My Brother

My Brother
Sekolah Favorit (2)



❤️❤️❤️ Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like and vote ya readerku sayang❤️❤️❤️


Ditunggu juga komentarnya agar author lebih baik dalam menulis dan makin semangat up-nya!💪💪💪


Terima kasih🙏🙏🙏


 


"Nilai hasil ujiannya sudah ada, pak. Kita hanya menunggu waktu karena ini hari Sabtu, maka kita akan mengumumkannya hari Senin" Guru kelas enam di sekolah ayah menjelaskan tentang pengumuman kelulusan yang akan dilaksanakan dua hari lagi yaitu hari Senin.


Pak Yusuf sedikit mengembangkan senyum, entah apa yang ada dalam pikirannya. Hanya author yang tau.


 


Pak Yusuf lebih dulu sampai di rumah daripada Indah.


Ayah memanggil ibu untuk mendiskusikan sekolah yang akan dituju oleh anak semata wayangnya.


Ayah berencana mendatangi rumah wali kelas Indah nanti malam untuk menanyakan hasil ujian Indah. Ayah akan pergi bersamanya. Dengan begitu Indah akan mendapatkan pemahaman atas apa yang menjadi kekhawatiran ayah dari wali kelasnya.


 


Sore hari, Indah bangun tidur saat Adzan di masjid berkumandang. Dia bergegas mandi, berwudhu dan segera berangkat ke masjid.


Sepulang dari masjid, Indah mengganti pakaiannya dan segera menemui Ayah uang sudah menunggu di teras rumah.


Mereka berjalan ke rumah nenek Rifa untuk meminjam motor Abil. Motor itu di beli oleh Pak Yusuf menggunakan uang Toko Kitab milik Almarhum kakek, jadi siapapun boleh menggunakan motor selama orang tersebut masih ada hubungan keluarga.


Dari toko kitab, Indah dan Pak Yusuf mengendarai motor ke rumah Bu Murni.


Setelah memberikan salam dan Bu Murni mempersilahkan mereka duduk, menikmati minuman hangat dan cemilan yang di hidangkan. Bu Murni menanyakan maksud kedatangan Pak Yusuf dan anaknya, Indah.


Pak Yusuf menjelaskan maksud kedatangannya dan mendiskusikan keinginan Indah.


"Begini, Pak Yusuf. Sebenarnya Indah adalah anak yang pandai, namun selama ini percaya dirinya kurang sehingga anak ini kurang aktif dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan guru saat pelajaran berlangsung" Bu Murni menjelaskan tentang sikap Indah di sekolah.


Berbeda dengan ketika di rumah, apapun pertanyaan yang diajukan Pak Yusuf tentang pelajaran Indah selalu menjawabnya dengan benar.


"Nilai hasil Ujian Akhirnya juga bagus dan Indah bisa masuk SMP N 1, karena nilai minimal yang diambil sekolah tersebut jauh di bawah nilai Indah". Bu Murni melanjutkan kalimatnya sambil menunjukkan hasil ujian yang sudah keluar sejak semalam dan akan diumumkan pada hari Senin.


Setelah mendapat penjelasan dari Ibu Murni, mereka pamit pulang. Wajah Indah yang tadinya cemberut ketika berangkat ke rumah Bu Murni, sekarang berubah menjadi tersenyum penuh kemenangan.


 


Om Abil........!!! Indah turun dari motor dan berlari menghampiri Abil yang tengah berdiri di depan tokonya. Indah memeluk Abil dengan senang. Abil tidak menolak pelukan Indah. Pak Yusuf tersenyum dan menyerahkan kunci motornya pada Abil.


"Nih, kalo mau jalan - jalan!" Abil langsung mengambil kunci motor dari tangan kakaknya


"Kak......" Suara Abil terputus


"Iya!" Pak Yusuf paham dengan apa yang akan dikatakan Abil dan langsung membuka dompet serta memberikan sejumlah uang pada Abil.


"Yach, kakak! Kenapa cuma Abil sih yang di kasih uang!" Zahra, adik Pak Yusuf yang no. sembilan datang menghampiri kakaknya.


"Nih, buat kamu!" Pak Yusuf juga memberikan uang untuk Zahra.


Pak Yusuf anak kedua dari sepuluh bersaudara. Empat laki - laki dan enam orang perempuan. Lima orang sudah berkeluarga, termasuk Pak Yusuf tapi yang akrab dengan Indah, hanyalah si bungsu Abil. Bukan karena mereka tidak sayang pada Indah, mungkin karena Abil anak terakhir dan tidak punya adik. Abil menginginkan Adik perempuan dan menganggap Indah seperti adiknya sendiri.


Pak Yusuf pulang sendiri dan berjalan kaki ke rumahnya. Pak Yusuf berpikir, sudah pasti Abil akan mengantar Indah pulang.




kutunggu komentar pedasnya ya!!!