
❤️❤️❤️ Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like and vote ya readerku sayang❤️❤️❤️
Ditunggu juga komentarnya agar author lebih baik dalam menulis dan makin semangat up-nya!💪💪💪
Terima kasih🙏🙏🙏
Mentari terbit memberikan senyuman yang menarik diri untuk bangun dari keletihan yang datang dari diri untuk melihat masa depan.
Seindah sinar Surya pagi ini, Indah berangkat ke sekolah dengan sepedanya. Tak lupa senyum manis menempel di bibirnya yang imut saat pamit dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan mengucap salam.
Pak Yusuf pun pamit pada istrinya untuk berangkat mengajar.
Iya, pak Yusuf meminta agar ibu yang datang memenuhi Undangan kelulusan Indah.
Ayah juga mengingatkan pada ibu agar tidak lupa membawa lembaran yang sudah diisi oleh Ayah sesuai keinginan anak kesayangannya.
Indah masuk ke area parkir sekolah R-1 untuk meletakkan sepedanya. Hanya ada satu sepeda di sana, milik Dian teman sekelasnya. Indah meletakkan sepedanya di samping milik Dian dan berlalu menuju kelas.
Tiba di kelas, Indah meletakkan tas di mejanya. "Indah, kamu mau lanjut kemana?" Dian menyapa Indah.
"Ke SMP 1!" Senyum manis mengembang di bibirnya. "Kamu?" Indah membalas pertanyaan Dian.
"Aku memilih lanjut ke pesantren yang ada MTs-nya di Sumenep!" Dian nampak sedih menjawab pertanyaan Indah.
Pantaslah Dian bersedih, bukan karena sekolahnya yang jauh di ujung timur pulau melainkan karena Dian tidak biasa jauh dari orang tua.
"Semoga kamu betah di sana ya!" Indah memahami perasaan temannya.
Indah duduk di kursi yang selama hampir 1 tahun ditempatinya. Karena hari ini adalah hari pengumuman kelulusan mereka dan hari terakhir mereka duduk di bangku masing - masing. Itupun hanya sebentar. Setelah orang tua mereka datang, para orang tua lah yang duduk di tempat mereka
Satu per satu teman Indah datang dan menempati tempat masing - masing. Kali ini mereka menggunakan pakaian bebas rapi tanpa seragam karena mereka hanyalah murid lulusan SD yang tidak perlu mengadakan acara Corat - coret seragam sekolah.
Jam sembilan para orang tua / wali murid mulai berdatangan. Para siswa menyambut kedatangan orang tua mereka dan mengarahkan orang tua yang datang ke kelas mereka yang sudah dipersiapkan sebagai ruang rapat wali murid kelas enam.
Indah menunggu ibu yang tak kunjung datang. Indah berlari menuju gerbang sekolah, melihat ke arah Utara sekolah karena rumah Indah berada jauh di Utara sekolah.
Tiba - tiba ada tangan yang memegang pundak kanan Indah. "Nunggu ibu ya?"
"Eh ibu, kok datang dari arah berlawanan?" Indah bertanya sambil mencium punggung tangan ibunya.
"Iya, tadi ibu berangkat dari rumah jam delapan. Ibu langsung ke toko Manikan untuk membeli bahan - bahan jahitan dan antri" Ibu menjelaskan sebab kedatangannya dari arah yang berbeda.
Indah mengajak Ibu masuk dan mengarahkannya ke kelas tempat rapat akan dilangsungkan.
Rapat di mulai, Pengumuman kelulusan membuat para orang tua dan siswa sangat deg - degan. Mereka khawatir anaknya tidak lulus. Ada yang khawatir anaknya lulus dengan nilai tidak sesuai harapan sehingga mereka tidak bisa masuk ke sekolah favorit pilihan mereka.
Berbeda dengan Bu Sri dan Indah, Ibu dan anak itu sudah mengetahui hasil ujian Indah.
Namun begitu Indah masih penasaran dengan hasil yang dicapai oleh Ika sahabatnya dan juga teman - teman yang lain.
Pengumuman kelulusan telah usai dilakukan oleh Kepala Sekolah. Tak satupun dari mereka yang tidak lulus.
Usai acara kelulusan, Kepala Sekolah memasrahkan acara selanjutnya kepada Bu Murni selaku wali kelas mereka. Para wali murid mengisi lembaran yang diberikan sekolah dua hari yang lalu. Mereka menentukan pilihan untuk anak - anak mereka sesuai batas nilai yang sudah diumumkan oleh Bu Murni sebagai persyaratan masuk sekolah yang dituju.