My Brother

My Brother
Sekolah favorit (1)



❤️❤️❤️ Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like and vote ya readerku sayang❤️❤️❤️


Ditunggu juga komentarnya agar author lebih semangat up-nya!💪💪💪


Terima kasih🙏🙏🙏


Ujian kelulusan sudah usai. Indah dan teman - teman sekelas mendapat surat panggilan orang tua. Para wali murid diundang menghadiri rapat untuk memilih sekolah yang akan dituju oleh putra - putri mereka.


Di rumah, Indah menyampaikan surat itu pada ibu. Ibu membicarakan hal yang tertera dalam undangan tersebut pada Ayah.


"Aku khawatir dengan anak kita, bu!" Suara ayah tidak yakin.


"Kenapa, Ayah?" Ibu seolah tidak terima dengan kekhawatiran Ayah.


"Aku tidak yakin Indah bisa diterima di SMP favorit pilihannya, bu!" Ayah ragu dengan keinginan Indah melanjutkan ke sekolah favorit di kotanya.


"Ayah, Indah bukan tak pandai. Dia juga bukan pemalas, tapi entah mengapa dia tak pernah juara kelas?" Ibu membela gadis kecilnya.


Flashback on ~~~


Kelas 1 SD, Indah mendapat rangking V di semester pertama, selanjutnya di semester 2 rangkingnya menurun ke VII.


Di kelas 2 nilainya semakin turun, Indah menduduki rangking IX, dan di semester dua rangkingnya makin jauh yaitu rangking 10


Di kelas tiga, Indah kehilangan rangkingnya dan berputus asa. Dia menerima apapun hasil raportnya nanti. Yang penting dia tetap berusaha agar tidak mendapat angka merah dan terus naik kelas.


Indah kecil mengerti, ada permainan di sekolahnya. Rangking hanya bisa di dapatkan oleh siswa yang benar - benar pandai. Sisanya akan di dapat oleh anak para guru yang mengajar di sekolah itu.


Aku mungkin tak pandai, tapi aku juga tidak mau jika aku mendapatkan rangking karena bantuan orang lain. Dulu aku bisa mendapatkan rangking, mungkin karena ada saudara kakek yang mengajar di kelas satu. Aku akan buktikan jika aku bukan orang bodoh, tapi itu nanti setelah aku lulus dari sekolah ini. Gumam Indah saat kehilangan peringkatnya.


Ijazah belum di terima karena merekapun belum dinyatakan Lulus.


Saat diberikan pilihan, Ibu yang menghadiri rapat memutuskan untuk memilih mendaftarkan Indah di sekolah favorit di kota Sampang. SMPN 1 Sampang tepatnya. Sekolah akan mendaftarkan siswanya secara kolektif.


Ijazah belum di terima karena merekapun belum dinyatakan Lulus.


Saat diberikan pilihan, Ibu yang menghadiri rapat memutuskan untuk memilih mendaftarkan Indah di sekolah favorit di kota Sampang. SMPN 1 Sampang tepatnya.


 


Sore hari Indah sedang ingin bermain dengan Abil, usai Shalat Ashar dia berangkat menemui pamannya itu.


Indah Tak pernah lupa dengan kebiasaannya mengucap salam saat masuk rumah nenek Rifa. Nenek yang berada di dapur tidak mendengar salam yang diucapkan Indah, sang cucu mencarinya hingga ke dapur.


"Assalamualaikum!" Indah mengulang salamnya saat berada di pintu dapur dan melihat neneknya sedang merebus singkong.


"Waalaikum salam, Eh Indah!" Nenek tersenyum sambil menyodorkan singkong rebus yang masih panas ke tangan cucunya.


Indah membawa singkong rebus ke ruang makan sambil mencari keberadaan Abil.


"Om Abil kemana,nek?" Indah bertanya pada nenek.


"Ada di kamarnya, Indah!" Jawab nenek. Tanpa berpikir panjang, Indah langsung masuk kamar Abil yang kebetulan tidak di kunci.


"Oooommm!" Indah merajuk pada adik kesayangan ayahnya.


"Ada apa?" Abil yang tadinya tiduran langsung duduk berhadapan dengan keponakan manjanya.


"Aku mau ngobrol sama Om!"


"Yaudah, kalau gitu kita ngobrolnya di luar aja ya?" Abil mengajak Indah keluar kamar dan mengobrol di tempat duduk yang berada di depan toko milik Almarhum kakek.


Indah lebih dulu keluar kamar dan....


"Aw! Hufh Hufh!...." Indah membalikkan badannya dan tertawa sangat keras "Hahaha.... hahaha........


"Makanya... kalau mau mengambil makanan, lihat dulu! Masih panas atau tidak?" Nenek Rifa yang sedang duduk di singgasananya di depan toko, datang menghampiri mereka saat mendengar Indah tertawa keras dan menasehati Abil.


"Indah juga jangan tertawa terlalu keras, wanita tertawa itu tidak boleh sampai kelihatan langit \- langitnya!" Nenek juga menasehati cucunya dengan lembut.


"Iya, bu!"


"Iya, nek!"


Jawab Indah dan Abil hampir bersamaan.


Indah menceritakan kebingungannya dalam menentukan pilihan untuk melanjutkan sekolahnya.


Indah ingin melanjutkan ke SMP N 1, namun Pak Yusuf menolak keinginan Indah karena suatu alasan yang didengar sendiri oleh Indah saat berdiskusi dengan Istrinya dan memilih SMP N 2.


"Om sekolah di Sekolah Dasar D-2. Tapi om bisa melanjutkan ke SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 pula. Semua orang pasti ingin menjadi yang nomor 1. Kalau aku bisa, mengapa kamu tidak bisa sedangkan sekolahmu sekarang adalah salah satu sekolah favorit di kota ini!" Abil memberikan semangat pada Indah.


Malam hari sepulang mengaji, Indah dipanggil oleh ayahnya. Indah duduk di sebelah ayah. Ayah bertanya tentang sekolah yang diinginkan Indah, meski sebenarnya pak Yusuf sudah mengetahui keinginan anaknya.


Indah tetap pada pendiriannya. Dia menginginkan SMP 1 untuk tempat belajar selanjutnya. Apalagi Indah sudah mendapat dukungan dari Abil.


"Dari dulu, ayah melarang ku pindah sekolah dari SD R-1 ke SD D-2 dengan alasan R-1 adalah salah satu sekolah favorit di kota ini" Indah menjawab pertanyaan ayah dengan sopan.


"Saat ini, ijinkan Indah melanjutkan pendidikan di sekolah favorit juga, ayah!" Indah melanjutkan kalimatnya.


"Tapi.... Ayah khawatir kamu tidak diterima di sekolah itu!" Ayah mengungkapkan kekhawatirannya pada Indah.


"Selama ini, kamu tidak pernah memiliki nilai raport lebih dari tujuh!" Ayah semakin khawatir Indah tidak bisa dibujuk.


"Tapi aku tidak pernah punya nilai merah, Ayah!" Indah menunduk, bulir bening jatuh di pipinya.


Indah menyesali keputusan yang diambil sejak ranking kelas menjauhinya.


Ayah mengetahui Indah menangis dan tidak tega melanjutkan perdebatan dengan gadis kecilnya.


Seperti biasa, Pagi yang cerah Ayah dan Indah berangkat ke sekolah masing - masing namun beberapa hari terakhir Pak Yusuf tidak lagi menggunakan jasa Pak Ahmad untuk mengantar jemput Indah karena Indah sudah tidak belajar dan akan pulang pergi dengan sepeda ketika ke SMP nanti.


Di sekolah, ayah mencari tau kapan waktu pengumuman kelulusan siswa SD kepada temannya.


"Nilai hasil ujiannya sudah ada, pak. Kita hanya menunggu waktu karena ini hari Sabtu, maka kita akan mengumumkannya hari Senin" Guru kelas enam di sekolah ayah menjelaskan tentang pengumuman kelulusan yang akan dilaksanakan dua hari lagi yaitu hari Senin.


Pak Yusuf sedikit mengembangkan senyum, entah apa yang ada dalam pikirannya. Hanya author yang tau.



Di sekolah, Indah bertemu Ika.



"Kamu mau melanjutkan kemana Indah?" Indah membuka pembicaraan pagi itu.



"Aku ingin lanjut ke SMP Negeri 1". Dengan tidak yakin, Indah berusaha tersenyum menjawab pertanyaan Ika. "Kamu?"



"Aku... Aku lanjut ke SMP 2!" "Kamu tau kan, kalau aku tidak terlalu pandai. Jadi ga mungkinlah kalau aku melanjutkan ke tempat yang sama sepertimu!" Jawab Ika memelas.



"Aku sih yakin bisa masuk SMP N 1 tapi ayahku tidak yakin dengan pilihanku. Ayah takut nilaiku tidak cukup untuk masuk ke sana!"



Keduanya nampak bersedih. Indah sedih karena khawatir apa yang dikhawatirkan ayahnya menjadi kenyataan. Sedangkan Ika sedih karena Indah tidak akan satu sekolah dengannya dan tidak ada lagi sahabat yang mau mengerti tentang keadaannya seperti Indah.



Mereka mengobrol hingga satu per satu teman sekelas mereka datang ke sekolah. Mereka pun bergabung dengan Indah dan Ika dan saling menanyakan hal sudah di bahas oleh dua bersahabat itu sejak datang pagi itu.



Mereka masuk kelas saat wali kelas mereka, Bu Murniati keluar dari ruang guru menuju kelas mereka.



Bu Murni membagikan amplop putih berisi surat pemberitahuan tentang kelulusan yang akan dilaksanakan pada hari Senin dan di hadiri Para siswa kelas enam beserta orang tua masing \- masing. Di dalam amplop tersebut juga berisi angket pilihan sekolah yang hanya tertulis nama, sekolah tujuan.



Bu Murni menjelaskan agar siswa dan orangtuanya mengisi lembaran tersebut karena sekolah akan mendaftarkan siswanya ke Sekolah Menengah Pertama yang dituju secara kolektif.



❤️❤️❤️ Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like and vote ya readerku sayang❤️❤️❤️



Ditunggu juga komentarnya agar author lebih semangat up\-nya!💪💪💪


Terima kasih🙏🙏🙏