Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part. 152 Inilah Keadilan



Selamat Membaca ~


" Berdasarkan semua pelanggaran yang diperkarakan. Berdasarkan seluruh barang dan bahan bukti yang ada, dengan ini menjatuhkan hukuman seumur hidup daan denda sebesar 3 miliar rupiah kepada tersangka Jason Alexander. " ucap sang hakim ketua yang dilanjutkan dengan ketukan palu sebanyak tiga kali.


Putusan hakim itu disambut dengan riuh sorak sorai peserta persidangan yang merasa sangat puas.


Senyum sumringah Rendra, Andreas, Nia, dan Sarah juga mengembang seteah mendengar putusan hakim. Sudah sangat lama Rendra mencari cara agar Jason mendapat balasan yang sesuai dan adil atas semua kejahatan yang Ia lakukan.


Berbeda dengan Jason, wajahnya tidak dapat menyembunyikan rasa terkejut dan kecewa. Pengacara yang berada di sampingnya pun reflek menundukkan kepalanya. Ikut merasa kecewa karena tidak dapat mengusahakan keringanan hukuman bagi Jason.


Jason yang merasa mendapat putusan hakim tidak sesuai, menggebrak meja dan mengamuk.


" Hakim bodoh! " Seru Jason sambil mengangkat tangannya yang terborgol dan menunjuk ke arah hakim ketua.


Pengacara Jason yang tadinya sedanh dudu tertunduk segera bangkit dan menahan tangan Jason.


" Apa yang Anda lakukan! " ujar sang oengacara panik. Tangannya berusaha keras menurunkan tangan Jason yang masih saja menunjuk ke arah hakim ketua.


"Tunggu saja kau hakim bodoh! Aku akan mencari semua anggota keluargamu dan membunuh mereka semua! " ancam Jason dengan wajah penuh amarah.


Pengacara Jason masih tetap berusaha menurunkan tangan Jason. Tapi nihil, Jason makin menjadi dan semakin tidak terkendali.


" Jangan kalian kira aku tidak bisa mendapatkan semua data diri kalian! Bahkan yang paling rahasia sekali pun! Aku bisa membunuh kalian dan juga seluruh anggota keluarga kalian! " seru Jason tidak terkendali.


Setelah berusaha menahan Jason namun tidak berhasil dan Jason justru semakin tidak terkendali, akhirnya pengacara Jason memilih untuk menyerah.


" Yah begitulah, terimalah resiko yang akan anda terima nanti. " ujar pengacara Jason kemudian memilih untuk pergi meninggalkan Jason yang masih terus berteriak di luar kendali.


Petugas yang berjaga pun akhirnya memegangi tubuh jason di sisi kiri dan kanannya. Berusaha menahan tubuh Jason yang terus saja memberontak.


Rendra dan timnya memilih untuk keluar dari ruang persidangan. Buah manis dari kesabaran dan perjuangannya selama ini telah mereka rasakan. Jason telah mendapat putusan hakim yang sudah cukul memuaskan baginya. Setidaknya Jason tidak akan pernah mengganggu kedamaian dan ketenangan hidupnya dan Nia lagi.


" Anda bisa langsung pulang bersama Nyonya, kami akan urus sisanya di sini. " ucap Anton.


" Di depan sudah banyak wartawan yang menunggu Anda. Kami sudah menyiapkan kendaraan khusus untuk Anda di belakang. Andra dan Jessie akan mengawal Anda dan Nyonya. " lanjutnya.


" Terima kasih Anton. " sahut Rendra.


" Terima kasih Anton, " imbuh Nia.


Anton membalas dengan anggukan singkat.


Dengan pengawalan ketat, Rendra dan Nia meninggalkan kantor pengadilan. Sedangkan Andreas dan Sarah meninggalkan dari pintu sisi lain sebagai pengecoh untuk menghindari kejaran wartawan.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Anton bertugas untuk mengawal kembali Jason ke tempat seharusnya. Rendra khawatir akan terjadi kerusuhan yang merupakan pengalihan hingga Jason bisa saja meloloskan dirinya lagi. Walau sebenarnya, Ia dan timnya sudah memastikan Jason tidak akan mendapat bantuan dari siapapun kali ini.


Dia sedang duduk santai ditemani Zyco dan empat orang agen lain. Menunggu Jason dibawa keluar dari pengadilan.


" Kenapa lama sekali? " tanya Zyco yang nampaknya sudah tidak sabar.


" Bersantailah sebentar. " sahut Anton yang sudah merasa lelah hanya karena melihat Zyco berjalan mondar - mandir dari tadi.


" Saya khawatir, mereka melakukan sesuatu yang merugikan kita nantinya. " ucap Zyco.


Ah, ada benarnya juga.


Seketika Anton beranjak dari duduknya dan hendak melangkah kembali masuk ke dalam bangunan pengadilan.


Baru saja akan melangkah masuk, Jason kemudian keluar dengan dikawal ketat oleh banyak orang.


Wajahnya menengadah ke atas. Matanya menatap dengan tatapan angkuh.


Melihat itu, rasa ingi menggoda Jason muncul dalam benak Anton. Ia berjalan mendekat ke arah Jason. Memberi tataoan mengejek ke arah Jason yang tentu saja memancing emosi Jason.


" Apa yang kau lihat, orang tua! " seru Jason.


" Aku sedang melihat ke arah.... " jawab Anton dengan menggantung.


" Seorang pecundang. " lanjutnya.


Mendengar jawaban Anton, Jason menjadi murka. Ia berontak hendak menghampiri untuk memukul Anton namun ditahan oleh penjaga yang bertubuh lebih tegap dan kuat dibanding Jason.


Anton tertawa dengan intonasi mengejek.


" Inilah keadilan. Bersiaplah menikmati masa hukuman abadimu. " ujar Anton. Ia kemudian beranjak meninggalkan Jason, mengabaikan umpatan yang dilontarkan oleh Jason.


Anton, Zyco, dan empar orang agen lainnya kemudian masuk ke dalam SUV hitam yang sudah stand by di belakang bus kejaksaan. Kendaraan yang membawa Jason untuk kembali ke dalam penjara.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍