Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 54. Mengekor



Sinar matahari malu - malu masuk melalui celah - celah gordyn kamar Nia. Sinarnya mengenai wajah Nia yang masih terlelap.


Nia menggeliat, matanya mengerjap perlahan.


Tidurku nyenyak sekali tadi malam. Batinnya.


Samar Ia mendengar dengkuran halus di sebelahnya. Spontan Ia menoleh ke arah sumber suara.


" Aaaaaaaa!!!! " Ia berteriak sekeras - kerasnya.


Rendra terbangun karena suara teriakan Nia.


Bruk!


Nia mendorong tubuh Rendra hingga Rendra terjatuh dari tempat tidur.


" Aaw! " pekik Rendra.


Melihat Rendra seperti kesakitan akibat terjatuh, Nia pun ikut turun dari temapt tidur. Ia membantu Rendra bangkit.


" Bagian mana yang sakit? " tanya Nia sembari memperhatikan tubuh Rendra.


Rendra tersenyum melihat tingkah Nia. Bagaimana bisa dia jadi khawatir, padahal dialah yang mendorongku hingga aku terjatuh. Gumamnya.


" Aww. " ucap Rendra berpura - pura sakit saat Nia menyentuh salah satu bagian tubuhnya.


" Sakit? Mana tadi yang sakit? " ucap Nia cemas memegang beberapa bagian tubuh Rendra yang tadi Ia sentuh untuk memastikan bagian tubuh Rendra mana yang sakit.


" Itu itu sakit. " ucap Rendra dengan wajah berpura - pura kesakitan.


" Yang mana? yang mana? " Nia masih berusaha menyentuh bagian tubuh Rendra yang tadi sempat tersentuh olehnya.


Tiba - tiba Rendra menarik tangan Nia. Menggenggamnya, kemudian mengarahkan ke dadanya.


" Ini sakit. " ucap Rendra.


Nia terdiam. Tangannya dapat merasakan detak jantung Rendra yang kencang. Ia seperti menikmati detak jantung Rendra yang kencang. Menikmati pula otot yang terasa kuat di bagian situ.


Setelah beberapa detik terdiam menikmati suasana, Nia tersadar. Ia menarik tangannya dengan cepat. Wajahnya memerah.


" Kau ini. " ucap Nia kemudian memukul pelan dada Rendra.


Rendra hanya tersenyum melihat tingkah Nia.


" Kenapa kau ada di sini? " tanya Nia.


" Jangan - jangan selama ini kau suka tiba - tiba masuk ke kamarku saat malam hari ya? " tanya Nia dengan wajah penuh curiga.


Rendra tersenyum, " Kalau iya kenapa? "


Wajah Nia terasa panas. Sepertinya wajahnya sudah cocok menggantikan merahnya lobster rebus.


" Tidak boleh! " seru Nia.


" Memangnya kenapa? Aku kan hanya memelukmu. Aku tidak berbuat yang tidak baik padamu. " dalih Rendra.


" Tetap tidak boleh. Bagaimana jika kau terbawa suasana kemudian kelepasan dan berbuat yang tidak - tidak? " tanya Nia.


" Misalnya? " tanya Rendra dengan ekspresi wajah yang tidak berubah. Tetap tersenyum dengan tatapan dalam ke Nia.


" Yaa... Misalnya... Misalnya.... " Nia salah tingkah.


" Ya? Misalnya? " tanya Rendra lagi.


" Ya.... Misalnya... Kau... " Nia tetap tidak bisa menjawab.


Jujur saja pikirannya sedikit traveling (hahaha). Tapi Ia malu untuk mengakuinya.


Rendra mendekat, mengikis jarak antara dia dan Nia. Ia meraih dagu Nia dan mendekatkan wajah Nia ke wajahnya.


Ia mengecup Nia dengan lembut.


" Aku sangat menghormati wanita. " ucap Rendra.


" Aku memang suka menggandengmu, memelukmu, dan menciummu. Tapi aku berani menjamin, aku tidak akan melakukan hal lebih. " lanjutnya.


" Walau rasanya sudah benar - benar tidak tahan sekalipun, aku tidak akan melakukan hal lebih jika belum saatnya. " lanjutnya lagi.


Rendra menatap Nia lekat - lekat. Ia tersenyum saat menatap Nia. Bukan karena wajah cantik natural Nia, tapi karena rasa sayangnya sangat dalam kepada Nia.


Nia membalas senyuman itu dengan senyumannya. Kemudian Ia memeluk Rendra terlebih dahulu. Pelukan ternyaman yang pernah Nia rasakan.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Setelah membersihkan diri, Nia turun ke bawah untuk makan siang. Hari ini hari libur, dia berencana untuk mengekor ke Rendra untuk mengulik informasi tentang Andreas dan Sarah.


Rendra sudah menunggunya di meja makan. Seperti biasa.


" Maaf, aku terlalu lama bersiap. " ucap Nia.


" Tidak masalah. " sahut Rendra.


" Rendra. " panggil Nia.


" Ya? " sahut Rendra.


" Apa rencanamu hari ini? " tanya Nia.


Rendra mengernyit. Kenapa dia tumben tanya jadwal kegiatanku. Apa yang dia rencanakan?


" Kenapa? " tanya Rendra penuh curiga.


" Eh, tidak kenapa - kenapa. Tanya begitu saja tidak boleh? Ya sudah. " Nia berpura - pura ngambek.


Nia menyuapkan nasi ke dalam mulutnya dengan sedikit kasar.


Rendra masih mengamati Nia. Ada yang aneh. Jangan - jangan dia mau bertemu seseorang?


" Aku mau ke daerah O. " jawab Rendra sambil menyendokkan nasi terakhir ke dalam mulutnya.


" Kenapa ke sana? Bukankah itu cukup jauh? " tanya Nia.


" Ada urusan. " jawab Rendra singkat.


Yah, kalau dia pergi, aku tidak bisa mengorek informasi. Apakah aku minta ikut saja? Hitung - hitung sekalian refreshing. Batin Nia.


" Kau mau ikut? " tanya Rendra.


Bingo! Batin Nia.


" Ya, aku mau! " seru Nia.


Rendra tersenyum, kemudian Ia meminum segelas air putih yang berada di dekatnya.


" Selesaikan makanmu kemudian bersiaplah. Kita berangkat tiga puluh menit lagi. " ucap Rendra.


" Oke! " jawab Nia bersemangat.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


20 menit berlalu ~


Nia sudah bersiap untuk ikut dengan Rendra. Ia tidak tahu urusan apa yang akan dikerjakan oleh Rendra. Jadi dia berpakaian seadanya.


Ia mengenakan kaos berwarna putih, celana pendek berwarna hitam dan jaket berwarna navi. Rambutnya terurai indah tanpa hiasan.


Dengan sabar Ia duduk di ruang keluarga menunggu Rendra. Ia menunggu sambil membaca novel online di aplikasi noveltoon. (Ahsik, promosi dulu.)


Tak lama, Rendra menghampirinya. Rendra terlihat sangat tampan dengan tampilan kasual. Ia mengenakan kemeja berwarna putih yang dilapisi sweater pada bagian luarnya.


" Nia. " panggil Rendra.


Nia menoleh dan tersenyum.


Ah, jantungku tidak aman. Gumam Rendra.


Rendra mengulurkan tangannya, Nia pun menyambut uluran tangan itu dan bangkit dari duduknya.


Selama di dalam mobil, Nia tidak bisa mengorek informasi dari Rendra karena ternyata Andreas berada dalam satu mobil dengan mereka.


Hanya saja, jika biasanya Andreas yang menyetir, kali ini ada orang lain yang menyetir. Nia seperti tidak asing dengan orang ini. Seperti pernah melihat namun entah di mana dan kapan.


" Sepertinya kita diikuti mobil lain di belakang. " bisik Nia pada Rendra.


" Iya, tenang saja. Itu penjaga kita. " ucap Rendra.


Marcedez Benz G63 berwarna hitam yang membawa Rendra dan Nia diikuti oleh sebuah fortuner berwarna hitam di belakangnya. Sedangkan di depan, ada fortuner hitam lain yang menjaga mereka.


Rendra benar - benar ingin memastikan keselamatan Nia. Apalagi saat ini Ia menuju tempat terakhir yang dikunjungi oleh ayahnya sebelum kematiannya.


Setelah perjalanan selama kurang lebih dua jam, akhirnya mereka tiba di Daerah O. Rendea turun dari mobil disusul oleh Nia.


Betapa terkejutnya Rendra setelah melihat apa yang terjadi. Di mana lahan hijau yang ada dalam ingatannya selama ini? Kerusakan yang terjadi di sini benar - benar parah.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Penulis share tampilan Rendra dan Nia hari ini yaaah, biar ga cuman kebayang karena deskripsi di atas. (Ahsek)



...Nia, cerah bener auranya. Happy bener kayanya bisa ngekorin Rendra hari ini 馃き...



...Rendra, pake baju kasual gantengnya makin - makin ajaaaa 馃槏...


Penulis juga mau share visual Anton, Si kepala bodyguard yang lebih suka jadi mata - mata karena dirasa lebih menantang 馃槄 btw, Anton ini yang lagi jadi pak sopir buat hari ini yah



...walau sudah nampak seperti ahjussi2, tapi kalo soal adu fisik ga usah diragukan 馃き...