My Brother

My Brother
SMA vs SMK



Sepulang dari Taman, Indah langsung membersihkan diri dan naik ke tempat tidur. Tak butuh waktu lama untuk bisa sampai ke pulau mimpi. Tak butuh waktu lama pula Indah tidur malam ini, karena tepat pukul dua dini hari Indah terbangun dan melaksanakan shalat malam. Setelah itu, Indah membuka bukunya untuk mengerjakan tugas yang kemarin belum sempat ia kerjakan. Indah terlelap bersama buku pelajarannya.



Saat masuk waktu Subuh, Pak Yusuf perlahan membuka pintu kamar Indah dan membangunkannya dengan lembut.



Tanpa menunggu lama, Indah bangun dan menyegerakan Shalat.


Β 


"Indah!" Panggil Pak Yusuf sambil menepuk lembut kursi di sampingnya agar Indah duduk.



"Ada apa Ayah memanggilku?" Tanya Indah sembari duduk di samping sang Ayah.



"Sekarang, kamu sudah berada di kelas akhir SMP. Ayah ingin bertanya. Setelah lulus nanti, Indah ingin melanjutkan sekolah kemana?" Tanya Pak Yusuf lembut.



"Indah ingin melanjutkan ke SMK, Yah!" Jawabnya antusias.



"SMK?" Tanya Pak Yusuf heran, sedangkan Indah hanya mengangguk.



"Kamu mau ambil jurusan apa?" Tanya Ayahnya lagi.



"Elektronik, Ayah!" Masih dengan antusiasmenya.



"Kenapa tidak ambil jurusan lain saja?" Tanya Pak Yusuf semakin heran. Tentu beliau khawatir jika Indah memilih kelas yang isinya nyaris laki \- laki semua. Kalaupun ada perempuan, mungkin hanya satu atau dua orang saja.



"Ayah tau, kamu sangat menyukai bidang itu. Tapi Ayah khawatir jika kamu hanya satu \- satunya wanita yang berada di kelas yang kamu mau itu, Nak!" Pak Yusuf mengungkapkan kekhawatirannya.



"Ayah mau kamu masuk SMA saja. Pilih jurusan yang kamu mau, asal jangan ke SMK apalagi jurusan Elektro yang kebanyakan siswanya laki \- laki, serta mereka berasal dari luar kota!" Lanjut Pak Yusuf.




"Baiklah, Ayah. Aku akan mengikuti keinginan Ayah!" Jawab Indah sembari tersenyum menutupi kekecewaannya. Pak Yusuf pun ikut tersenyum karena gadis kecilnya tak pernah menolak apa yang menjadi keputusannya.



"Ayah, Indah siap \- siap berangkat sekolah dulu!" Pamitnya pada sang Ayah dan berlalu ke kamar setelah mendapat anggukan dari ayahnya.


"Apa PR mu sudah selesai?" Tanya Ana.



"Sudah, donk!" Jawab Indah santai.



Mereka berjalan menuju kelas melewati Rahmat yang sedang duduk di depan pintu kelasnya. Tiba \- tiba Pak Suluh sang guru Seni Musik memanggil Indah. Ia meminta tolong agar Indah membantunya memperbaiki beberapa kipas angin yang rusak di ruang komputer. Sementara Indah menyuruh Ana untuk masuk kelas.



"Dari mana Bapak tau kalau saya bisa memperbaiki sambungan kabel?" Tanya Indah heran.



"Dari Pak Fadly. Tadi bapak menghubungi beliau untuk segera datang memperbaiki beberapa kipas yang rusak karena bapak tidak sanggup menyelesaikannya sendiri. Beliau bilang kalau hari tidak bisa datang ke sekolah karena ada kepentingan keluarga. Beliau menyuruh bapak untuk memanggil dan meminta bantuan pada salah satu siswa kelas IX dan beliau menyebut nama kamu!" Pak Suluh menjelaskan panjang lebar. Indah membantu Pak Suluh tanpa suara.



Lima menit kemudian, datang Guru komputer untuk mengadakan praktikum di ruang tersebut. Tak perlu pindah, karena Indah berada di pojok belakang ruangan sehingga tidak mengganggu jalannya praktek komputer. Pak Suluh permisi keluar sebentar untuk mengurus surat dispensasi Indah ke ruang Bimbingan dan Konseling, kemudian mengantar surat tersebut ke kelas Indah.


🌼🌼🌼



Kemudian jangan lupa like, vote n bagi koin recehnya juga ya kak!!!



Komentarmu Inspirasiku!


Komentarmu referensiku!


Komentarmu Bahagiaku!


😘😍πŸ₯°