Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part. 150 Proses Persidangan



Selamat Membaca ~


Jason terkejut melihat isi ruangan sidang. Ia tidak menyangka orang - orang itu akan hadir di sini. Ya, orang - orang yang pernah menjadi korban perbuatan biadabnya. Tidak terkecuali Rania dan juga kakeknya yang sudah tua renta. Jason hanya bisa tersenyum kecut saat digiring ke kursi tersangka yang ada di dalam ruang persidangan.


Rendra dan Andreas terlihat duduk dengan tenang di sisi kanan ruang persidangan. Terlihat juga Nia dan Sarah, juga Rudi Hanggono, ayah Sarah.


Sebetulnya, Nia dan Sarah masih trauma jika teringat tentang Jason. Tapi nampaknya, pengobatan okeh psikiater membawa dampak positif bagi mereka. Mereka terlihat lebih tenang dan sepertinya akan bisa berpartisipasi denhan baik dalam proses persidangan.


Proses persidangan dimulai dengan membacakan tuduhan terhadap Jason Alexander, pembelaan terhadap Jason oleh tim pengacaranya, dan juga hak - hak yang seharusnya diperoleh oleh Jason.


Tim pengacara yang disewa oleh Rendra pun tidak mau kalah. Mereka menunjukkan beberaoa barang bukti yang memberatkan posisi Jason saat ini. Termasuk hasil visum Nia dan Sarah, dan juga rekaman cctv yang ada.


Saksi demi saksi dipanggil untuk memberikan kesaksian. Semua saksi yang telah disiapkan oleh tim Rendra membuat keadaan Jason makin terjepit. Sangat tidak menguntungkan bagi posisi Jason saat ini.


Sampai akhirnya, tiba saat di mana Sarah memberi kesaksian sebagai korban.


" Sebutkan nama lengkap Anda. " ucap pengacara dari tim Rendra.


" Saya, Sarah Valencya Hanggono. " jawab Sarah.


" Apa kaitan Anda dengan kejadian yang diakibatkan oleh Tuan Jason Alexander? "


" Saya adalah salah satu korban penculikan. "


" Bisa Anda ceritakan kronologisnya? Bagaimana awal mulanya Anda terlibat dalam penculikan ini? "


" Awalnya saya sedang berada di toko buku. Tiba - tiba ada seorang laki - laki bernama Kevin mengajak saya berbicara. Ia meminta saya untuk membantunya mencari hadiah ulang tahun untuk keponakannya. "


" Setelah itu? " tanya sang pengacara.


" Setelah membantu memilihkan hadiah, saya berniat untuk menjemput sahabat saya, Karunia. Tapi, di tengah perjalanan saya bertemu lagi dengan Kevin. "


" Bagaimana Anda bisa bertemu lagi dengan Kevin? "


" Saat itu, ban mobil Kevin bocor dan Ia tidak membawa ban cadangan. Akhirnya Ia memjnta bantuan saya untuk membawanya ke bengkel terdekat. Tapi, saat di perjalanan, dia mengendarai mobil saya dan hanya membawa saya berputar - putar di sebuah area yang cukup jauh dari area pemukiman. " kenang Sarah dengan mata berkaca - kaca.


" Saya bertanya pada Kevin, kenapa membawaku ke sini? Ini adalah tempat yang jauh dair pemukiman. Tapi Kevin tidak menjawab, sampai akhirnya dia mencengkeram rambut saya. Menabrakkan kepala saya ke jendela mobil. "


Terdengar beberapa suara tertahan dari peserta persidangan.


" Ketika saya bangun, saya sudah dalam posisi terikat di kursi. Mulut saya ditutup dengan kain yang ditali kencang ke belakang kepala. Saya tidak tahu saat itu saya berada di mana, yang saya ingat itu hanya seperti sebuah gudang kosong. Sangat kotor dan bau. "


" Bagaimana Anda bisa tau bahwa tersangka, Tuan Jason Alexander, adalah dalang di balik semua ini? "


" Ada seorang gadis, berusia sekitar 15-16 tahun bernama Rania yang selalu mengantar makanan dan pakaian untuk saya dan Karunia. Dia mengatakan bahwa seorang laki - laki bernama Tommy memintanya untuk selalu mengantat makanan dan pakaian ganti untuk kami. Yang saya tahu, Tommy adalah nama asisten pribadi Jason Alexander. Selain itu, Rania juga mengatakan, dia terpaksa ikut bekerja di kapal ini karena keluarganya memiliki hutang kepada Angkasa Grup. Angkasa Grup adalah perusahaan milik Jason Alexander. " jelas Sarah.


" Baik, terima kasih. " kemudian pengacara itu duduk kembali di kursinya.


Jason menggertakkan giginya. Terlihat rahangnya menegang, sepertinya Ia sedang menahan amarah.


" Tahan diri Anda, ini memang situasi yang sangat sulit untuk Anda. Jika Anda terlalu nampak emosi, pimpinan sidang akan memberikan penilaian yang jelek pada Anda. Dan kondisi itu, semakin tidak menguntungkan bagi Anda. " ucap pengacara Jason setelah melihat ekspresi amarah di wajah Jason.


Mendengar perkataan pengacaranya, Jason berusaha menarik napas dalam - dalam. Ia berusaha menenangkan dirinya.


" Anda Sarah Valencya Hanggono? " tanya pengacara itu.


" Iya, betul. " jawab Sarah singkat.


" Jika Anda memang Sarah Valencya Hanggono, kenapa Anda mengaku sebagai Tsurayya? " tanya pengacara Jason.


Sarah terdiam, Ia masih ingat betul saat itu Ia mengaku bahwa namanya adalah Tsurayya.


" Anda tidak bisa menjawab? " tanya pengacara Jason lagi.


" Keberatan, yang mulia. " ujar pengacara dari tim Rendra sambil beranjak dari kursinya.


Hakim ketua mengangkat tangannya, memberi kode agar memberi kesempatan pengacara Jason tetap memberi pertanyaan kepada Sarah. Akhirnya pengacara Rendra pun duduk kembali di kursinya.


" Silakan Anda jawab. " ucap hakim ketua kepada Sarah.


" Awalnya saya diajak berkenalan, karena saya merasa tidak nyaman dengan orang tersebut yang ternyata adalah Kevin. Saya mengaku nama saya adalah Tsurayya. " jawab Sarah.


" Kenapa Anda menggunakan nama Tsurayya? " tanya pengacara.


" Nama Tsurayya terlintas begitu saja dalam pikiran saya. "


" Bagaimana bisa nama itu terlintas begitu saja dalam pikiran Anda?


" Nama itu, adalah nama salah satu teman dekat saya. "


" Anda sadar Anda telah membuat kesalahan? " tanya pengacara.


" Anda telah melakukan sebuah penipuan, pemalsuan identitas. " serang pengacara Jason.


Tiga orang dari tim pengacara Rendra beranjak bersamaan dan berkata dengan lantang, " Keberatan, yang mulia. Pertanyaan tidak relevan dengan kasus yang ditangani dalam persidangan. "


" Keberatan ditolak. " ucap sang hakim ketua.


Hakim memberi kode lagi agar pengacara Jason tetap melanjutkan pertanyaan. Sarah mukai terlihat gelisah.


" Seandainya Anda tidak mengaju sebagai Tsurayya, Anda tidak akan terlibat dalam hal ini. Dengan kata lain, Anda menjebak diri Anda sendiri. " ujar pengacara Jason.


" Keberatan, yang mulia. " ujar pengacara Rendra lagi.


Merasa sependapat, hakim ketua pun menyahut " Keberatan diterima. Tuan Pengacara, silakan memberikan pertanyaan yang relevan dengan kasus yang sedang kita persidangkan. "


Akhirnya pengacara Jason pun mengalah. " Saya sudah selesai, "


Kemudian pengacara itu berjalan kembali ke arah kursinya. Ia duduk dan tersenyum sinis ke arah Sarah.


Persidangan berjalan sedikit alot. Setelah mendengar semua kesaksian para saksi yang jelas sangat memperburuk nilai Jason dan semakin tidak menguntungkan bagi posisi Jason, pihak pembela Jason tetap bersikukuh bahwa Jason berada dalam perlindungan hukum pemerintah Finlandia, sehingga tidak seharusnya pengadilan di Indonesia dapat menjatuhi hukuman atas Jason.


Mendengar pembelaan dari pengacara Jason, ketua tim pengacara Rendra mengangkat tangannya ke atas. Dengan lantang Ia berucap, " Keberatan, yang mulia. "


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍