
Selamat Membaca ~
Rendra terduduk lemas sembari menatap bayangan Jason membawa paksa Nia dengan menodongkan senjata berapi ke arah kepala Nia.
Dengan sigap, Andreas membantu Rendra untuk bangkit. Ia memapah tubuh Rendra yang seperti tidak bertenaga setelah melihat istrinya sedang dalam keadaan seperti itu.
" Anda tenang saja, Tuan. Anak buahku yang lain sudah bersiap di luar sana. " ucap Anton berusaha menenangkan.
" Bukankah mereka sedang menangani preman lokal? " tanya Rendra.
" Preman lokal itu bisa dilumpuhkan dalam waktu singkat. Preman - preman itu sudah tidak berkutik lagi saat ini. " jawab Anton.
" Saat ini, mereka sudah bersiap di area jalan utama. " lanjutnya.
" Syukurlah kalau begitu. " ucap Jessie dan Andra bersamaan.
" Kalau begitu, ayo kita susul mereka. " ucap Rendra bersemangat.
Andreas ikut tersenyum melihat adiknya yang tadi sempat patah semangat sekarang kembali bersemangat.
Kemudian mereka segera kembali ke mobil dan menyusul Jason dan anak buahnya.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Sementara itu, sebuah mobil besar pembawa barang sedang melaju dengan kecepatan sedang menembus kegelapan. Mobil itu bergerak menjauh dari rumah kosong yang berada di tepi danau.
Jason, Tommy, Kevin, dan beberapa anak buahnya berada di dalam box mobil. Sedangkan di bagian depan, tersapat tiga orang anak buahnya yang lain.
Ckiiitttt
Mobil yang mereka naiki tiba - tiba berhenti hingga membuat orang - orang yang berada di dalam box hampir terpental.
" Sial! Bagaimana sih mereka ini! " gerutu Kevin.
" Ada apa ini? " tanya Jason sambil memegang pelipisnya yang tadi teratuk dinding box mobil.
" Kita tunggu sebentar, Tuan. " jawab Tommy.
" Mungkin hanya sedikit masalah teknis. " lanjutnya.
Dalam hati, sebetulnya Tommy sudah bisa menduga bahwa sedang terjadi sesuatu di depan. Bisa jadi, anak buah Tuan Narendra sudah menghabisi tiga orang yang ada di depan. Batinnya.
" Kenapa lama? " tanya Jason yang sudah tidak sabar.
Mobil baru saja berhenti satu menit, tapi dia sudah tidak sabar. Gerutu Tommy dalam hati.
" Kalian! Periksa keadaan di luar. Bawa senjata kalian! " perintah Jason kepada dua orang anak buahnya yang lain.
" Baik, Tuan. " sahut dua orang itu.
Ketika mereka baru saja membuka pintu box mobil, empat orang agen sudah bersiap mengarahkan senjata ke arah dua orang itu.
Empat orang agen yang dipimpin oleh Zyco itu bersenjata lengkap mengarahkan senjata api laras panjang ke arah mobi box. Hal itu membuat dua orang bertubuh besar itu reflek mengangkat kedua tangannya ke atas.
Jason dan Kevin mengintip ke arah luar, kenapa dua orang anak buahnya mengangkat ke atas?
" Sial! " Gerutu Jason.
Keduanya tanpa menjawab langsung mematuhi perintah Jason. Kevin dan Tommg membawa Nia dan Sarah sambil mengarahkan senjata ke arah keduanya.
Jason berjalan ke arah pintu box, Ia membawa senjata api berjenis Glock 17 dan mengarahkannya ke depan.
" Siapa kalian?! " gertak Jason.
" Lepaskan sandera, dan kami akan meringankan penderitaan kalian nantinya. " sahut Zyco.
" Hahaha. Kau gila? Aku bisa saja membunuh mereka berdua dengan mudah saat ini. " sahut Jason.
" Anda kira, saya main - main? " sahut Zyco tidak mau kalah.
Ia masih saja mengarahkan senjata ke arah Jason, pandangannya fokus. Terpusat pada Jason, tapi masih tetap dapat mengawasi Nia dan Sarah.
Tidak lama, SUV hitam yang membawa Rendra dan agen lainnya datang di lokasi.
Rendra dan agen segera keluar dari dalam mobil dan kembali mengarahkan senjata ke arah Jason dan anak buahnya.
" Keadaanmu saat ini sudah tercepit. Segera menyerah! " seru Rendra.
" Hahaha! Tidak semudah itu! " ejek Jason.
Saat ini Ia mengalihkan senjatanya ke arah Rendra. Anak buahnya yang tersisa di dalam.box pun tidak kalah, ikut mengarahkan senjata ke arah Rendra dan agennya.
Namun, tanpa mereka sadar. Andra mengendap ke arah kursi kemudi dan berniat melakukan sesuatu di sana.
Andra melewati agen yang sudah berhasil melumpuhkan anak buah Jason. Anak buah Jason yang berjumlah tiga orang di depan tadi saat ini sudah dalam keadaan terikat satu sama lain. Dan tentu saja, itu membuat mereka tidak dapat berkutik.
Setelah mengendap, akhirnya Andra berhasil masuk dan duduk di kursi kemudi. Perlahan Ia nyalakan mesin mobil. Ia injak gas kemudian menginjak rem dengan mendadak. Aksinya itu berhasil membuat perhatian Jason dan anak buahnya teralihkan.
Kesempatan ini tidak disia - siakan oleh agen Rendra. Dengan cepat, mereka berusaha masuk ke dalam box mobil untuk melumpuhkan Jason dan anak buahnya, kemudian menyelamatkan Sarah dan Nia.
Sayangnya, aksi itu sudah terbaca oleh Jason terlebih dahulu. Dengan sigap Ia menarik rambut Nia dan mengarahkan ke tubuhnya. Sekali lagi, Ia pun mengarahkan senjata api ke kepalanya. Tommy dengan sigap berbalik mengarahkan senjatanya ke arah agen - agen Rendra.
Anton berhasil melumpuhkan Kevin, sedangkan Jessie dan satu orang agen lagi berhasil membawa Sarah keluar.
Melihat itu, Andreas segera menghampiri Sarah dan membawanya ke tempat yang lebih aman.
" Huuuu.... " Sarah menangis dengan suara cujup kencang setelah menyadari dia sudah berhasil diselamatkan dari penculik maniak itu.
" Sst ssttt. Sudah sudah, kau sudah aman. " ucap Andreas.
" Huuu... Huu... " Sarah masih saja menangis.
" Hei, lihat aku. Aku di sini. Sudah sudah. " Andreas menangkup wajah Sarah hingga pandangan mereka saat ini bertemu.
Sarah segera memeluk Andreas saat menyadari bahwa saat ini Ia sedang bersama kekasihnya, yaitu Andreas.
" Nia..? " tanyanya sambil sesenggukan.
" Nia juga akan segera diselamatkan. Tenanglah. " sahut Andreas sambil mengusap pelan punggung Sarah.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Jadi gimana dong? Nia nya ketinggalan nih di dalam. Harus hisa diselamatkan juga dong, kasian Nia 馃挃