Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 82. Melumpuhkan Thomas



Selamat Membaca ~


" Coba saja! Akan kubunuh gadis ini di depan kalian semua! Akan kubawa dia mati bersamaku! " ancam Thomas dengan kilatan mata penuh amarah.


Dari intonasi bicaranya, sepertinya Thomas sedang tidak dalam keadaan baik. Sepertinya dia sedang dalam pengaruh obat – obatan. Akan jauh lebih berbahaya jika dia lepas kendali, bisa – bisa dia membunuh banyak orang di sini.


“ Turunkan senjata kalian! Biarkan aku pergi dari sini! Atau aku bunuh gadis ini! “ ancam Thomas lagi.


Cih! Kukira dia sangat cerdik karena sudah menjadi pembunuh bayaran yang hebat. Ternyata dia tetap manusia bodoh. Berada di bawah pengaruh obat – obatan sudah bisa membuatnya menjadi manusia gila. Gumam Rendra.


Rendra memberi kode agar seluruh agen menurunkan senjatanya, termasuk Anton. Perlahan semua agen menurunkan senjatanya, tidak terkecuali Anton. Namun mereka semua tetap dalam kewaspadaan tingkat tinggi.


Thomas menyeringai, dengan sengaja Ia menjilat kulit wajah Nia di depan Rendra. Air mata Nia mengalir semakin deras karena perlakuan Thomas padanya.


Melihat kekasihnya menangis dan sedang dalam bahaya, hati Rendra terasa hancur.


“ Katakan apa yang kau mau?! Kau mau uang? Katakan saja! Asal kau lepaskan wanitaku! “ seru Rendra.


Thomas terbahak dengan posisi kepala ke belakang, kepala Nia ikut tertarik ke belakang. Melihat itu, rahang Rendra mengeras. Tangannya mencengkeram kuat, ingin rasanya dia menghajar Thomas sekarang juga.


“ Uang bukan segalanya Narendra! “ teriak Thomas.


“ Lalu apa yang kau mau? “ tanya Rendra, Ia berusaha keras menahan emosinya.


“ Melihat kehancuranmu! “ teriak Thomas.


Rahang Rendra mengeras, hatinya bergemuruh. Kesalahan apa yang sudah Ia buat hingga Thomas ingin menghancurkannya? Dan kenapa harus melibatkan Nia! Amuk Rendra dalam hati.


“ Kau lihat ini, aku akan menyayat leher gadismu di depanmu. Perlahan, menyiksanya di depanmu! “ seru Thomas seperti orang kesetanan.


Thomas menggerakkan pisaunya kea rah wajah Nia. Menggeseknya perlahan di kulit mulus wajah Nia hingga menimbulkan sedikit goresan luka pada wajah Nia. Entah obat jenis apa yang sudah diminum oleh Thomas, sikapnya sungguh menakutkan.


“ Jangan berani kau lukai dia! “ Seru Rendra seraya menunjuk ke arah Thomas.


“ Lukai? Seperti ini? “ ucap Thomas sambil menggesekkan pisau di kulit wajah Nia lagi.


“ Atau ini? “ ucapnya lalu berpindah menggesekkan pisau di kulit leher Nia.


Suara tangisan Nia semakin terdengar. Ia benar – benar merasa ketakutan ketika mata pisau itu digesekkan Thomas ke kulit wajah dan lehernya.


Keringat dingin mulai bercucuran di tubuh Rendra, Ia menjadi panik setiap melihat Nia ketakutan seperti itu. Perasaan telah gagal untuk melindungi Nia selalu muncul ketika Nia ketakutan seperti itu.


Di sisi lain, sepertinya Thomas sedang sangat menikmati rasa takut Nia dan rasa cemas Rendra. Sepertinya Ia merasa puas dengan rasa cemas yang terlihat jelas di wajah Rendra. Ia juga sangat menikmati ketika bisa menyiksa Nia seperti itu, Benar – benar manusia psikopat.


Andra memperhatikan fokus Thomas saat ini sedang terpusat ke Rendra dan Nia. Ia mengendap mendekati Thomas hingga jaraknya cukup dekat dengan Thomas.


Seolah mengetahui Rencana Andra, Rendra tetap berusaha mengalihkan perhatian Thomas dengan cara mengajaknya bicara. Sedangkan Andreas dan Anton bersiap jika Andra berhasil menjatuhkan Thomas.


“ Apa harga dirimu terluka jika aku berbuat begini? “ Thomas mencium pipi Nia, berusaha memancing amarah Rendra. Sepertinya Ia memiliki obsesi tersendiri pada Rendra, selain sikap psikopatnya sendiri.


“ Jauhkan mulut kotormu dari kekasihku! “ seru Rendra yang tanpa Ia sadar maju selangkah.


“ Eits! Mundur! Kau tidak lihat ini?! “ seru Thomas sambil memainkan mata pisau di area leher Nia lagi.


Ia memainkan mata pisau itu hingga menimbulkan luka gores di leher Nia. Tampak darah segar mengalir dari luka di leher Nia.


“ Kurang ajar kau! “ teriak Rendra hampir saja Ia berlari maju menghajar Thomas namun ditahan oleh Andreas.


“ Kau lihat ini! Benda kecil bisa saja membuat nyawa kekasihmu melayang! “ seru Thomas dilanjut tawanya yang menggelegar.


Melihat Thomas sedang lengah, Andra berlari mendekati Thomas dan melumpuhkan Thomas dengan memukul bagian belakang kepala Thomas. Jessie yang juga sudah berhasil maju mendekat menarik tubuh Nia dan menjauhkan dari jangkauan Thomas.


Andra berhasil merebut pisau dari tangan Thomas dan melemparkannya jauh dari jangkauan Thomas. Anton segera bergabung dan ikut menindih tubuh Thomas agar Ia tidak bisa bergerak.


Rendra segera berlari memeluk tubuh Nia yang sudah sangat lemas. Segera Ia memeriksa luka di wajah dan leher Nia, beruntung lukanya tidak terlalu dalam.


“ Andreas, kau urus dia. Andra dan Jessie ikut aku ke rumah sakit. “ perintah Rendra.


Andra dan Jessie mengangguk, dengan sigap Andra segera membuka pintu mobil yang berada paling dekat dengan posisi Rendra. Rendra memapah tubuh Nia, membantunya masuk ke dalam mobil kemudian Ia menutup pintu mobil dan berlari masuk melalui pintu mobil yang lain. Jessie pun segera masuk dan duduk di kursi samping pengemudi. Kemudian Andra menjalankan mobil berjenis sedan berwarna hitam itu dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.


🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️


Di sebuah rumah sakit di Kota A ~


Nia saat ini sudah mendapat tindakan rawat luka dari tenaga kesehatan yang bertugas. Beruntung lukanya tidak dalam, sehingga Ia tidak memerlukan jahitan pada lukanya. Namun karena sedang dalam keadaan shock, dokter terpaksa memberi penenang pada Nia.


Saat ini Nia sudah berada di ruang rawat VVIP setelah sebelumnya mendapat perawatan awal di ruang gawat darurat.


Andra dan Jessie masih bersiaga di depan ruang VVIP, sedangkan Rendra sedang menemani Nia di dalam ruang perawatan.


di dalam ruang perawatan VVIP, Rendra menatap lekat wajah Nia yang terlelap karena efek obat penenang yang diberikan padanya. Ia menggenggam dan mengusap lembut tangan Nia.


Ia merasa sangat bersalah atas apa yang telah terjadi hari ini. Namun Ia masih bersyukur, Nia masih bisa diselamatkan dan kerja kerasnya untuk menjerumuskan Jason dan kawanannya berhasil dilakuan hari ini.


Setelah memastikan Nia benar - benar nyenyak dalam tidurnya, Ia beranjak dan berjalan keluar dari ruangan. Ia ingin berterima kasih kepada Andra dan Jessie telah menyelamtkan Nia hari ini. Dua orang agen yang masih sangat muda itu benar – benar telah melakukan tugasnya dengan baik.


Rendra membuka pintu dan segera disambut dengan posisi membungkuk hormat Andra dan Jessie. Ia berjalan mendekati mereka dan menyodorkan tangannya, mengajak berjabat tangan.


“ Terima kasih untuk keberanianmu hari ini. Kalian sudah bekerja dengan sangat baik. “ ucap Rendra.


Andra dengan cepat menjabat tangan Rendra, merasa sangat beruntung dapat berjabat tangan dengan atasannya itu. Setelah berjabat tangan dengan Andra, Jessie juga berjabat tangan dengan Rendra.


“ Sudah menjadi tugas kami Tuan, “ ucap Andra.


“ Benar Tuan, apalagi Nona Karunia sudah seperti teman dekat kami. Sudah menjadi naluri kami untuk bisa menyelamatkan dan menjaga Nona Karunia. “ sambung Jessie.


Rendra tersenyum mendengar jawaban dari dua agen muda ini. Awalnya Ia sempat merasa pesimis karena dua agen ini masih sangat muda, namun hari ini mereka sudah menunjukkan bahwa mereka adalah agen yang mumpuni dan sangat bisa diandalkan.


“ Masuklah ke dalam, jaga Nia di dalam. Aku harus menemui direktur rumah sakit ini. “ ucap Rendra.


“ Baik, Tuan. “ sahut Andra dan Jessie kompak.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam ruangan VVIP tempat Nia dirawat setelah Rendra meninggalkan mereka.


🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️


Kira - kira gimana ya dengan Jason dan komplotannya? apakah kali ini mereka bisa lolos lagi?


hayuk ikuti kelanjutan dari karya penulis yah ❤


mohon dukungannya dengan cara memberi rate, vote, like, dan komentar. Mau kasih hadiah juga boleh. Apapun bentuk dukungannya, sangat berarti untuk penulis ❤