My Brother

My Brother
Kangen Rindu



Udara pagi memang menyejukkan.


Tapi lebih menyejukkan jika melihat wajahmu!!!


❤️❤️❤️


Minggu pagi Fathur memilih naik pohon sawo yang ada di belakang rumahnya. Bertengger di sana layaknya burung yang seolah enggan terbang. Menghirup udara pagi yang masih segar sisa hujan yang semalam membasahi bumi. Berharap kekasih pujaan hatinya datang.


"Fa, apa kamu ga kangen sama Indah?" Entah kapan Ibrahim datang. Yang pasti dia sudah berdiri di bawah pohon sawo dan melihat ke arah Fathur.


"Bukan itu alasannya!" Sanggah Fathur.


"Lalu?" Tanya ibrahim penasaran


"Yah! Masih nanya lagi! Fathur membuang nafas kasar.


"Mana ada orang yang ga kangen sama kekasihnya?" Lanjut Fathur tanpa bergerak sedikitpun dari tempat bertenggernya.


"Terus, kenapa kalian ga pernah kencan? Apa kamu yang ga pernah ajak dia ngedate?"


"Ketemu? Kencan? Dinner?" Bukan pertanyaan, tapi lebih ke arah lamunan.


"Indah memang lebih muda dari pada Anik dan Nurika, tapi sifat dan cara berpikirnya tak seperti gadis seusianya!" Fathur memandang lurus ke depan, menatap kosong. "Aku ga mau ganggu Indah! Dia anak yang pintar, aku mau dia tetap fokus belajar. Kalau bicara kangen, pastilah aku sangat merindukannya. Baru saja, aku berharap dia tiba - tiba datang menemui ku. Eh ternyata, malah kamu yang muncul dipermukaan! Hehe....." Lanjutnya kemudian mencoba untuk turun dari pohon sawo.


Ibrahim yang mendengar gerakan Fathur turun, segera melarangnya " Stop, Fa!"


"Kenapa?" Tanya Fathur.


"Aku mau kamu ambilkan sawo buat aku!" Ibrahim meminta sembari memperlihatkan wajah sayu pertanda memohon.


"Ambil aja sendiri!" Goda Fathur sambil tersenyum dan naik kembali ke dahan yang lebih tinggi dan lebih banyak buahnya.


"Kamu kan tau sendiri kalo aku takut ketinggian!" Ibrahim memelas duduk dibawah pohon mengira bahwa Fathur sedang menuruni pohon sawo.


"Jalan - jalan yuk!" Nurika membaca chat yang di kirim Indah.


"Kemana?" Nurika membalas chat Indah.


"Ke rumah Fathur!" balas Indah.


Setelah sepakat, Indah dan Nurika mengayuh sepeda masing - masing ke tempat tujuan mereka.


"Kalau aku yang mau, apa kamu juga akan memintaku naik ke atas pohon mengambilnya sendiri?" Ledek Indah dan Nurika hanya tersenyum di sampingnya.


Seketika Fathur langsung mencari asal suara. Namun ia tak percaya dengan kehadiran kekasihnya. Fathur menjatuhkan sebuah sawo di depan Ibrahim. "Hus!" Ibrahim terperanjat, kemudian berdiri dan menoleh ke atas. "Apaan sih pake' acara jatuhin sawo? Kalo kena muka aku gimana?"


"Astaga! Ampun mbak, ampun!" Ibrahim duduk lemas dan menangkupkan kedua tangannya di atas kepala.


"Kamu kenapa?" Tanya Nurika pada heran dengan sikap pacarnya.


"Ampun mbak, aku memang kangen sama pacarku. Tapi jangan muncul menampakkan dirimu seperti dia!" Ibrahim berbicara seolah Nurika hanyalah sebuah penampakan


"Hey, kamu pikir dia penunggu pohon sawo yang menampakkan dirinya seperti kekasihmu?" Fathur menepuk bahu Ibrahim saat ia sudah turun dari pohon sawo.


"Apa? Ja - jadi kalian?" Ibrahim menurunkan kedua tangannya dan melihat Nurika dan Indah yang berdiri di depannya.


"Kalo itu cuma halusinasi mu, ngapain aku ikut?" Indah tersenyum meledek Ibrahim dan berlalu duduk di bangku yang dibuat Ayah Fathur dari potongan batang pohon.


"Iya juga, ya!" Ibrahim berdiri menghampiri Nurika yang duduk bersama Indah.


"Ikut yuk!" Ajak Fathur pada Indah.


"Kemana?" Tanyanya.


"Cuci tangan!" Jawab Fathur dengan menaik turunkan alisnya.


Indah kemudian berlari kecil menyusul Fathur.


"Indah...!" Panggil Nurika.


"Kencan aja disitu, ga bakal ada mbak kunti kok! Lagian penunggu pohon sawo nya lagi tidur!" Jawab Indah yang mengerti maksud panggilan Nurika.


Indah dan Fathur duduk di teras rumah setelah Fathur selesai dengan cuci tangannya.


Fathur mencoba mengakrabkan Indah dengan adiknya, Fatima.


Indah dan Fatima cepat akrab, pasalnya mereka berdua seumuran


 


Maaf ya reader ku sayang, author sibuk jadi up nya sebentar. Hanya untuk mengisi kekosongan!!!


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like komen n koin receh juga ya?


Dijamin ga bakal aku tolak!!!😘😍🥰