Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part. 135 Sangat Licin



Selamat Membaca ~


Aku tau siapa yang kalian cari. Ucap Rania.


Bagaimana kau bisa tau? Apa kau kenal dengan mereka? Tanya Anton.


Ya, aku kenal mereka. Mereka berdua adalah orang yang sangat baik kepadaku. Jawab Rania.


Apa kau tau ke mana Jason membawa mereka berdua? Tanya Anton.


Rania mengangguk.


Aku tidak tahu dengan pasti. Tap aku dengar mereka menyebutkan tempat ini berulang kali. Jawab Rania.


Kalian harus segera menyelamatkan mereka berdua. Aku sempat melihat, Nia sedang sakit. Imbuh Rania.


Jessie dan Andra terkejut dengan apa yang baru saja disampaikan Rania.


" All clear, Boss! " tiba - tiba agen Anton lapor melalui sambungan komunikasi.


" Clear! " sahut agen - agen yang lain.


Tanpa pikir panjang, Anton segera menginteruksikan seluruh agen untuk berkumpul kembali di titiknya berada saat ini.


" Ayo kita segera kembali ke markas. " perintah Anton.


" Copy! " sahut agen - agennya.


Jessie dan Andra membantu Rania bangkit. Mereka berdua memapah Nia menuju SUV hitam yang sedang menunggu mereka di luar. Seluruh anggota tim kembali ke markas saat itu juga.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Di dalam sebuah mobil pengangkut barang ~


" Hahahahhaa! "


Terdengar suara tawa menggelegar dari dalam mobil. Suara tawa yang sangat nampak ada rasa kepuasan di dalamnya.


" Biar mereka rasakan rasanya terkena trik oleh kita! " ucap Jason.


Tommy tidak menjawab, dia hanya diam mendengarkan. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah kondisi Rania. Ia berharap semoga anak buah Rendra segera menemukan Rania di bangunan kosong itu. Gadis bisu itu tidak tahu apa - apa tapi harus terlibat dalam rencana jahat Jason seperti ini.


" Tommy! " panggil Jason.


Tommy menoleh, kemudian berjalan menghampiri Jason.


" Tenang saja, gadis bisumu itu akan baik - baik saja. Menurut prediksiku, anak buah Narendra sudah menemukannya sekarang. " ucap Jason.


Tommy tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya sekali.


" Bagaimana keadaan dua wanita itu? " tanya Jason.


" Mereka masih belum sadar. " jawab Tommy.


Jason melirik ke arah Nia dan Sarah yang sudah tidak dalam keadaan terikat, namun masih dalam posisi berbaring di ujung box mobil bagian depan.


" Hahaha, bagus. Lebih baik seperti itu. Supaya mereka tidak merepotkan kita semua. " sahut Jason.


" Tapi Tuan, jika saya boleh bertanya. " ucap Tommy dengan nada ragu.


" Hm? " sahut Jason.


" Bagaimana cara Anda bisa tahu bahwa Narendra akan menyelematkan Karunia dan Sarah? " tanya Tommy.


" Hahahahaha. " Jason tertawa terbahak - bahak.


Tommy menganggukkan kepalanya lagi. Semakin cerdik saja pria ini. Batinnya.


" Lalu, kemana sekarang kita akan pergi? " tanya Tommy.


" Kita akan pergi ke kota sebelah. Kota yang sepi. Kita akan melakukan transaksi di sana. " jawab Jason.


" Transaksi? Transaksi apa itu, Tuan? " tanya Tommy khawatir.


" Nanti kau juga akan tahu sendiri. " jawab Jason.


Tommy semakin khawatir. Apa lagi yang dia rencanakan kali ini?


Mobil yang membawa mereka memecah kesunyian dini hari di jalanan antar provinsi di Kamboja. Membawa mereka entah ke tempat seperti apa, dan untuk transaksi apa.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Di Markas Sementara ~


" Maafkan kami, Tuan. Saat kami sampai di sana sudah tidak ada orang. Hanya gadis ini yang kami temukan. " ucap Anton dengan nada penuh penyesalan.


" Argh! "


" Mereka benar - benar sangat licin seperti belut! " teriak Rendra.


Rendra memukulkan tangannya ke dinding hingga tangannya terluka.


" Sekali lagi, maafkan kami Tuan. " ucap Anton.


Rendra berusaha mengatur napasnya dan mengendalikan emosinya.


" Ini bukan salah kalian. Bisa dipastikan mereka sudah tahu apa rencana kita. " ucap Rendra kemudian duduk di sofa.


" Mana gadis itu? " tanya Rendra.


" Dia sedang kami obati. Mungkin dia sudah disekap cukup lama. Gadis itu mengalami tanda - tanda dehidrasi. " jawab Anton.


Rendra terdiam. Bahkan Jason tega melibatkan orang lain lagi seperti ini.


" Kau mengatakan dia kenal Nia dan Sarah? " tanya Rendra.


" Betul, Tuan. " jawab Anton.


" Apa pengobatannya masih lama? " tanya Andreas.


" Saya tidak bisa memastikan. Saat ini dokter sedang memberikan cairan infus kepadanya. Tubuhnya sangat kurus, dan ada luka di beberapa bagian tubuhnya. " jawab Anton.


" Kalau begitu, bawa dia kepadaku saat dia selesai pengobatan. Secepatnya. " perintah Rendra.


" Baik, Tuan. " sahut Anton.


" Andreas, ayo kita segera berangkat menemui duta besar. " ajak Rendra.


" Tapi kita harus mengobati tangan Anda terlebih dahulu, Tuan. " ucap Andreas.


" Biarkan saja. Luka ini tidak parah. " jawab Rendra.


" Semakin cepat kita menemui duta besar, semakin baik. Ayo segera berangkat. " ucap Rendra lagi.


" Baik, Tuan. " sahut Andreas.


Kemudian Rendra dan Andreas pun pergi untuj menemui duta besar Indonesia yang bertugas di Kamboja.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍