
"Mau kemana?" Tanya Abil saat berpapasan dengan Indah.
"Mau pulang laaah, kan udah ada Om!" Jawab Indah memiringkan kepala diiringi senyum centilnya membuat Abil gemes dan mencubit pipi Indah. "Dadah... Om!" Indah melambaikan tangan kemudian pergi bersepeda keliling kota bersama Ana. Mereka berpisah saat senja mulai memerah dan hampir gelap.
๐ผ๐ผ๐ผ
"Fa!" Chat Indah pada Fathur.
"Ya!" balasnya.
"Jalan Yuk!" Indah.
"Kemana?" Tanya Fatur.
"Taman Kota" Jawab Indah.
Mereka menyepakati waktu bertemu, namun kali ini Indah meminta agar Fatur menjemputnya dan berboncengan dengan Fatur.
Usai Shalat Maghrib terdengar notifikasi pesan masuk di ponsel Ana. Ternyata Indah yang mengirim chat untuknya.
"Kencan yuk!" Isi chat Indah.
"Males ah, sesama cewek kok kencan!" jawab Ana.
"Ya kamu kencan ama cowok lah, Aku juga bakal bawa cowok!" Ucap Indah melalui pesan suara.
"Trus, Aku ajak siapa donk?" Tanya Ana.
Indah menelepon Ana. "Terserah kamu mau ajak siapa, kita seru - seruan aja di Taman Kota. Aku ajak Fatur malam ini!" Sahut Indah tanpa basa - basi.
"Bentar ya, Aku ajak kakakku dulu!" Sahut Ana dan langsung menutup teleponnya. Sementara Indah bingung, siapa yang yang Ana maksud sebagai kakaknya. Dia lupa bahwa Ana dan Ari selalu dekat dengan status sebagai kakak adik.
"Oke, kita ketemu di Taman Kota dekat pintu masuk sebelah Selatan." Indah mengirim chat karena panggilannya sudah diakhiri tanpa persetujuannya.
Tepat setelah Indah membereskan mukenanya, Fathur datang menjemput Indah. Tak lupa Indah pamit pada kedua orang tuanya. Pak Yusuf memberikan ijin pada Indah karena beliau sudah mengenal Fathur dengan baik. Beliau percaya, Fathur akan menjaga Indah seperti ia menjaga adiknya sendiri.
Dua sejoli Indah Fathur menunggu kedatangan Ana. Indah baru menyadari bahwa yang Ana maksud kakak adalah Ari saat melihat kedatangan mereka berdua.
"Makan dulu, Yuk. Aku lapar!" Ajak Indah pada mereka bertiga.
"Oke deh, Sayang!" Sahut Ana meledek Indah.
"Hiii, sayang sayang!" Indah memasang wajah cemberut mendengar Ana memanggilnya sayang.
"Kamu mau makan apa?" Tanya Indah pada Ana.
"Makan Soto aja deh!" Jawab Ana. Kebetulan Ana dan Ari sama - sama menyukai makanan tersebut. Mereka memilih makan di kaki lima yang berjejer di samping Taman Kota. Fathur memilih menemani Indah makan Nasi goreng yang letaknya tak jauh dari Ana dan Ari sehingga mereka bisa duduk bersama.
Di dekat penjual Nasi goreng juga ada penjual Bakso. Di sana Indah melihat Rahmat dan Nova sedang makan Bakso berdua. "Toleh kiri!" Bisik Indah pada Ana. Ana menolehkan kepalanya ke arah yang dimaksud Indah. Ana menutup mulut dengan kedua tangannya saat melihat Rahmat dan Nova.
Saat pesanan Indah dan kawan - kawan datang, Indah kembali berbisik pada Ana. "Action!" Membuat Ana bingung.
"Ayo makan!" Ucap Indah menaikkan suaranya agar terdengar oleh Rahmat yang duduk tak jauh darinya.
Sepertinya suara itu tidak asing di telingaku, Batin Rahmat dan perlahan menoleh ke tempat suara berasal. "Indah, Ana, dan siapa dua orang lelaki yang bersama mereka?" Gumam Rahmat dalam hatinya.
"Aaa!" Tiba - tiba Indah menyodorkan sendok berisi nasi goreng ke hadapan Fathur. Spontan Fathur membuka mulut dan membalas menyuapi Indah dengan nasi goreng miliknya.
Rahmat yang melihat hal itu menjadi marah alias cemburu, namun ia tahan karena ada Nova di sampingnya. Indah mengetahui hal itu, namun ia berpura - pura tidak melihat keberadaan Rahmat dan Nova.
Indah semakin menunjukkan kemesraannya bersama Fathur, meski begitu Fathur tidak pernah canggung dengan sikap mesra mantan pacar pertamanya itu karena mereka berdua sama belum bisa move on namun tak ingin kembali menjalin kasih.
"Wuoy, Aku iri dengan kemesraan kalian!" Ledek Ari pada Indah dan Fathur.
"Kakak juga mau?" Tanya Ana.
"Mau donk disuapin sama Adek!" Sahut Ari.
Ana menyuapi Ari dengan telur rebus yang masih utuh miliknya membuat mulut Ari terbuka lebar kemudian kembali menutup karena telur rebusnya terlalu besar.
"Ya, ga gitu juga kali!" Ujar Indah dan mereka tertawa bersama. Mereka pulang setelah menyelesaikan makan dan bersenda gurau di Taman. Tak lupa mereka mengabadikan momen kebersamaan dengan berfoto bersama.
Sementara Rahmat yang melihat kemesraan Indah dan Fathur semakin merasakan panas hati. Ia mencuri ciuman di pipi Nova saat Indah tak sengaja melihat ke arahnya, namun sama sekali tak berpengaruh di hati Indah.
**Keesokan harinya**.
Indah melangkah santai menuju kelas setelah memarkirkan sepedanya.
"Siap dong!" Jawab Indah yakin se yakin yakinnya karena sepulang dari Taman, ia belajar hingga waktu menunjukkan pukul dua belas malam.
Ulangan Bahasa Inggris di mulai, mereka yang tidak mengikuti ulangan di kelas lain diarahkan untuk mengikuti ulangan di kelas Indah termasuk Rahmat yang saat itu tidak mengikuti Ulangan karena tidak mengerjakan PR.
Sang guru menata tempat duduk siswanya. Rahmat duduk tepat dibelakang Indah. Empat puluh menit waktu yang diberikan. Sebelumnya mereka telah mengumpulkan buku Catatan dan Buku PR Bahasa Inggris.
Dua puluh menit waktu berlalu, Indah telah menyelesaikan semua soal ulangannya. Sementara Rahmat masih menyelesaikan dua puluh lima persen dari jumlah soal tersebut.
Ssst, Ssst, Rahmat memberikan kode bertanya pada Indah namun tak dihiraukan.
Indah maju mengumpulkan lembar jawabannya ke meja guru.
"Apakah sudah kamu periksa seluruh jawabanmu?" Tanya sang guru.
"Iya, Sudah Bu!" Jawabnya sopan.
"Ya sudah, kalau begitu kamu boleh keluar asal jangan mengganggu kelas lain." Titahnya.
"Iya, Bu! Terima kasih, Assalamualaikum!" Pamit Indah sopan.
"Wa'alaikum Salam!" Jawab Bu Guru.
Saat keluar kelas, Indah bertemu dengan Bobi yang hendak ke kamar mandi dan menyapanya.
"Apa ulangan mu sudah selesai?" Tanyanya.
"Iya!" Jawab Indah singkat.
"Tunggu ya, Aku ke kamar mandi dulu!" Pamit Bobi dan langsung menuju kamar mandi.
Indah duduk di depan kelas menunggu teman - teman yang lain selesai mengerjakan ulangan sekaligus menunggu Bobi yang ingin berbicara dengannya.
Usai dari kamar mandi, Bobi menarik tangan Indah untuk menjauhi kelas. Mereka duduk di bangku taman sekolah.
"Apa kamu terlanjur jatuh cinta pada Rahmat?" Tanya Bobi menginterogasi.
"Ga!" Jawab singkat Indah.
"Lalu?" Bobi mengernyit heran. "Jelaskan padaku!" Lanjutnya.
Indah menceritakan semuanya dari awal hingga permainan dan rencananya ke belakang. Bobi yang selama ini mengkhawatirkan perasaan Indah, sekarang menjadi lega setelah mendengar penjelasan Indah. Mereka kembali ke kelas masing - masing saat bel pergantian jam berbunyi.
"Aku tunggu kamu di Taman Belakang Sekolah, nanti saat jam pulang sekolah!" Ucap Rahmat saat berpapasan dengan Indah. Ana yang hendak keluar kelas mendengar kalimat yang diucapkan Rahmat. Sementara Indah hanya menjawab dengan senyum datarnya.
Bersambung...
Jangan lupa like, komentar n vote y, Kak!!!
Jangan lupa senyum dan Bahagia selalu๐๐๐ฅฐ