masing - masing.
Di rumah.
Indah pulang dengan membawa barang - barangnya. Pak Yusuf yang sudah menunggu kedatangannya memerintahkan Indah agar meninggalkan barang - barang tersebut di halaman rumah agar segera membersihkan diri dan beristirahat. Hal itu dilakukan Pak Yusuf karena kekhawatirannya terhadap penyakit Indah.
Usai membersihkan diri, Indah segera tidur. Secepat kilat ia sampai ke alam mimpi hingga sore hari. Tak peduli ponselnya berbunyi dan tertulis nama Nurika dan Anik bergantian menghubunginya.
Tepat pukul empat sore, Indah berusaha membuka mata. Ia meraih ponsel yang berada di atas meja belajarnya. Membuka ponsel yang sudah tiga hari ditinggalkan sendiri di kamar.
Sepuluh panggilan tak terjawab dilakukan oleh dua orang secara bergantian. Siapa lagi kalau bukan Nurika dan Anik.
Indah keluar kamar menuju kamar mandi. Membersihkan diri dan melaksanakan shalat ashar. Selepas shalat, Bu Sri mengajaknya makan siang meski sudah terlambat. Indah menikmati masakan ibunya dengan lahap. Setelah itu barulah Indah kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Nurika.
"Halo!" Jawab orang yang berada di seberang.
"Halo, ada apa call aku sampai seribu kali hahaha!" Tanya Indah yang diakhiri denhan tawanya.
"Mau ikut ga ke SMK 1?" tanya Nurika yang membuat Indah bingung.
"Ada apa?" Tanya Indah bingung.
"Ya ada kemah lah! Apa kamu ga mau kunjungan?" Ketus Nurika.
"Kunjungan?" Tanya Indah masih dalam keadaan bingung.
"Iya, mengunjungi kekasih pujaan hatimu itu!" Jawab Nurika meledek Indah
"Astaga, aku lupa!" Indah menepuk jidatnya sendiri. Ia benar - benar lupa jika saat ini kekasihnya sedang mengikuti kegiatan perkemahan di sekolahnya.
Indah menutup sambungan telepon Nurika setelah menyepakati akan mengunjungi Fathur dan Ibrahim bersama Nurika.
Setelah Shalat Maghrib, Indah bertemu Nurika di rumah Anik. Mereka berangkat ke SMK 1 bersama - sama. Tak ada yang Indah bawa untuk Fathur karena semua sudah ia berikan kemarin saat Fathur mengunjunginya di sekolah.
Fathur dan Ibrahim begitu senang menyambut kedatangan sang pacar.
"Kamu dah pulang?" Fathur basa - basi membuka obrolan.
"Iya!" Sahut Indah singkat.
"Kenapa kesini, apa ga capek?" Tanya Fathur khawatir.
"Lelahku hilang saat ketemu kamu!" Senyum manis terkembang di bibir Indah.
"Maaf, aku ga bawa apa - apa!" Indah menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
Fathur meraih tangan Indah dengan kedua tangannya "Tak apa, kehadiranmu segalanya buat aku!" Keduanya tersenyum malu. Jantung Fathur berdetak lebih kencang dibandingkan saat tadi pertama kali melihat Indah datang berkunjung.
"Fa, kita putus ya?"
πππ
Trims dah setia nunggu up!!!
Kutunggu koin receh n like-nya ya!!!
Komentarmu semangatkuπππ