Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 65. Informasi Penting (2)



Selamat membaca ~


Kembali lagi ke ruang VVIP di sebuah club malam ~


“ Anda tau Lionell? “ tanya Jason kemudian menenggak minuman keras.


Lionell memandang Jason dengan wajah penuh tanya tanpa berkata apapun.


“ Aku akan mencoba mendekati Ben Walker. Bukankah akan menjadi sengat baik jika walikota dan wakilnya bersekutu dan menjadi kolegaku semua? “ tanya Jason.


Lionell Nampak sedang berpikir.


“ Anda bisa mencobanya, silakan saja. Namun jangan berekspektasi berlebih. “ jawab Lionell.


“ Baiklah. Aku akan mencobanya. “ sahut Jason dengan penuh percaya diri.


Jika Lionell saja bisa kudapatkan, seharusnya Ben Walker bisa kudapatkan juga dengan mudah. Ucapnya dalam hati dengan penuh percaya diri.


Tommy hanya terdiam. Sedari tadi Ia memperhatikan Sandra dan Aiko bergantian. Ia melihat Sandra yang sedikit - sedikit menyentuh anting - anting mutiaranya. Ia merasa seperti ada sesuatu yang aneh dengan wanita itu.


Sedangkan Aiko seperti merasa tidak suka tubuhnya disentuh terus - menerus oleh Thomas. Bukankah itu resiko pekerjaannya? Seharusnya Ia tidak keberatan untuk disentuh oleh laki - laki jika Ia telah memutuskan menjadi wanita penghibur di tempat seperti ini. Batinnya.


Merasa sedang diperhatikan, Aiko mendekatkan wajahnya ke arah Thomas dan berbisik, “ Kenapa tuan yang di ujung situ memperhatikanku terus? Apakah Dia tidak suka padaku? “


Thomas reflek menoleh ke arah Tommy dan menatapnya dengan tatapan tajam.


“ Jika kau ingin satu yang begini, cari sendiri. Jangan kau pandangi terus wanitaku! “ serunya dengan nada tidak stabil. Sepertinya Ia sudah mabuk berat.


Tommy mengabaikan ucapan Thomas..


Ia mengalihkan pandangannya ke arah Lionell dan Sandra. Lagi - lagi Sandra menyentuh anting - antingnya. Tanpa sengaja Ia seperti melihat sesuatu yang aneh ada di anting - anting Sandra.


Seketika Ia beranjak dari duduknya.


“ Hei, apa itu tadi? “ tanya Tommy membuat seisi ruangan yang sudah mabuk itu menoleh ke arahnya.


Gawat. Jangan - jangan Ia menyadari ada kamera di anting - antingku. Batin Sandra.


Dengan cepat Ia berpura - pura menopang tubuh Lionell yang sudah mulai teler dan berbisik di telinga Lionell.


“ Ayo kita ke kamar saja Tuan, aku sudah tidak tahan. “ bisiknya.


Mendengar bisikan Sandra, Lionell sumringah. Ia juga sudah tidak bisa menahan hasratnya dan ingin segera menikmati Sandra malam ini.


“ Ayoo kita ke kamar kita, cantik. “ ucapnya sambal beranjak dari duduknya walau dalam keadaan tidak stabil.


Sandra ikut beranjak dan dengan wajah genit mengedipkan matanya ke arah Lionell yang menatapnya penuh nafsu.


“ Hei! Aku sedang bicara padamu. Apa itu? “ tanya Tommy sambal menunjuk ke arah telinga Sandra.


Jelas dia sudah tau ada sesuatu di anting - antingku. Batin Sandra.


Dengan cepat Ia berpura – pura memeluk tubuh Lionell dan dengan suara berbisik meminta pertolongan melalui microfon kecil yang ada di anting – antingnya.


“ Blue fire. “ bisiknya memberi kode untuk meminta pertolongan.


Sandra berusaha menarik Lionell dan memapahnya ke arah pintu keluar. Jujur saja, Ia mulai panik. Bagaimana tidak? Ia sedang berada dalam ruangan yang sama dengan pembunuh bayaran yang bisa saja mengamuk dan membahayakan nyawanya dan juga nyawa Aiko.


“ Mau ke mana kau? “ cegah Tommy.


“ Maaf Tuan, tolong beri jalan. Kami ingin menghabiskan waktu bersama. “ jawab Sandra.


“ Tidak bisa. Lepaskan dulu benda yang ada di telingamu itu. “ ucap Tommy.


Tommy kemudian mendekatkan tangannya berusaha menarik anting – anting yang dikenakan oleh Sandra.


Dengan cepat Lionell menepis tangan Tommy.


“ Hei. Aku tidak suka kau menyentuh wanitaku! “ hardik Lionell yang sudah mabuk.


“ Sebentar Tuan, saya melihat ada sesuatu yang aneh di situ. “ ucap Tommy.


Bahaya. Ke mana pertolongan yang aku minta? Kenapa mereka tidak segera datang.


Tiba – tiba…


Brakk!


Terlihat Andra dan Jessie masuk ke dalam ruangan VVIP. Mereka sedang berjalan seperti orang mabuk dan saling berpelukan.


“ Siapa kalian?! Berani - beraninya masuk ke sini?! “ seru Derry dari kursinya.


Andra dan Jessie menatap ke arah Derry, berekspresi bingung.


“ Oh, maaf Tuan. Aku kira ini adalah kamar khusus untuk tamu. Hahaha. “ ucap Andra dengan intonasi bicara yang dibuat - buat seperti sedang mabuk.


“ Anda gagah sekali Tuan, aku ingin bersama denganmu malam ini. “ ucapnya genit sambal bergelayut manja di lengan Tommy.


“ Hei! Kau jatahku malam ini! Kemari kau! “ seru Andra.


Andra menghampiri Jessie dan mendorong tubuh Tommy. Terjadilah keributan di ruangan VVIP itu akibat ulah Andra.


Sandra memanfaatkan momen keributan itu dengan membawa Lionell keluar dari ruang VVIP dengan cepat menuju kamar yang telah diatur untuk mereka.


🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️


Di sebuah kamar khusus yang berada di dalam club malam ~


Sandra membawa Lionell dengan susah payah. Ia memapah tubuh Lionell yang tambun dan membawanya ke arah kasur.


Ia mendorong tubuh berat itu ke Kasur. Lionell menyeringai di tengah mabuknya. Membayangkan betapa indahnya malam yang akan Ia lalui dengan Sandra malam ini.


Ia menarik Tangan Sandra hingga tubuh Sandra kini berada di atas tubuhnya. Ia berusaha mencium bibir Sandra namun Sandra berhasil mengelak.


Sandra berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Lionell dan bangkit.


“ Sabar dulu Tuan. Aku ingin menyiapkan minuman untuk Anda. “ ucapnya.


“ Untuk apa? Aku sudah sangat mabuk malam ini. “ sahut Lionell dengan seringai di wajahnya.


“ Minuman khusus untuk menjaga stamina malam ini. “ ucap Sandra dengan genit.


Sandra berjalan ke sebuah meja kecil dan mengambil sebotol minuman kemudian menuangkan isinya ke dalam gelas.


Lionell mengangkat gelasnya dan menatap ke arah Sandra yang sedang menuang minuman.


“ Minuman apa itu? “ tanyanya curiga.


“ Ini minuman khusus Tuan. Seperti yang saya katakana tadi, untuk menjaga stamina Anda malam ini. “ ucapnya kemudian mengedipkan matanya.


“ Kau meragukanku? Aku bisa memberimu kepuasan maksimal malam ini. “ ucapnya kemudian bangkit dan duduk di Kasur.


“ Tentu saya tidak meragukan Anda. “ ucap Sandra.


“ Ini yang berbeda. “ ucap Sandra kemudian memasukkan sebuah pil berwarna putih ke dalam minuman.


“ Apa itu? Kau mau meracuniku? “ tanya Lionell.


“ Mana saya berani, Tuan? “ ucap Sandra seraya mendekat ke arah Lionell.


Sandra menyerahkan gelas minuman itu ke Lionell. Lionell pun menerima gelas itu dengan ragu.


“ Ini untuk membuat Anda kuat sampai banyak ronde malam ini. Ingat kan? Aku masih tersegel. “ bisik Sandra memprovokasi Lionell.


Lionell menyeringai lagi. Ia meminum minuman itu dengan cepat dan hingga tak bersisa.


Beberapa detik kemudian Ia merasa kepalanya nyeri dan berdenyut. Ia pun terkapar di atas kasur.


Kini, giliran Sandra yang menyeringai.


“ Mari kita mulai, Tuan Lionell Adam. “ ucap Sandra.


Ia menepuk pelan pipi Lionell yang sedang melayang. Ia mengambil kamera yang sudah disiapkan di dalam ruangan. Mendekatkan posisinya ke posisi Lionell yang sedang berbaring di kasur.


“ Halo Tuan Lionell… Anda masih bisa mendengar suaraku kan? “ tanya Sandra.


“ Err… Ya… “ sahut Lionell dengan nada tidak beraturan akibat pengaruh obat yang Ia minum tadi.


“ Baiklah. Siapa nama lengkap Anda? “ tanya Sandra.


“ Lionell Aston Adam. “ jawab Lionell.


“ Anda bekerja sebagai apa? “ tanya Sandra lagi.


“ Aku walikota aguuuung di Kota A. “ jawab Lionell.


“ Baik, mari kita mulai. “ ucap Sandra.


🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️


Halo sayang - sayangku, jangan lupa dukung aku yaaaa


Beri rate, vote, like, dan komentar yaaaaa


Mau kasih hadiah juga boleh banget loh ❤


terimikiciii ❤