
Naomi kini sudah duduk di bangku kelas 3 SMA, semenjak pertunangan Leon dan Vebra hubungan mereka semakin renggang. Bahkan mereka hanya bertemu satu bulan sekali, itupun jika Naomi ada waktu untuk ikut Tamara menjenguk Leon di apartemen lelaki itu.
Sedangkan hubungannya dengan Tristan, entahlah mau dikatakan semakin buruk atau semakin baik. Semenjak kedatangan Dinda dalam hidup Tristan, lelaki itu lebih memilih menghabiskan waktu dengan Dinda daripada bersama Naomi.
"Ma, jadi Naomi akan nikah dengan Tristan satu bulan lagi?" tanya Naomi sedih pada Tamara yang kini mengelus rambutnya dengan lembut. Cincin pertunangan terpasang di jari manisnya, Ricard memaksa Naomi bertunangan dengan Tristan ketika Leon berada di Jepang.
Kakaknya tengah menjalani syuting film layar lebar terbarunya yang mengambil latar negri sakura tersebut. Padahal sebelum berangkat Leon sudah mengatakan pada Ayahnya agar tak melakukan sesuatu yang membuat Naomi semakin tertekan. Leon meski terlihat menjauhi Adiknya, namun lelaki itu mamantau sejauh mana hubungannya dengan Tristan.
"Sayang, maafin Mama yang tidak bisa jadi orangtua yang baik buat kamu. Mama nggak bisa nolong kamu dari keegoisan Papa kamu, Papa sangat benci dengan hubungan antar saudara. Papa menganggap hal itu sangat hina, Sayang. Kamu terpaksa harus berhenti sekolah, sekali lagi maafin Mama, Nak." Tamara memberi pengertian pada Naomi.
"Tapi pasti ada alasan kan, Ma, kenapa Papa bisa kayak gitu. Lagipula Naomi dan Kakak bukan saudara kandung, kan?" Naomi mulai meneteskan air matanya. Kini hatinya dilanda kebimbangan, ia bingung ke mana sebenarnya hatinya berlabuh. Leon atau Tristan?
"Masa lalu, Sayang. Masa lalu yang menyakitkan yang membuat Papa jadi seperti ini." Tamara mengingat kejadian naas di mana Adik perempuan Ricard satu-satunya tewas bunuh diri setelah diperkosa oleh Kakak kandung mereka sendiri.
Ketika itu Ricard masih duduk di bangku SMA, sedangkan Adiknya masih kelas 2 SMP. Orangtua mereka meninggal dalam kecelakaan, sehingga Ricard dan Adiknya diurus oleh Kakak sulung mereka yang sudah bekerja sendiri.
Tanpa sepengetahuan Ricard dan Adik perempuannya, Kakak mereka memendam perasaan terlarang pada Adik bungsu mereka. Hingga akhirnya ketika Adiknya sakit, Kakak mereka memperkosa gadis itu hingga akhirnya ia depresi.
Ricard belum mengetahui apa yang terjadi, hingga sang Adik mengirim pesan singkat padanya, S.O.S, itulah isi pesan tersebut. Ricard yang masih bingung segera kembali ke rumah, di sana ia menemukan Kakaknya tengah memperkosa Adiknya dan dua hari kemudian sang Adik ditemukan telah tenggelam dalam bathub dengan urat nadi terpotong.
Kakaknya yang mengetahui hal itu langsung syok dan depresi, ia terpaksa dirawat di rumah sakit jiwa karena terus saja mengamuk dan akan melakukan bunuh diri. Semuanya terjadi seperti mimpi bagi Ricard, ia kehilangan Adik yang sangat ia sayangi dan juga kehilangan sosok Kakak yang sudah seperti orangtuanya sendiri.
Masa lalu yang kelam membuatnya sangat membenci hubungan terlarang antara saudara. Baik itu saudara kandung, tiri, angkat atau sepupu sekalipun, ia sangat membencinya. Ricard tak ingin kehilangan orang yang ia sayangi lagi.
Tamara menghapus air mata di pipinya, ia mengingat sosok kecil yang selalu ikut ke mana pun Ricard pergi, Yena, Adik bungsu Ricard.
"Ma?" Naomi menggenggam tangan Tamara, ia melihat kesedihan terukir di mata sang Bunda.
"Naomi akan nurut kok, Ma. Naomi akan nikah sama Tristan, nggak papa walaupun Naomi nggak melanjutkan sekolah lagi, asalkan Mama dan Papa nggak sedih," ucap Naomi yang membuat Tamara memeluk putrinya dengan erat. Air mata wanita itu mengalir dengan deras, ia seakan mencurahkan rasa sakit hatinya selama ini lewat air matanya yang mengalir.
"Maafin Mama, Sayang ... maaf," ucap Tamara parau.
***
Leon membanting vas bunga ke lantai hingga benda itu hancur berkeping-keping. Ia baru saja mendapatkan pesan singkat dari Tamara bahwa Naomi akan menikah satu bulan lagi, dan pertunangan Adiknya itu telah dilakukan ketika dirinya berangkat ke Jepang dua bulan yang lalu.
Leon benar-benar tak habis pikir dengan Ayahnya, kenapa ia bisa melakukan hal sekejam ini pada Naomi, padahal sebentar lagi Adiknya itu akan lulus sekolah.
Leon juga sudah menuruti kemauan Ricard untuk bertunangan dengan Vebra, tapi kenapa Ayahnya masih setega itu pada mereka?
To: Papa
Papa bisa senekat ini dan aku akan melakukan hal yang lebih nekat lagi untuk mendapatkan Naomi. Aku nggak peduli dengan cara apa aku mendapatkannya, Papa yang memaksaku untuk melakukannya. Kita lihat saja siapa yang akan menang.
Leon segera mengemasi barang-barangnya dan akan kembali ke Indonesia karena memang proses syutingnya sudah selesai.
Ia bersumpah akan mendapatkan Naomi apapun caranya.
***
Tristan menatap gadis cantik yang ada di depannya itu, ia mengelus surai sebahunya dengan lembut. Kecupan singkat dari bibir Dinda beberapa saat lalu masih terasa membekas di setiap inci kulitnya. Lelaki itu tersenyum menatap binar bahagia yang terpancar pada netra milik Dinda.
"Aku seneng banget, akhirnya kamu yang dapetinnya," ucap Dinda seraya menatap seprei putih yang ternoda bercak merah, darah.
"Maafin aku, Dinda. Aku nyakitin kamu," ucap Tristan merasa bersalah. Dinda menggeleng pelan, gadis itu terlihat sangat lembut dan anggun di mata Tristan. Gadis sempurna yang selalu ia idamkan untuk dimilikinya.
"Justru aku bersyukur karena memberikannya ke kamu. Tristan, aku sayang sama kamu. Aku harap kamu nggak akan pernah lupain malam ini." Dinda mengecup bibir Tristan singkat.
"Enggak akan pernah. Sebentar lagi aku bakalan nikah sama Naomi, aku harap kamu nggak jangan benci sama kami, Din." Leon menangkup pipi Dinda dengan lembut, sebuah kecupam singkat di daratkan di pipi tirus wanita itu.
"Nggak akan pernah," ucap Dinda mantap.
Tristan segera melumat lembut bibir wanita itu, hingga akhirnya desahan demi desahan kembali keluar dari bibir Dinda. Mereka melewati malam yang panjang tanpa hangguan dari siapa pun.
***
Naomi meremas foto dirinya dan Tristan kala mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Tristan yang tengah bercumbu dengan panasnya bersama Dinda seolah lelaki itu sedang tak menjalin hubungan apapun dengan dirinya.
Naomi kecewa, ia sangat kecewa dengan tristan. Beberapa kali lelaki itu mencoba meminta melakukannya dengan Naomi, hanya saja gadis itu menolak dan terus menolak. Naomi hanya ingin memberika kehormatannya ketika mereka sudah sah menjadi suami istri.
Ia menangis di dalam taksi, Naomi akan menyuruh supir itu untuk berkeliling sebentar hingga mata sembabnya menghilang. Naomi tak ingin Ricard dan Tamara mengetahui masalah ini, biarlah Naomi menyimpan semua luka itu seorang diri.
Posisinya yang hanya anak angkat, membuat Naomi enggan menceritakan sesuatu yang akan membuat mereka kecewa.
Sekitar satu jam lamanya ia berkeliling tak tentu arah, Naomi akhirnya memutuskan pulang ke rumah ketika jam menunjukkan pukul 22.13 WIB.
________Tbc.