Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 106. Kevin



Selamat Membaca ~


Setelah mengantarkan Nia ke The Orchida, Sarah melanjutkan perjalanannya ke kantornya.


Ia menyempatkan untuk mampir di sebuah toko buku terlebih dahulu. Ia ingin membeli beberapa buah buku bacaan dan juga buku sketsa. Walau sudah bekerja sebagai wakil direktur perusahaan ayahnya, Ia tetap melanjutkan hobi mendesainnya.


Ia berjalan menyusuri lorong dalam toko buku, menikmati warna - warni buku yang dipajanh begitu rapi di depannya.


Ia membawa sebuah keranjang kecil dan memasukkan satu per satu buku yang hendak Ia beli. Tak lupa, Ia juga memasukkan satu buah buku komik favorit Nia. Ia berencana memberikannya nanti ke Nia saat menjemput Nia.


Ia terus berjalan menyusuri lorong dan memilih apa saja yang Ia butuhkan.


Setelah dirasa cukup, Ia kemudian mengantre di kasir untuk membayar semua barang yang Ia masukkan ke dalam keranjang.


Tiba - tiba, seorang lelaki berpostur tegap dan tinggi menabraknya hingga keranjangnya terjatuh dan lelaki itu menjatuhkan sebuah buku yang sedang Ia pegang.


" Maafkan saya Nona, " ucap lelaki itu.


" Tidak masalah, " sahut Sarah.


Sarah dan lelaki itu kemudian refleks memunguti barang belanjaan Sarah yang jatuh di lantai. Sarah memperhatikan sebuah buku yang bukan miliknya. Sebuah buku berisi kumpulan dongeng anak - anak dengan sampul berwarna merah muda dan hijau.


Lelaki itu dengan cepat merapikan semua barang, memasukkan ke keranjang Sarah dan mengambil buku yang tadi Ia pegang.


" Maaf, saya sedang terburu - buru. Hari ini adalah ulang tahun keponakan saya, dan saya sedikit terlambat menghadiri pesta ulang tahunnya. " ucap lelaki itu seraya menunjukkan buku dongeng yang Ia pegang.


Sarah tersenyum. " Jadi, buku itu adalah hadiah ulang tahunnya? " tanya Sarah.


" Yap, betul sekali. " sahut lelaki itu.


" Namaku Kevin. " ucap laki - laki itu seraya menyodorkan tangannya.


Sarah merasa sedikit aneh. Ia sedikit kurang suka dengan laki - laki yang terlalu mudah akrab dengan seorang wanita. Apalagi ini adalah pertama kalinya mereka bertemu.


Sarah hanya membalas dengan senyuman simpul dan anggukan kepala.


Kevin menarik ulang tangannya, " Jadi kau tidak mau berkenalan denganku? Atau kau takut atau jijik padaku? "


Kembali lagi Sarah merasa tidak enak.


" Oh tidak, jangan salah paham. " jawab Sarah.


" Kalau begitu, aku Kevin. " ucap Kevin seraya menyodorkan tangannya.


" Aku Raya, Tsurayya. " jawab Sarah kemudian menjabat tangan Kevin.


Raya, maafkan aku menggunakan namamu. Aku tidak mau laki - laki ini tau identitas asliku. Ucap Sarah dalam hati.


" Bisakah kau bantu aku memilih pembungkus hadiah yang cocok untuk keponakanku? " pinta Kevin.


Sarah melihat ke arah jam tangannya. Sebetulnya Ia sudah telat sekali untuk masuk datang ke kantor. Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada salahnya membantu seorang laki - laki yang berniat baik ingin membeli hadiah untuk keponakannya.


" Tentu saja. " jawab Sarah singkat.


Mereka kemudian berjalan menuju ke bagian kertas pembungkus kado dan memilih kertas pembungkus kado yang dirasa cocok untuk keponakan Kevin.


Setelah selesai memilih dan membungkus kado untuk keponakan Kevin, Sarah pamit untuk membayar belanjaannya ke kasir. Kevin pun mengiyakan.


" Terima kasih sudah membantuku memilih pembungkus kado untuk keponakanku. Aku yakin dia akan sangat menyukainya. " ucap Kevin dengan senang.


" Ya, sama - sama. " jawab Sarah.


" Kalau begitu, saya pamit. Saya harus segera kembali ke kantor untuk kembali bekerja. Atasan saya pasti sedang mencari saya. " ucap Sarah.


Kemudian mereka berpisah di area kasir. Sarah menyelesaikan transaksinya dan dengan cepat kembali ke dalam mobilnya.


Setelah sampai di dalam mobil, Sarah membuka tas belanjanya dan mengambil buku komik yang hendak Ia berikan ke Nia nanti saat Ia menjemput Nia.


Ia tersenyum melihat buku komik itu, membayangkan Nia akan sangat senang dengan komik yang Ia beli.


Sarah memotret komik itu dan mengirim gambarnya ke Nia melalui aplikasi pesan singkat.


Sarah \= Coba liat apa yang aku punya untukmu.


Nia tidak segera membalas pesan singkat Sarah. Mungkin Ia sedang ada klien dan sangat sibuk. Gumam Sarah sedikit kecewa karena Nia tidak segera membalas pesan singkatnya.


Ia pun kemudian menyalakan mesin mobil dan melajukannya ke kantornya, Hanggono Properties.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Nia baru menyelesaikan meeting dengan staffnya untuk persiapan acara minggu depan. Seornag klien penting yang merupakan anak dari seorang menteri akan melangsungkan pernikahan. The Orchida mendapat kesempatan untuk mengelola acara secara keseluruhan, baik acara adat hingga acara resepsi pernikahan anak menteri itu. Semuanya harus berjalan dengan sempurna.


Ia berjalan menuju ruangannya dan kemudian merebahkan tubuhnya di atas sofanya yang empuk.


Pinggangku mulai terasa sedikit sakit. Gumam Nia seraya mengusap - usap pinggangnya.


Sayang, tumbuhlah sehat dan kuat. Ayah dan Bunda sangat menyayangimu. Ucap Nia pelan sambil mengusap perutnya.


Perut Nia memang tidak terlalu menonjol seperti ibu hamil pada umumnya. Perawakannya yang ramping dan tinggi membuatnya tidak terlihat sedang mengandung 15 minggu.


Ia bangkit dari sofanya dan mengambil ponselnya yang berada di atas meja. Banyak pesan masuk di aplikasi pesan singkatnya.


Ia membuka *pinne*d chat room yang merupakan ruang pesan singkatnya dengan Rendra.


Rendra \= sayang, aku sudah sampai di Kota D. Apa kau sibuk? Sepertinya aku dan Andreas tidak bisa pulang hari ini. Ternyata permasalahan di sini terlalu rumit. Paling cepat aku akan kembali lusa. Kau tidak apa - apa kan jika kutinggal sebentar?


Ada rasa kecewa di hati Nia saat membaca pesan singkat dari Rendra. Tapi, mau bagaimana lagi. Ia harus terima.


Selama hamil memang Nia menjadi lebih manja ke Rendra. Ia tidak bisa jika tidak melihat dan mencium aroma tubuh Rendra walau hanya sebentar saja. Rendra pun mengetahui hal itu.


Nia \= Tidak masalah sayang, selesaikan pekerjaanmu. Aku sangat mencintaimu.


Tidak lama, ada balasan pesan masuk dari Rendra.


Rendra \= aku lebih mencintaimu. Baik - baik di sana. Jika Sarah mencari gara - gara lagi, katakan padanya aku akan mencabik - cabik Andreas


Nia terbahak membaca balasan pesan singkat Rendra.


Nia \= laksanakan, suamiku sayang


Kemudian Nia membuka pesan singkat dari Sarah. Ia membuka foto yang dikirim oleh Sarah.


" Wah! Ini adalah seri terbaru dari komik kesukaanku. " pekik Nia.


Dengan cepat Nia mengetik balasan pesan singkat untuk Sarah.


Nia \= Asik! Terima kasih Sarahku! Tidak sabar bertemu denganmu nanti!


Setelah pesan terkirim, tidak ada balasan dari Sarah. Bahkan pesan singkat Nia tidak segera dibaca oleh Sarah.


Mungkin dia sedang sibuk. Ya sudahlah, toh nanti kami juga akan bertemu. Gumam Nia.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Loh, si Sarah kenapa yak kok tumben ga gercep balas chat Nia? Ada apa nih?