
"Apa kamu tidak akan tinggal di sini lagi?" Faika balik bertanya.
"Entahlah! Aku pasti akan kembali ke rumah itu, tapi Aku tidak tau kapan!" Jawab Ibnu.
Mereka melepas rindu lewat Chat, saling bertukar cerita. Saling menanyakan kabar.
Indah yang juga jarang menghubungi Faika. Entah apa yang terjadi diantara mereka. Pertengkaran? Tidak, Mereka tidak pernah berselisih.
ย ๐ผ๐ผ๐ผ
Malam harinya, Bu Ifa menghubungi Ibnu melalui VideoCall. Benar apa yang disampaikan Faika bahwa Abi nya menunda kepulangannya dari Luar Negeri. Kabar tersebut juga Ibnu dapatkan dari sang Mama.
"Kapan Mama pulang?" Tanya Ibnu dengan wajah sedihnya.
"Entahlah, Sayang! Nanti Mama kabari lagi!" Jawab Bu Ifa.
"Kamu lagi dimana, Nak? Kok seperti bukan di rumah Mama?" Tanya Bu Ifa saat melihat background kamar Ibnu yang dihiasi ukiran kayu.
"Iya, Ma. Aku pulang ke rumah Bapak!" Jawabnya. "Aku pulang karena kesepian di rumah sana. Kesepian membuatku merindukan adik, jadi aku putuskan pulang kemari!" Lanjut Ibnu memelas.
"Adik?" Tanya Bu Ifa ingin tahu, Adik yang manakah yang Ibnu rindukan. Indah, Adik perempuannya atau Toni adik laki - laki yang beda bapak dengannya?
Flashback on
Saat Ibnu berusia empat tahun. Pak Salim meninggalkan Bu Ifa merantau ke kota P. Ingin rasanya Bu Ifa ikut bersamanya dengan membawa Ibnu kecil. Namun Pak Salim melarangnya dan meminta agar Bu Ifa dan Ibnu tetap tinggal di rumah.
Bu Ifa yang kecewa, memilih pulang ke rumah orang tua perempuannya di kota M bersama Ibnu. Tiga bulan tak ada kabar dari Pak Salim karena saat itu mereka belum memiliki yang namanya ponsel. Bu Ifa memutuskan untuk bercerai dari Pak Salim. Kemudian Bu Ifa bertemu seorang laki - laki bernama Pak Samsul dan menikahinya.
Hubungan keduanya tak berlangsung lama, karena sebuah pertentangan. Pak Samsul menceraikan Bu Ifa. Saat itu, baik Pak Samsul maupun Bu Ifa tidak mengetahui bahwa Bu Ifa sedang mengandung.
Setelah mengetahui dirinya berbadan dua, Bu Ifa memutuskan untuk tidak memberitahu Pak Samsul yang telah menjadi mantan suaminya. "Aku akan membesarkan anak ini sendiri!" Ucap Bu Ifa sembari mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.
Bagaimana Bu Ifa menghidupi dirinya yang sedang Hamil dan juga Ibnu kecil? Bu Ifa berjualan Sate di kediaman Almarhumah Ibunya.
Di saat yang bersamaan, Pak Salim datang menemui Bu Ifa. Adik Bu Ifa yang beliau temui mengatakan bahwa Bu Ifa pulang ke kota M membawa Ibnu. Ia juga mengatakan semua yang terjadi dengan kakak perempuannya selama tidak bersama Pak Salim.
Mendengar semua itu, Pak Salim pamit pulang dan langsung berangkat menuju tempat Bu Ifa berada. Sebelumnya beliau terlebih dahulu menemui istri pertamanya yaitu ibu dari Halimah bersaudara yang saat itu masih ada.
Di kota M.
Ibnu kecil sedang asyik bermain di depan gerobak sate milik Mamanya. Ia begitu senang saat melihat kedatangan Pak Salim.
"Bapaaaaak!" Sambutnya sambil berlari.
Pak Salim mendudukkan diri mensejajarkan tingginya dengan Ibnu kecil. Beliau merentangkan tangan, kemudian memeluk hangat Ibnu kecil dan menggendongnya menuju rumah Bu Ifa.
Sssttt! Pak Salim mengunci mulut Ibnu dengan jari telunjuknya.
"Mama!" Panggil Ibnu.
"Iya! Ada apa, Nak?" Sahut Bu Ifa yang sedang duduk memotong daging ayam dan membelakangi anak dan Bapak tersebut.
Pak Salim lebih mendekatkan dirinya pada Bu Ifa sedangkan Ibnu yang berada dalam gendongannya kembali memanggil sang Mama. "Mama!"
Terdengar aneh di telinga Bu Ifa. Ibnu kecil bisa berbicara sejajar dengan bagian belakang telinga mamanya. "Ibnu gendong sama siapa, Nak?" Bu Ifa tetap fokus memotong daging ayam. Beliau berpikir bahwa Ibnu di gendong oleh saudara sepupunya.
"Mama, Lihat siapa yang datang!" Seru Ibnu karena Mamanya tidak segera berbalik badan.
Bu Ifa meletakkan pisaunya dan menoleh pada Ibnu. Netra beliau membulat saat melihat Ibnu digendong oleh mantan suami sekaligus Bapak dari Ibnu.
"Ka kamu datang?" Bu Ifa bicara terbata - bata.
"Iya!" Aku datang untuk menikahi mu lagi!" Jawab Pak Salim sembari menurunkan Ibnu.
"Tapi...."
"Aku sudah mengetahui semuanya dari Adikmu!" Pak Salim menceritakan pertemuannya dengan Adik Bu Ifa hingga ia mencarinya ke tempat ini.
"Tentu aku akan menikahi mu ketika anak yang kamu kandung telah lahir!" Lanjut Pak Salim.
Hal itu dijelaskan dalamย QS. At-Thalaq: 4
ููุฃููููุงุชู ุงููุฃูุญูู ูุงูู ุฃูุฌูููููููู ุฃููู ููุถูุนููู ุญูู ูููููููู
โPara wanita hamil, masa iddahnya sampai mereka melahirkan,โ
Karena itulah Pak Salim akan menikahi Bu Ifa ketika bayi yang berada dalam kandungan Bu Ifa telah lahir.
Lahirlah seorang anak yang diberi nama Muhammad Sultoni. Setelahnya, Pak Salim kembali menikahi Bu Ifa. Meski Pak Salim bukan Ayah biologis Toni, namun beliau tetap menyayanginya dan tidak pernah membeda-bedakan nya dengan Ibnu.
Flashback Off
"Iya, Ma! Aku sangat merindukan Indah!" Jawabnya.
"Apa kamu tidak merindukan Toni, Dia juga adikmu, Ibnu?" Tanya Bu Ifa lagi dan mengingatkan tentang keberadaan Toni diantara mereka.
"Aku juga rindu Toni, Ma. Tapi aku lebih merindukan Indah!" Jelasnya pada sang Mama.
**Jangan lupa like n komentarnya ya, Kak**!
ย