Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part. 59 Felix Adam



" Lionell Adam, walikota Kota A. Putra dari Felix Adam. Walikota periode sebelumnya. " ucap Anton.


Andreas dan Rendra terkejut. Lionell Adam? Putra Felix Adam?


Rendra menoleh ke arah Andreas. Mereka berdua saling menatap. Apakah Felix Adam ini adalah laki - laki itu? Namanya benar - benar tidak asing.


" Felix Adam? " tanya Rendra.


" Ya Tuan, betul. Felix Adam adalah walikota dua periode sebelum Lionell Adam. Tetapi, Ia tidak menggunakan identitas aslinya saat mencalonkan dan terpilih menjadi walikota. Ia benar - benar manusia terbusuk yang pernah saya tau. " ucap Anton dengan wajah jijik.


" Aku seperti pernah mendengar nama itu. " ucap Rendra.


" Benar Tuan, saya juga seperti pernah membaca nama Felix Adam. Sepertinya di sebuah laporan penyelidikan atau... " ucapan Andreas menggantung.


" Atau apa? " tanya Rendra.


Andreas terdiam. Ia berusaha mengingat - ingat.


" Tuan, apakah Anda ingat kita pernah melakukan penyelidikan diam - diam tentang kasus pembunuhan mendiang ayah Tuan? " tanya Andreas.


" Tentu saja aku ingat. " jawab Rendra ketus.


Bagaimana bisa Ia lupa tentang penyelidikan itu! Usaha yang dilakukan habis - habisan tetapi selalu berbuntut menemukan ujung yang buntu!


Ah! Aku ingat!


" Felix Adam. Adalah nama lain dari Fabio Graham! " seru Rendra.


" Nah! Sekarang sayan ingat! " sahut Andreas.


Anton hanya terdiam dalam bingung memperhatikan dua atasannya yang saling berseru bahwa mereka sudah ingat itu. Kenapa mereka asik sendiri dan tidak mengajakku, batinnya.


" Felix Adam, Ia menggunakan nama Daniel Spencer. Betul kan? " tanya Andreas pada Anton.


Anton bertepuk tangan.


" Anda benar - benar luar biasa. " ucap Anton sambil masih bertepuk tangan.


" Felix Adam, memalsukan data dirinya menjadi Daniel Spencer karena merupakan anak hasil perselingkuhan ibunya dengan laki - laki simpanannya. Ia menggunakan nama belakang Spencer dan merubah namanya agar Ia bisa memanfaatkan nama besar dari suami sah ibunya. " ucap Andreas.


" Tapi, sifat serakahnya justru menjatuhkan dirinya sendiri. Ia terkena kasus penggelapan uang dan terbukti menjual salah satu aset kota A ke pihak swasta. " lanjutnya.


" Aku dan Tuan Rendra percaya, dia adalah dalang dibalik penutupan kasus penyelidikan pembunuhan Tuan Senior Hartawan dan Doni, sopirnya. " lanjut Andreas.


Anton terlihat gemas.


" Sebaiknya Anda berdiri di sini Tuan, menggantikan saya menyampaikan hasil penyelidikan. " ucap Anton dengan kesal.


" Hahaha, maaf. Lanjutkan Anton. " ucap Andreas sambil terkekeh.


" Seperti yang dikatakan Tuan Andreas, Daniel Spencer atau Felix Adam terbukti melakukan penggelapan uang. Ia dicopot paksa dari jabatannya sebagai walikota Kota A setelah menjabat hampir dua periode. " Anton melanjutkan hasil penyelidikaannya.


" Dari hasil hubungan gelapnya dengan seorang wanita penghibur, Ia memiliki anak laki - laki yang bernama Lionell Adam. Lionell sendiri tetap diasuh oleh keluarga Felix karena istri sahnya tidak bisa memiliki anak. " lanjutnya.


" Lionell sendiri seperti fotokopi dari Felix, mereka memiliki karakter yang sama. Terutama rasa serakahnya. " lanjutnya lagi. " Saya menduga, Ia menjual lahan hijau di daerah O kepada pihak swasta. Seperti yang ayahnya lakukan. "


" Apa ada bukti yang bisa menjerat Lionell? " tanya Rendra.


" Memang, tidak semua buah tidak jatuh di dekat pohonnya. Tapi aku merasa dia bisa saja membuat perekonomian kota A menjadi semakin rusak. " lanjutnya.


" Untuk itu, sedang kami usahakan. " jawab Anton.


" Tapi kami kesulitan karena tidak sembarang orang bisa masuk ke club malam itu, terutama di ruangan VVIP tempat mereka bersenang - senang. " ucap Anton seraya menatap lurus ke depan sambil melipat silang kedua tangannya.


Rendra dan Andreas tampak berpikir. Benar juga bagaimana caranya menyusup ke sana. Ruangan VVIP bukanlah ruangan yang dapat dimasuki dengan bebas oleh sembarang orang.


" Apakah orang - orang yang pergi ke club malam suka membawa wanita? " tanya Rendra.


Anton menoleh ke arah Rendra. " Tentu saja Tuan, itu cara mereka bersenang - senang. "


" Cari wanita cantik yang bisa kita bayar untuk memata - matai mereka. Beri Ia kamera atau mic tertentu untuk merekam isi percakapan mereka. " ucap Rendra.


Andreas pun mengangguk setuju.


" Anton, apa ada anak buahnu yang bisa kita kirim untuk melakukan hal itu? " tanya Andreas.


" Ada Tuan. Tenang saja.Persediaan mata - mataku sangat banyak. " jawabnya.


" Bagus, segera kita laksanakan saja itu. Kapan mereka akan bertemu lagi di club itu? " tanya Rendra.


" Biasanya, mereka datang ke club itu pada saat akhir pekan. " jawab Anton.


" Baguslah, berarti tiga hari lagi. Masih ada kesempatan untuk mempersiapkan segalanya. " ucap Rendra.


" Tapi ingat Anton, keselamatan anggota kita adalah yang utama. Jangan tempatkan mata - mata kita tanpa pengawasan. Pastikan dia bisa keluar dari sana dalam keadaan hidup. " ucap Rendra.


" Baik, Tuan. Saya akan menempatkan anggota kita yang lain di dalam club itu. " timpal Anton.


Ia harus selalu waspada. Ternyata Jason bermain dengan apik. Ia bahkan berhubungan langsung dengan walikota dan kepala kepolisian. Pantas saja dia terlihat santai seperti itu.


" Oh ya, penyelidikan tentang daerah O tetap kau lanjutkan. Amati terus dua orang mencurigakan itu, sampai kau dapat siapa yang mengirim mereka. " ucap Rendra.


" Baik Tuan. " sahut Anton.


" Satu lagi, selidiki semua tentang Derry Armando. Aku ingin tahu semua tentang bisnis yang Ia jalankan. " imbuh Andreas.


" Baik Tuan, " sahut Anton, lagi.


Pertarungan sedang kita siapkan. Kau bermain dengan apik, tapi aku akan bermain dengan jauh lebih apik. Sangat menarik. Gumam Rendra.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Setelah menyelesaikan urusannya di kantor Anton, Rendra berencana akan kembali ke kantornya. Ia ingin menjemput Nia pulang kerja. Ada rasa lelah dan rindu yang sangat besar pada Nia.


Andreas melajukan maybach S580 berwarna hitam itu dengan kecepatan sedang. Masih cukup waktu untuk mengejar jam pulang kerja Nia. Ia melihat ke arah spion dalam. Memperhstikan Rendra sekilas.


Kau harus menanggung semuanya di usiamu yang sangat muda. Harus memikirkan perusahaan ayahmu di usia yang sangat belia. Sejak kecil kau sudah dididik untuk dipersiapkan menjadi sang pewaris. Pasti rasanya sangat lelah. Batin Andreas.


Bagaimanapun, mereka masih ada ikatan keluarga. Yaitu sebagai kakak dan adik, walau sudah cukup jauh.


Tiba - tiba...


ting


Bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel Andreas.


Andra *Tuan, lapor. Terpantau mobil Jason Alexander berada di depan cafe seberang Gedung Hartawan Group. Thomas Alfredo dan Jason baru saja turun dari mobilnya.


Andreas terkejut. Ia melajukan maybach S580 hitam itu dengan kecepatan tinggi.


" Kenapa tiba - tiba kau menaikkan kecepatanmu? " tanya Rendra.


" Andra melaporkan Jason dan Thomas sedang berada di dekat area gedung kita. " jawab Andreas.


Rendra terkejut. " Lebih cepat. "


" Baik. " sahut Andreas.


Apa lagi yang diinginkan manusia - manusia itu. Awas saja sampai mereka mengganggu Karuniaku lagi. Geram Rendra.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Halo, mungkin ada yang penasaran dan bingung. Kenapa kok rumit banget sih hidup mereka. Udah kayak seri sinetron yang tiada akhir.


Hehe, sabar yaaah. Semua kerumitan ini adalah kunci utama dari novel ini. Karena novel ini berfokus bukan hanya dari sisi romantismenya. Tapi juga dari sisi permasalahan lainnya.


Jangan lupa dukung dukung dan dukung yaaa


Vote, rate, like, dan komennya jangan lupaaaa


Mau kasih jadiah juga boleh bangetttttt