Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part. 45 Penyelidikan dimulai




Di sebuah ruangan rahasia -



Andreas duduk di kursi. Wajahnya terlihat sedang serius. Nampaknya Ia sedang menunggu seseorang.


Ia memeriksa jam tangannya. Lima menit lagi, batinnya. Nampaknya Ia sedang menunggu seseorang.


" Selamat malam Tuan Andreas, " sapa Anton.


Anton adalah pimpinan tim bodyguard keluarga Hartawan. Sudah bertahun - tahun Hartawan tidak hanya memanfaatkan pengamanan dari bodyguard resmi, bahkan juga dari beberapa perkumpulan mafia yang berkedok sebagai bodyguard resmi.


" Silakan duduk. " ucap Andreas.


Anton kemudian duduk. Berhadapan dengan Andreas.


" Bagaimana perkembangan pelaku pengrusakan dan pengejaran terakhir kali? " tanya Andreas.


" Buntu Tuan. " jawab Anton.


" Semua cctv pada saat kejadian tiba - tiba mengalami kerusakan. Selain itu pihak kepolisian sepertinya menutupi apa yang sudah terjadi. " jelas Anton.


" Kami sudah menggunakan jalur resmi dengan mengajukan surat penyelidikan dan meminta bantuan kepada pihal kepolisian. Namun mereka selalu menolak pengajuan kita, Tuan. " lanjutnya.


Andreas termenung. Sudah pasti pihak kepolisian terlibat. Jika tidak, kenapa mereka menghambat proses penyelidikan? Bukankah ini sudah jelas adalah sebuah penyerangan.


" Lalu apa kau ada usaha yang lain? " tanya Andreas lagi.


" Saat itu kau mengatakan bahwa plat nomor mobil itu palsu. Penjambretan, pelaku hanya menerima perintah melalu panggilan telepon saja. " ucap Andreas.


" Betul Tuan. " jawab Anton.


" Kami sudah menyelediki. Dan saat ini kami ketahui mereka memang hanya preman pinggiran yang menerima perintah dengan bayaran murah saja. Jadi wajar ketika mereka hanya melakukan tanpa mengetahui siapa yang memerintah mereka. " lanjut Anton.


" Mereka hanya mendapat perintah dan kiriman uang begitu saja. " lanjutnya.


" Hmm... " Andreas memehamkan matanya, berusaha berpikir dengan jernih di tengah - tengah kondisi tidak menguntungkan seperti ini.


Kenapa semuanya buntu. Terlalu rumit. gerutu Andreas dalam hati.


" Sudahlah. Jika kasus itu memang tidak dapat di periksa lebih lanjut, maka biarkan saja. " ucap Andreas.


" Ada hal penting lain yang harus kita kerjakan sekarang. " ucap Andreas lagi.


" Apa itu Tuan? " tanya Anton bersemangat.


Andreas menyerahkan sebuah box file kepada Anton.


" Kau cari tahu tentang penggusuran daerah O. Cari siapa saja yang terlibat. " perintah Andreas.


" Dan kau cari tahu juga, semua tentang Jason Alexander. Pemilik Angkasa Group. " lanjutnya.


" Baik Tuan. " sahut Anton.


" Selesaikan secepatnya. Kerjakan dengan rapi. Jangan sampai ketahuan. " Andreas memperingatkan Anton.


" Siap. " sahut Anton.


Kemudian Anton keluar dari ruangan.


Anton sangat senang dengan perintah penyelidikan seperti ini dibandingkan dengan tugas menjaga atau mengawal orang. Walau basic Anton adalah seorang bodyguard.


Dia merasa dirinya lebih cocok menjadi seorang agen rahasia. Jiwanya merasa lebih hidup.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Sementara itu, Jason akhir - akhir ini sering sekali tiba - tiba muncul di sekitar Nia.


Dalam keadaan apapun, seringkali Jason tiba - tiba muncul, entah untuk sekedar memberi bantuan atau karena tidak sengaja berada di tempat yang sama.


Nia tidak pernah berpikiran yang aneh - aneh. Namun, semenjak kejadian bersama Sarah saat itu, Sarah selalu mengingatkan Nia untuk terus bersikap waspada.


Sebetulnya, penjaga yang ditempatkan untuk menjaga Nia pun masih bertugas. Hanya saja, atas permintaan Nia, mereka dibebastugaskan oleh Rendra. Nia khawatir orang - orang di sekitarnya menyadari keberadaan penjaga itu dan merasa tidak nyaman.


Selain itu, Nia merasa walau Jason sedikit mencurigakan, Ia tidak akan bisa menyakiti Nia karena Nia sudah tahu bahwa Jason memiliki kepentingan urusan bisnis dengan Rendra.


Apa yang perlu kukhawatirkan. Semua akan baik - baik saja. Nia selalu menanamkan pemikiran positif seperti itu dalam benaknya.


" Nia. " sapa Raya.


" Hei, " sahut Nia. " Ada apa? "


" Bisakah kau temani aku sepulang kerja nanti? " tanya Raya.


" Tentu saja. " jawab Nia.


" Oke, aku perlu beberapa masukanmu mengenai hadiah untuk ulang tahun adikku. Aku tidak cukup pandai dalam memilih hadiah. " ucap Raya.


" Oke. Siap Bos. " jawab Nia.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Saat ini, Nia dan Raya sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan. Nia menemani Raya mencari hadiah ulang tahun untuk adiknya.


Setelah berkeliling dan memutuskan hadiah yang akan diberi ke adik Raya, mereka memutuskan untuk makan malam di sebuah tempat makan cepat saji.


" Nia, kau mau makan apa? Pilihlah. Aku yang traktir. " ucap Raya.


" Seriusan nih? " tanya Nia.


" Iyaa, kau kan sudah mengantarku mencari hadiah untuk adikku. " jawab Raya.


" Wah, asik. Makasih yaaa. " sahut Nia.


" Aku mau... Paket satu saja. " ucap Nia.


Bersamaan, ada seseorang juga mengucapkan menu makanan yang Ia pesan.


" Paket satu, satu porsi. " ucap orang itu.


Reflek mereka saling tatap. Ternyata Jason.


" Halo Nia. Kebetulan sekali. " ucap Jason.


" Ah, iya Tuan Jason. " sahut Nia.


" Anda juga, Raya kan? " tanya Jason denhan eskpresi wajah mengingat - ingat.


" Iya Tuan, " sahut Raya.


" Betul - betul sebuah kebetulan. " ucap Jason lagi.


Nia dan Raya hanya membalas dengan senyuman.


" Mbak, tagihan jadi satu dengan milik saya. " ucap Jason.


Dengan cepat Raya dan Nia menolak. " Tidak Tuan. Jangan. " ucap Nia dan Raya kompak.


" Tidak masalah. Sudah jadi satu saja. " ucap Jason.


Karena Jason tetap bersikukuh untum membayar, akhirnya Nia dan Raya hanya menurut saja.


" Mari makan bersama kami saja, Tuan. " Raya menawarkan.


" Bolehkah? " tanya Jason.


" Iya Tuan, silakan makan bersama kami. " ucap Nia.


Akhirnya mereka pun menikmati makan malam bersama dalam satu meja.


" Bukankah ini adalah sebuah kebetulan yang sangat menyenangkan? Aku bisa bertemu dan makan lagi bersama kalian. " ucap Jason.


Nia dan Raya tersenyum dengan ekspresi yang tidak dapat diartikan.


" Apakah Tuan memang sering datang ke sini? " tanya Raya.


" Tidak. Aku sedang menghabiskan waktu saja. Bekerja membuat kepalaku pusing. Aku ingin mencari angin segar. " ucap Jason.


" Lalu, di mana teman kerja Anda? Apakah dia tidak ikut? " tanya Raya.


" Oh, ini adalah jam off nya. Jadi dia sedang berisitirahat. " jawab Jason.


Padahal, sebenarnya Tommy sedang berada di tempat yang sama dengan mereka. Mengawasi gerak - geriknya dari kejauhan.


Yang tidak mereka sadari, ada penjaga yang dikirim oleh Andreas secara diam - diam untuk mengawasi Nia.


Nia memang sudah menolak untuk diberi penjagaan, tapi tetap saja. Rendra dan Andreas merasa kondisi Nia tetap memerlukan pengawasan.


Dan betul saja, penjaga yang ditugaskan itu menangkap basah seseorang sedang berusaha mengambil gambar Nia, Raya, dan Jason yang sedang makan bersama.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Mohon maaf penulis telat up story.


Maafkan maafkan,


Insyaa Allah akan diusahakan untuk up story dengan teratur. Dan bener - bener diusahakan untuk bisa crazy up jugaaaa