Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 10. Pindah



Hari ini Nia berencana untuk pindah dari apartemen Sarah. Ia merasa tidak enak karena terus menumpang di Sarah, Ia harus segera pindah supaya Sarah tidak merasa terbebani.


" Nia... Bener mau pindah? " tanya Sarah dengan nada kecewa.


" Iyyyaaaaa.... " jawab Nia sambil membereskan barang - barangnya.


" Kennapaaaa? " tanya Sarah lagi, masih dengan nada kecewa.


" Karenaa.... Aku tidak mau merepotkanmu. " jawab Nia.


" Aku tidak merasa direpotkan.Kau sudah seperti adik bagiku. " ucap Sarah.


" Tetap saja Sarah, aku tidak bisa terus merepotkanmu di sini. " Nia mencoba memberi pengertian. " Aku juga harus belajar mandiri, bukankah adikmu ini harus kuat dan mandiri? " tanya Nia.


Sarah terdiam.


" Iya sih, tapi kan ngga harus sekarang.. " cicit Sarah.


Nia tidak menjawab, Ia hanya tersenyum kemudian melanjutkan membereskan barang - barangnya.


Setelah membereskan barangnya, Nia pun berpamitan kepada Sarah.


" Tidak perlu mengantarku. Nanti kamu baper lagi, kalau nangis dilihat orang kan malu. " ucap Nia. " Udah, aku berangkat yaah. " pamit Nia.


" Tapi aku boleh kan main ke sana? " tanya Sarah masih manyun.


" Boleh dong, apalagi dateng sambil bawa makanan. Boleh banget.. " canda Nia.


Setelah berpelukan, Nia pun pergi meninggalkan apartemen Sarah.


Nia memesan driver online dan menunggu di depan lobi apartemen. Cuaca terik sekali hari ini, Nia mengeringkan keringatnya dengan tissue. Tanpa Ia sadari, ada seorang laki - laki di dalam mobil yang sedang mengawasi Nia.


10 menit kemudian, driver online pesanan Nia datang. Mobil yang Nia tumpangi pun diikuti oleh laki - laki yang sedang mengawasi Nia.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Nia sudah sampai di kontrakan barunya. Kontrakan petak berukuran 5 脳 6 meter dengan kamar mandi dalam. Kontrakan ini masih kosong, hanya ada kamar mandi saja. Tidak ada lemari dan kasur.


" Ngga papa, nanti bisa beli lemari dan kasur. " Nia bermonolog, menghibur diri.


Setelah memasukkan barangnya, Nia kembali keluar. Ia mengunci pintu kontrakannya dan oergi menuju pasar di ujung jalan. Ia berniat membeli kain lap pel dan tikar plastik.


Ketika Nia sudah pergi, laki - laki yang sedari tadi mengawasinya pun menghampiri kontrakan Nia. Ia mengintip dari jendela.


Tidak ada gordyn, tidak ada apapun di sini. Batin laki - laki itu. Kemudian laki - laku itu meraih ponsel di dalam saku bajunya dan menelpon seseorang.


" Selamat pagi Tuan. Nona Nia sudah pindah dari rumah Sarah. " lapornya kepada seseorang.


" Iya tuan, saya sedang mengintip melalui jendela. Kontrakan ini kosong. Tidak ada apapun. " lapornya lagi.


" Baik Tuan, baik. Baik. Baik. " kemudian laki - laki itu menutup telponnya dan berjalan kembali ke arah mobilnya dna meninggalkan kontrakan Nia.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Nia sudah kembali dari pasar, Ia membeli beberapa perlengkapan yang mungkin Ia butuhkan ke depannya. Ia harus berhemat, Ia harus bisa menebus kembali rumah dan mobil ayahnya.


Nia membersihkan setiap sudut kontrakan barunya dengan bersemangat. Ia juga membersihkan kamar mandi hingga bersih. Setelah membersihkan semuanya, Ia bermaksud merapikan barang - barangnya namuh tiba - tiba...


" Iyaa, sebentaar.. " Nia bergegas menuju arah pintu kontrakannya.


" Selamat siang. " sapa seseorang berpakaian kemeja berwarna coklat.


" Iya, siang. Ada apa ya Pak? " tanha Nia bingung. Ia tidak mengenali orang ini.


" Saya dari PT Jaja mau kirim barang Bu. " jawab orang tersebut.


" Barang? Barang apa Pak? saya tidak pesan apapun. " sahut Nia bingung.


" Set perlengkapan rumah. Benar anda Karunia Orchida? " tanya orang itu lagi.


Dengan ragu - ragu Nia menjawab, " Betul, itu saya. "


" Baik, permisi. kami mau memasukkan barang. " lanjut orang itu. " Mang! Ayo angkat semua! "


Kemudian ada dua orang yang mengangkut kasur masuk ke dalam kontrakan Nia. Nia yanh masih terbengong hanya pasrah ketika tubuhnya ditarik ke samping agar dua orang itu bisa mengangkat kasur ke dalam.


Dua orang lainnya mengangkat lemari pakaian ke dalam. Disusul 1 buah lemari pendingin, mesin cuci, dan AC. Nia masih saja bengong melihat semua barang itu masuk ke dalam kontrakannya.


Ketika AC hendak dipasang, Nia berteriak. " Aaaa Bapaaak. Apa yang Bapak mau lakukan?


" Pasang AC atuh eneng. " jawab si bapak santai.


Siapa yang pesan? Uang dari mana? Nia mulai panik.


Seolah seperti tau kecemasan Nia, laki - laki berkemeja coklat itu mendekat dan memberikan sebuah map bening.


" Bu, semua barang ini sudah dibayar lunas. Ini adalah nota pembayaran dan kartu garansinya. Jika ada kerusakan, bisa menghubungi nomor yang tertera di sini. Masa garansinya 2 tahun ya. " jelas laki - laki itu.


Nia semakin terkejut. Apa? Sudah dibayar? Acara apa ini? Uang kaget? Nia semakin gelisah.


Ia membaca dengan teliti setiap lembar nota dan kartu garansi. Pembayar tercatat adalah namanua sendiri. Bagaimana Ia bisa tahu siapa yang mengirmkan barang - barang ini.


" Pak, siapa yang kirim barang ini? tanya Nia.


" Di sini tertulis, Karunia Orchida. " jawab orang itu.


Ah, buntu. Batin Nia.


Akhirnya setelah semua terpasang dengan rapi, laki - laki itu dan rombongannya pamit undur diri. Meninggalkan Nia yang masih bengong mengamati semua barang yang ada di dalam kamar kontrakannya.


Tempat tidur, set meja rias dan kursinya, lemari, kulkas, mesin cuci, dan AC. Kamar kontrakannya yang tadinya terasa luas sekarang terasa lebih sempit. Nia masih tidak bisa mempercayainya.


Apa aku menang kejutan berhadian? Tapi aku tidak merasa ikut undian apapun. Lalu tikar plastik yang tadinya mau aku pakai untuk alas tidur sekarang jadi tidak ada gunanya. Gumam Nia.


Siapa yaaa, kira - kira yang kirimin Nia semua barang - barang ituuu?


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Teman - teman readers, tolong bantuannya untuk vote, like, dan comment yaaah supaya aku sebagai penulis semakin bersemangat!!!


Maafkan kemarin sempet telat up beberapa hari, lagi sibuk kegiatan vaksin ke desa - desa nih walau lagi bulan puasa.


Buat yang sudah setia menunggu, memberikan like, vote dan comment aku ucapkan terima kasih banyaaak 馃