Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 92. Candle Light Dinner



Selamat Membaca ~


" Arrghhh!!! " teriak Rendra ketika Nia meremas pusakanya kuat - kuat.


Refleks Nia melepaskan genggamannya. Ia menarik tangannya dan memegangnya, merasakan rasa aneh yang tidak bisa dijelaskan.


" Sayang, bukan direm#s seperti itu. " ucap Rendra sambil meringis.


" Maaf, aku... Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. " ucap Nia merasa bersalah.


Melihat Nia merasa bersalah, Rendra memaklumi. Ia justru tersenyum karena Nia begitu menggemaskan ketika merasa bersalah seperti itu.


ting tong


Keduanya menoleh ke arah sumber suara. Sepertinya ada yang memencet bel kamar mereka. Mungkin pelayanan pengantaran makan siang.


Rendra segera bangkit dan merapikan dirinya. Ia mengambil bathrobe lain dan menutupi tubuh Nia yang hampir polos.


Setelah mengambil makan siang, Rendra mengajak Nia makan siang terlebih dahulu. Ia tahu betul sebetulnha istrinya merasa kelelahan dan juga lapar. Mungkin adegan jungkat - jungkit bisa mereka lakukan nanti malam setelah keduanya cukup istirahat.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Rendra sudah melakukan pemesanan untuk candle light dinner khusus untuk dirinya dan juga Nia. Ia sudah bersiap - siap menunggu Nia yang sudah cukup lama berada di dalam kamar ganti.


Karena merasa khawatir, akhirnya Ia memutuskan untuk memeriksa keadaan Nia.


" Sayang, kau baik - baik saja di dalam? " tanya Rendra melalui balik pintu ruang ganti.


" Iya sayang, " jawab Nia singkat.


" Apakah masih lama? " tanya Rendra lagi, memastikan bahwa Nia memang dalam keadaan baik - baik saja.


" Sepertinya iya, kau boleh pergi dulu sayang. Aku akan menyusulmu. " sahut Nia.


" Tidak. Aku akan menunggumu. " jawab Rendra lagi.


Kemudian Ia berjalan keluar dan duduk di kursi santai yang berada di tepi kolam. Menunggu istrinya dengan sabar. Entah apa yang sebetulnya dikerjakan Nia di dalam kamar ganti.


Sementara di dalam kamar ganti, Nia kebingungan memilih pakaian mana yang akan Ia kenakan malam ini. Semua pakaian terlalu terbuka baginya. Ia terlalu malu untuk mengenakannya.


Setelah menimbang beberapa lama, Ia akhirnya memilih backless gown berwarna hijau dengan detail tali pada bagian belakangnya.


Merasa kesulitan akan gaunnya, Ia meminta bantuan Rendra untuk membantunya.


" Rendra, bisakah kau bantu aku memasang tali - tali ini? " pintanya dari ruang ganti.


Kepalanya keluar melalui pintu ruang ganti memanggil Rendra yang sedang asik bermain ponsel.


Rendra segera menghampiri Nia. Matanya terbelalak melihat gaun yang dikenakan Nia.


" Apa tidak ada pakaian yang lain? " tanya Rendra.


" Semua seperti ini, off shoulder itu garis dadanya terlalu rendah. Gaun itu bagian belakangnya terlalu rendah. " jawab Nia.


" Siapa yang menyiapkan isi kopermu? " tanya Rendra.


" Sarah membantuku menyiapkan isi koper sejak dua hari lalu. " jawab Sarah.


" Bisakah aku minta untuk dibelikan pakaian lainnya? Ini terlalu terbuka. Aku merasa sangat tidak nyaman. " rengek Nia.


" Tentu saja. Aku juga tidak suka kau memakai pakaian terlalu terbuka seperti ini. " ucap Rendra.


Ia pun membantu Nia mengenakan gaun dan memasang tali yang ada di situ.


" Jangan Rendra, sayang. Panggil aku sayang kapan pun dan di mana pun. " ucap Rendra kemudian Ia memasang tali terakhir pada gaun Nia.


" Mengerti? " tanyanya.


" Iya Sayang, maaf. " ucap Nia.


" Jangan diulangi lagi. " ucap Rendra kemudian mengecup singkat bibir Nia.


Nia membalas dengan anggukan setuju. Nia sendiri tidak suka tubuhnya telrlau diekspose seperti ini. Ia merasa sangat malu jika ada bagian tubuhnya yang terlihat terlalu terbuka seperti ini


Baginya, Nia hanyalah miliknya seorang. Hanya dia yang boleh melihat tubuh Nia dalam keadaan terbuka. Untuk kali ini, karena tidak ada pilihan lain Ia akhirnya menyetujui Nia memakai gaun terbuka ini.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Makan malam dilaksanakan di sebuah tempat khusus dengan sinar temaram lampu yang redup. Meja dihiasi lilin yang berbentuk indah. Area meja makan dihiasi kelopak bunga mawar berwarna merah dan putih.


Nia begitu takjub dengan kejutan yang dipersiapkan oleh Rendra. Ia menggenggam erat tangan suaminya kemudian berbisik, " Terima kasih. "


Rendra tersenyum. Kali ini Ia berhasil lagi memberi kejutan untuk Nia.


Setelah keduanya duduk di kursi, makanan satu persatu dihidangkan. Mereka menikmati makan malam dengan diiringi musik.


Saat makanan penutup disajikan, Rendra seperti memberi kode kepada pelayan. Nia tidak menyadari pergerakan tangan yang menjadi kode Rendra.


Tidak lama, beberapa orang pelayan datang membawa sebuah bouquet bunga mawar merah berukuran cukup besar dan beberapa hadiah. Nia terkejut dengan kejutan lain yang telah disiapka oleh Rendra.


" Sayang, apa lagi ini? " tanya Nia setelah menerima bouquet mawar berwarna merah.


" Hadiah. " jawab Rendra singkat, kemudian zia mengambil segelas air putih dan meminumnya.


" Untuk? " tanya Nia lagi.


" Untuk perayaan kau menjadi istriku. " jawab Rendra.


Kemudian Ia meraih tangan Nia. Menggengamnya erat, dan menatap lembut wajah Nia.


" Terima kasih sudah mau menikah denganku. " ucap Rendra.


Nia merasa terharu, Ia merasa sangat dicintai. Ia merasa begitu berharga di mata Rendra. Laki - laki yang dirasa sangat tepat baginya.


Setelah selesai menikmati makan malam, Rendra meminta bantuan pada pelayanan resort untuk mengantarkan hadiah - hadiah itu ke kamar mereka esok pagi.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Mereka segera kembali ke kamar setelah selesai dengan acara candle light dinner tadi. Sepertinya, dirasa sudah tidak sabar 馃き


Setelah pintu kamar tertutup, Rendra memastikan kamar terkunci dengan benar. Ia mendekati Nia yang mulai membersihkan riasannya.


Ia mendekap tubuh Nia dari belakang, mencumi ceruk lehernha dan menghisap aroma istrinya dalam - dalam. Meninggalkan sebuah tanda kepemilikian di situ.


Nia segera mendorong tubuh Rendra.


" Jangan tinggalkan tanda di sini. Mudah terlihat oleh orang. " ucapnya


Ada betulnya juga, batin Rendra.


" Aku akan membersihkan riasan dulu. bergantilah pakaian dulu. " ucap Nia.


Rendra patuh terhadap permintaan Nia. Ia pun beranjak dan beganti pakaian. Melepaskan setelan kemeja dan celana bahan yang Ia kenakan dengan hanya sebuah cekana boxer.


Setelah berganti pakaian, Ia melihat Nia baru saja selesai membersihkan riasannya. Ia segera mendekati Nia karena sudah tidak tahan. Adegan tadi siang ingin Ia ulangi lagi malam ini. Dan malam ini, Ia merasa harus bisa berhasil membobol gawang pertahanan Nia.


Nia yang sedang kesulitan melepas tali pada gaunnya pun dijadikan alasan oleh Rendra untuk mendekat dan membantu melepas talinya. Dengan sigap Ia membantu melepas tali pada gaun Nia.


Tapi, tentu saja tangannya tidak hanya melepas tali. Ketika seluruh tali belum terlepas sempurna, Ia menyelipkan tangannya ke dalam gaun yang Nia kenakan. Merem#as dua gundukan yang masih tertutup kabut gaun berwarna hijau itu. Sentuhan dan rem#sannya memancing hasrat Nia yang sudah sempat hidup tadi siang.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


eyyak, penulis share dulh ya gaun yang Nia kenakan buat candle light dinner bareng Rendra. Barangkali teman - teman readers mau meniru 馃き



...Salah satu backless gown yang dimasukkan Sarah ke dalam koper Nia. Bisa aja nih Sarah masukin yang beginian, kan bikin babang Rendra jadi gampang kepancing yaaah....


Emangnya ikan, kepancing - kepancing segala 馃き