
Selamat Membaca ~
Di sebuah ruangan di dalam rumah tahanan.
Seorang pengacara sedang berdiskusi dengan seorang tahanan. Tahanan berwajah sedikit oriental dengan postur tegap itu duduk dengan santai, terdapat senyuman tipis di ujung bibirnya. Sesekali Ia memainkan sebuah bola karet kecil berwarna jingga dengan kedua tangannya.
“ Beuruntung ayah Anda memiliki kewarganegaraan Irlandia, sehingga Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini. “ ucap sang pengacara yang bernama Roy.
Jason masih asik memainkan bola karetnya.
“ Saya bisa menjamin Anda bisa bebas dari jerat hukum, Irlandia telah meyetujui pengajuan hak suaka untuk Anda. “ ucap Roy.
Jason meletakkan bola itu di atas meja, memutarnya sembarang arah dengan menekannya di atas meja. “ Bagus, dengan begini semua yang dilakukan oleh Hartawan akan tetap menjadi sia – sia. “
“ Bagaimana dengan asisten pribadi Anda? “ tanya Roy.
“ Santailah, dia hanya mendapat masa hukuman 6 bulan. Setelah Ia selesai menjalani masa hukumannya aku akan menjemputnya dan memberinya hadiah atas kerugian yang Ia alami. “ ucap Jason.
“ Atau kau bisa juga membantunya? “ tanya Jason.
“ Untuk itu, sudah tidak bisa. Dia murni warga negara ini. Tidak ada negara yang bisa membantunya. “ jawab Roy.
Jason nampak termenung, selama ini Andreas sudah sangat setia kepadanya. Namun kenyataannya tiga orang pengacara yang Ia sewa untuk Andreas tetap kalah di persidangan melawan tim pengacara Hartawan Group.
“ Bagaimana dengan banding? “ tanya Jason lagi.
“ Untuk banding, untuk memperjuangkan masa penjara 6 bulan akan sia – sia. Biarkan dia menjalani masa hukumannya selama 6 bulan, kemudian seperti yang Anda telah katakan, Anda bisa memberinya kompensasi atas kerugian yang Ia miliki.
Jasin terdiam, Ia memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh Roy. Apa yang dikatakan Roy ada benarnya juga, naik banding bisa saja menghabiskan waktu lebih lama dan angka keberhasilannya untuk kasus seperti ini bisa jadi sangat rendah.
“ Lalu bagaimana dengan kolega – kolega Anda, Tuan? “ tanya Roy.
“ Biarkan saja. Selama ini kerja mereka sangatlah jelek. Tebrukti sekarang aku berada di sini dengan pakaian ini. “ ucap Jason sambil menunjuk kea rah baju oranye yang Ia pakai.
“ Baiklah kalua begitu. “ ucap Roy.
Seorang penjaga rumah tahanan datang dan mengingatkan bahwa jam berkunjung telah habis.
“ Baiklah, karena jam kunjungan sudah habis, saya pamit undur diri Tuan Jason. “ pamit Roy.
Ia beranjak, mengambil jas panjangnya yang Ia letakkan di sandaran kursi. Kemudian Ia pergi menganggukkan kepalanya tanda berpamitan dan pergi meninggalkan Jason.
“ Aku akan kembali untuk menghancurkan kau Hartawan. Wanita itu, akan kurebut dan kuhabisi dia kemudian melihatmu menjadi sangat hancur. “ gumam Jason sambil menggertakkan giginya.
“ Hei, ayo kembali ke selmu! “ seru sipir kepada Jason.
“ Cih! Sipir bodoh! Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa! “ seru Jason.
“ Siapapun Anda saya tidak peduli! Aturan adalah aturan! Ayo segera kembali ke selmu! “ seru sipir itu sekali lagi.
Kali ini Jason menuruti sipir untuk kembali ke dalam selnya. Ia harus menjaga sikap agar hak suaka yang telah diberikan kepadanya tidak dicabut. Jika hak suakan itu sampai dicabut, maka sia – sia semua yang Ia rencanakan untuk membalas Narendra.
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
Thomas berada dalam keadaan tidak diuntungkan karena semua bukti sudah jelas mengarah kepadanya. Kejahatan Thomas beberapa tahun lalu juga menjadi pemberat kasusnya kali ini. Bukan hanya kejahatan terhadap Senior Hartawan, ayah Rendra, tapi juga kejahatannya terhadap banyak orang lainnya.
Setelah proses persidangan yang alot, akhirnya hakim memberi keputusan untuk memberi Thomas hukuman mati. Riuh hadirin pengunjung persidangan mengisi ruang persidangan. Banyak dari pengunjung persidangan yang hadir merupakan keluarga dari korban pembunuhan yang telah dibunuh oleh Thomas. Beberapa wanita paruh baya saling berpelukan dan menangis haru setelah medengar putusan hakim itu.
Thomas masih saja menyeringai walau putusan hakim telah menetapkan bahwa Ia akan menghadapi tim regu penembak yang akan membidik jantungnya. Bahkan Ia tertawa terbahak – bahak sesaat setelah putusan hakim dibacakan. Benar – benar manusia psikopat.
Selang satu jam, persidangan Jason pun dilaksanakan. Rendra sedang harap – harap cemas. Ia yakin bahwa tim pengacara yang Ia siapkan bisa membuat Jason mendapat hukuan terberat, mengingat semua kejahatan yang telah Jason lakukan.
Tidak kalah alot dengan proses persidangan Thomas sebelumnya, persidangan kali ini benar – benar menguras tenaga. Tim pengacara Rendra telah membeberkan berbagai bukti yang jelas memberatkan posisi Jason, berharap dapat menjadi bahan pertimbangan bagi hakim agar tetap dapat memberi hukuman yang setimpal untuk Jason.
Berbeda dengan Rendra yang sedang cemas menanti hasil persidangan, Jason justru terlihat sangat santai dan menikmati seluruh proses persidangan. Ia hanya tersenyum beberapa kali ketika sedang menjalani proses persidangan.
Jason sudah tahu bagaimana hasil akhir persidangan ini, Ia yakin dia akan keluar sebagai pemenang karena hak suaka yang Ia miliki benar – benar special. Irlandia akan memberikan dukungan dan pelrindungan penuh baginya.
Setelah menyelesaikan pemaparan dari pihak Jason dan Rendra, hakim ketua meminta ijin untuk berdiskusi dengan hakim anggota. Persidangan akan dimulai lagi dalam waktu 30 menit.
Rendra dan Andreas sedang beristirahat di ruang tunggu dekat dengan ruang persidangan ketika Jason bersama pengacaranya melewatinya.
“ Bersiaplah untuk kecewa atas semua usahamu yang sia – sia. “ ucap Jason dengan nada mengejek dan berlalu meninggalkan Rendra dan Andreas di kursi ruang tunggu.
Rendra mengepalkan tangannya. Ia sudah mengetahui semua fakta bahwa kematian ayahnya adalah salah satu upaya balas dendam Jason. Semua kebusukan Jason Alexander juga Ia sudah mengetahuinya. Namun Ia harus menahan diri sambil tetap berdoa agar hakim dapat memberi putusan yang adil.
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
30 Menit berlalu, persidangan pun akan dimulai lagi. Seluruh pengunjung persidangan, pengacara, tersangka, dan jaksa penuntut umum berdiri ketika hakim ketua dan hakim anggota memasuki ruangan persidangan.
“ Selamat Sore, persidangan akan kita lanjutkan. “ ucap hakim ketua membuka kembali persidangan Jason sore ini.
“ Berdasarkan fakta yang telah disampaikan oleh pengacara, baik pengacara dari pihak penuntut atau korban dan juga pihak dari tertuntut atau tersangka, maka kami memutuskan bahwa Tuan Jason Alexander bersalah. “ ucap hakim kemudian mengetuk palu persidangan.
Putusan hakim itu mengundang napas lega dari banyak pihak yang hadir di dalam ruang persidangan, termasuk Rendra dan Andreas.
“ Namun, terkait fakta bahwa Tuan Jason Alexander memiliki hak suaka dari Irlandia selaku warga negara dari Irlandia, maka dengan ini hukuman untuk yang bersangkutan ditangguhkan. “ lanjut hakim.
Terdengar suara kecewa dari pengunjung persidangan. Perlu diketahui, banyak dari aktivis kemanusiaan dan lingkungan yang juga menghadiri persidangan Jason. Mereka merasa dirugikan sehingga mereka pun berharap Jason mendapat hukuman yang sangat adil.
“ Namun, berdasarkan bukti – bukti kejahatan yang ada, dengan ini kami memutuskan untuk mengajukan penghapusan kewarganegaraan Indonesia dari status kewarganegaraan Tuan Jason Alexander. Kemudian, Tuan Jason Alexander juga akan mendapat sanksi berupa tidak diperbolehkannya Tuan Jason Alexander untuk masuk ke seluruh wilayah Negara Indonesia sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Seluruh aset perusahaan dan harta yang dimiliki akan disita oleh negara. “ ucap hakim ketua lagi kemudian mengetuk palu lagi.
Mendengar putusan hakim itu, pengunjung riuh bersorak bahagia karena walau Jason tidak mendapat hukuman di sini, setidaknya Ia tidak akan bisa masuk ke wilayah negara ini dan tidak akan menimbulkan kerugian lagi.
Rendra dan Andreas memang merasa kecewa karena Jason tidak dapat diberi hukuman, tapi mereka merasa tenang kaena Jason tidak akan dapat masuk lagi ke negara ini dan menghidupkan kembali industrinya yang sangat merugikan negara ini.
Dan untuk selanjutnya, Rendra bisa fokus untuk peresmian usaha yang Ia buat untuk Nia, dan tentu saja. Menikahi Karunia.
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
Mohon dukungannya yah readers dengan cara memberi rate, vote, like, dan komentar. Terima kasih ❤