
Selamat Membaca ~
Seperti yang telah diinformasikan oleh Tommy hari ini Rendra ditemani Andreas dan Anton alan bertemu dengan Tommy.
Mereka akan bertemu di sebuah restoran masakan Jepang. Tempat yang dinilai paling aman oleh Tommy. Ia sengaja datang terlebih dahulu untuk melalukan reservasi tempat dan meminta agar tidak ada yang berada di sekitarnya nanti ketika Ia bertemu dengan Rendra.
Beberapa saat kemudian, Rendra tiba di restoran masakan Jepang itu. Seorang pelayan dengan pakaian khas Jepang, yaitu kimono, menyambut kedatangannya, Andreas, dan Anton. Pelayan itu mengarahkan ketiganya ke sebuah ruangan VVIP yang telah ditentukan.
Pelayan itu membuka pintu, dan terlihat sudah ada Tommy yang menunggu di dalam.
" Mari, silakan masuk Tuan - Tuan. " sapa Tommy
Setelah ketiganya duduk, barulah Tommy membuka perbincangan.
" Terima kasih sudah bersedia menyempatkan bertemu saya. " ucap Tommy.
" Tidak perlu berterima kasih. Bagaimana kabarmu? " tanya Rendra.
" Saya sangat baik, Tuan. " jawab Tommy.
" Syukurlah kalau begitu. " sahut Rendra.
" Kapan Kau keluar dari rumah tahanan? " tanya Rendra.
" Sekitar 3 hari sebelum saya menelepon Anda, Tuan. " jawab Tommy.
" Sebetulnya ada apa kau memintaku untuk bertemu denganmu di tempat seperti ini? " tanya Rendra.
" Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda. Saya tau tim pengacara Anda telah memberikan banyak bukti kejahatan Tuan Jason, dan bukti - bukti itu tidak memberatkan saya. Sehingga saya hanya mendapatkan hukuman penjara selama 6 bulan saja. " jawab Tommy.
Andreas melirik ke arah Tommy sesaat. Ia dan Anton bahkan berada dalam posisi siaga. Bisa saja tiba - tiba orang Jason muncul di sini dan membuat keributan.
" Anda tenang saja, Tuan Andreas. Saya datang seorang diri bahkan tanpa sepengatahuan Tuan Jason. " ucap Tommy seolah tahu Andreas sedang menelisik kepadanya.
" Dan kau kira aku akan percaya? " ucap Andreas dengan sinis.
" Percaya atau tidak, itu adalah urusan Anda. " sahut Tommy.
" Saya memang datang ke sini tanpa sepengatahuan Tuan Jason. Saya ingin memberikan informasi bahwa Tuan Jason telah membuat rencana pembalasan lagi untuk Anda, Tuan Narendra. " ucap Tommy.
" Saya belum mengetahui dengan detail apa rencana Tuan Jason. Yang saya ketahui, dia ingin membalas dan membuat anda sangat menderita. " ucap Tommy.
" Bagaimana kami harus percaya, sedangkan kau saja tidak tahu rencana jelas Jason bagaimana? " ucap Anton sinis.
" Saya menolak rencana pembalasan Tuan Jason sejak awal. Mungkin itu sebabnya Ia tidak mau menjelaskan secara rinci mengenai rencana pembalasan itu. " jawab Tommy.
" Yang jelas, Ia sedang menyusun rencana lagi. Tidak akan dilakukan dalam waktu sangat dekat karena Ia sepertinya sedang merekrut orang - orang baru lagi. " lanjut Tommy.
" Saya hanya ingin Anda selalu berwaspada. Tolong jaga diri Anda dan keluarga Anda. Saya dengar Anda sudah menikah dengan Nona Karunia. " ucap Tommy.
" Ya betul. " jawab Rendra.
" Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, Tuan Jason seperti memiliki obsesi tersendiri pada Anda. Ia benar - benar ingin membalas dendam pada Anda. " ucap Tommy.
" Anda adalah orang yang sangat baik, saya tidak ingin rencana jahat Tuan Jason berhasil mencelakai Anda. " lanjutnya.
" Namun, mungkin Anda sekalian sudah tau. Saya memiliki ikatan pada keluarga Jason. Dan Tuan Jason tahu betul bagaimana memanfaatkannya. Saya tidak bisa membantah perintah - perintahnya. " jelasnya panjang lebar.
Rendra terdiam. Tommy memiliki posisi yang sama seperti Andreas. Namun perbedaannya, Tommy adalah anak dari pelayan setia keluarga Jason. Ia mendapat banyak bantuan dan bahkan disekolahkan dengan baik oleh keluarga Jason.
Tentu saja, Jason memanfaatkan rasa hutang budi dengan baik. Dasar manusia licik!
" Lalu kau tidak akan berbuat apa - apa? " tanya Anton sinis.
" Seperti yang sudah saya katakan. Saya dan keluarga saya memiliki banyak hutang budi pada keluarga Tuan Jason. Dan saya sendiri sebetulnya berada dalam posisi yang tidak diuntungkan. " jawab Tommy.
Rendra memberi kode agar Andreas dan Antin lebih tenang.
" Terima kasih atas pengertiannya, Tuan. " jawab Tommy.
Tidak hanya tampan dan berpendidikan, ternyata Narendra memanglah seorang yang sangat baik.
" Mungkin saya tidak akan bisa membantu dengan terlalu sering atau kentara. Namun saya akan selalu berusaha memberikan infomari kepada Anda, sebisa saya. " janji Tommy.
Rendra tersenyum mendengar ucapan Tommy. Tidak salah Ia meminta pengacaranya tidak melibatkan Tommy dalam pemberian masa tahanan yang berat, dia memang orang yang baik. Hanya karena keadaan dan hutang budi, Ia terpaksa masuk ke dalam lingkungan Jason dan ikut menjadi kaki tangannya.
" Baiklah, terima kasih atas informasi dan bantuanmu. " sahut Rendra.
" Tentu saja, Tuan. Saya rasa sudah cukup apa yang ingin saya sampaikan. Saya pamit undur diri. " ucap Tommy kemudian beranjak.
" Kenapa kau tidak makan siang bersama kami? " ucap Rendra.
" Maaf Tuan, bukannya saya tidak mau. Tapi, Tuan Jason sudah menunggu saya. " jawab Tommy.
" Menunggu? Dia ada di sini? " tanya Andreas.
" Betul Tuan, Tuan Jason sedang nerada di Indonesia. Di Daerah O. " jawab Tommy.
" Bukankah Ia mendapat pelarangan masuk ke dalam wilayah Indonesia ? " tanya Andreas.
" Bukan Tuan Jason jika Ia tidak berhasil mendapatkan apa yang dia mau dan dengan menggunakan orang - orang tertentu. " jawab Tommy.
" Saya ingatkan lagi, saya minta Anda sekalian berwaspada. Saat ini Tuan Jason sudah seperti seorang maniak pada Tuan Narendra. " Tommy memperingatkan lagi.
" Baiklah, terima kasih. " sahut Rendra.
Tommy menganggukkan sekali kepalanya kemudian keluar dsri ruangan VVIP itu.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Sepeninggal Tommy, Rendra, Andreas, dan antin menyusun siasat untuk mencegah Jason berhasil menjalankan rencana pembalasannya.
Setelah selesai berunding, mereka lun akhirnya meninggalkan restoran masakan jepang itu.
Waktu sudah menunjukkan jam 11 malam, Rendra baru sampai di mansionnya. Ia disambut oleh Bi Habsya di depan.
" Apakah Nia sudah tidur? " tanya Rendra.
" Sepertinya begitu, Tuan. " jawab Bi Habsya.
" Apakah dia sudah terlihat lebih baik hari ini? " tanya Rendra.
" Sepertinya begitu, Tuan. Tadi sore Nona Karunia sempat merapikan bunga anggrek koleksinya di rumah kaca. " jawab Bi Habsya.
" Syukurlah. Aku ke kamar dulu Bi, " pamit Rendra.
" Selamst istirahat, Tuan. " ucap Bi Habsya yang dibalas anggukan oleh Rendra.
Dengan perlahan, Rendra membuka pintu kamarnya. Ia melihat Nia tidur meringkuk di atas tempat tidur.
Setelah membersihkan diri, Rendra menghampiri Nia yang nampaknya sangat terlelap. Ia naik perlahan ke atas tempat tidur agar tidak membangunkan Nia.
Ia menarik perlahan tubuh Nia ke dalam pelukannya. Nia membalas pelukan itu dnegan melingkarkan tangannya pada tubuh Rendra. Memeluknya dengan erat.
Rendra menutupi tubuh Nia dengan selimut. Ia mengusap lembut kepala Nia, mengecup puncak kepala Nia singkat.
" Satu hal lagi yang akan menjadi rintangan kita ke depannya. Aku yakin kita bisa melewatinya dengan baik. " ucap Rendra berbisik.
Malam itu mereka tertidur dengan posisi saling berpelukan. Pelukan yang membuat keduanya dapst tertidur dengan sangat lelap setelah hari yang melelahkan.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Mohon dukungannya teman - teman readers, dengan cara memberi rate, vote, like, dan komentar. Kasih hadiah juga bolleeeh banget.