Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part. 151 Putusan Hakim



Selamat Membaca ~


Persidangan berjalan sedikit alot. Setelah mendengar semua kesaksian para saksi yang jelas sangat memperburuk nilai Jason dan semakin tidak menguntungkan bagi posisi Jason, pihak pembela Jason tetap bersikukuh bahwa Jason berada dalam perlindungan hukum pemerintah Finlandia, sehingga tidak seharusnya pengadilan di Indonesia dapat menjatuhi hukuman atas Jason.


Mendengar pembelaan dari pengacara Jason, ketua tim pengacara Rendra mengangkat tangannya ke atas. Dengan lantang Ia berucap, " Keberatan, yang mulia.


" Silakan, keberatan diterima. " ucap hakim ketua yang sudah mulai jengah dengan pembelaan tim kuasa hukum Jason.


" Terima kasih, hakim ketua. Berikur adalah data - data yang menunjukkan bahwa Jason Alexander tidak pernah berstatus warga negara Finlandia. Selama ini Jason Alexander sudah memalsukan data dirinya. " ucap salah seorang pengacara dari tim kuasa hukum Rendra seraya mengangkat sebuah amplop berwarna cokelat.


Jason terkejut dengan apa yang disampaikan oleh pengacara tim Rendra. Bagaimana mereka bisa tahu? Aku bahkan sudah menyogok beberapa petinggi negara di sana untuk memalsukan dataku! Geram Jason dalam hati.


" Silakan bawa barang bukti yang Anda miliki. " ujar sang hakim ketua seraya mengulurkan tangannya.


Pengacara itu berjalan mendekat ke arah meja sang hakim ketua dan menyerahkan bukti yang Ia bawa.


" Kami juga memiliki bukti lain berupa video. " ucap pengacara dengan wajah menghadap Jason dan peserta persidangan lain secara bergantian.


" Mohon ijin untuk.memutar video bukti, Hakim Ketua. " ucap pengacara memohon ijin kepada hakim ketua.


" Silakan, " ujar sang hakim.


Pengacara itu berjalan ke arah jaksan dan menyerahkan sebuah usb berwarna hitam. Jaksa yang menerima usb itu segera menyambungkannya ke sebuah laptop yang berada di depannya, kemudian memutar video yang ada di dalam.


Seketika wajah Jason pucat pasi.


Terlihat dalam video itu adalah salah satu dari beberapa orang yang telah menerima aliran dana dingin dari Jason.


Sial! Mereka mengkhianatiku! Murka Jason dalam hati. Tangannya mengepal, menahan diri agar tidak kelepasan memukul benda atau siapapun yang ada di dekatnya.


" Awas saja sampai aku lolos kali ini, kalian akan aku habisi tanpa ampun! " gumam Jason.


" Bukti - bukti ini, kenapa baru diserahkan? " tanya hakim ketua.


" Berkas - berkas yang baru saja saya serahkan, baru saya terima semalam dari kedutaan Indonesia yang ada di sana. " jawab pengacara.


Hakim ketua mengangguk - anggukan kepalanya, kemudian Ia berbisik kepada hakim anggota yang ada di sisi kiri dan kanannya.


" Baik. Kami masih perlu untuk menimbang dan diskusi bersama untuk membuat keputusan. " ujar sang hakim ketua.


" Sidang akan dimulai lagi tepat pukul delapan malam. " lanjutnya.


Kemudian hakim ketua beranjak dari duduknya diikuti oleh dua hakim anggota yang ada di sisi kiri dan kanannya.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Rendra menggandeng tangan Nia untuk keluar dari ruang persidangan. Ia menggenggam tangannya erat karena Ia dapat merasakan Nia seperti sedang ketakutan. Wajar saja, rasa trauma yang Ia dapat akibat penculikan itu pasti sangat membekas baginya.


Jason didampingi kuasa hukumnya keluar dari pintu sisi kanan. Walau saat ini bisa dibilang Ia hanya sendiri, nyalinya masih saja besar.


Matanya menatap tajam ke arah Nia dan Sarah yang menundukkan kepalanya saat mereka saling bertatap mata secara tidak sengaja. Senyum sebelah membuat kesan keji di wajahnya semakin nampak.


" Apa yang Kau lihat? " tanya Anton, Ia segera berdiri tepat di depan Jason. Menghalangi pandangannya dari Nia dan juga Sarah.


" Orang tua, bergeserlah sedikit. Kau menghalangi pandanganku. " hardik Jason.


Anton bergeming, kini justru Andra ikut berdiri menghadap ke Jason. Dengan jarak yang lebih dekat ke arah tubuh Jason.


" Sudah sudah, mari kita beristirahat sebentar sejenak sebelum melanjutkan persidangan nanti. " pengacara Jason berusaha melebarkan jarak di antara Jason dan Andra yang sudah saling adu pandang.


Andra dan Jason akhirnya mundur beberapa langkah dengan mata yang masih tetap saling mengunci.


Jason meludah ke arah samping, mengejek Rendra dan timnya dengan sangat tidak sopan. Melihat itu, hampir saja Andra melayangkan sebuah bogeman mentah namun Anton menahannya.


" Dia tidak layak. " ujar Anton singkat dengan tangan yang masih berusaha menahan tangan Andra yang sudah terangkat.


Akhirnya Andra menurunkan tangannya dan meninggalkan Jason yang masih saja terus menatap tajam ke arahnya.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Setelah jeda sekitar empat jam, akhirnya persidangan kasus penculikan dan penipuan dengan tersangka Jason Alexander pun dilanjutkan.


Hakim ketua dan dua orang hakim anggota masuk ke dalam ruangan persidangan. Seluruh peserta persidangan berdiri hingga tiga hakim duduk, barulah seluruh peserta persidangan duduk.


" Pembacaan putusan atas kasus pelanggaran pelarangan memasuki wilayah Indonesia dan penculikan dengan tersangka Jason Alexander akan dilanjutkan. " ucap hakim ketua mengawali proses sidang lanjutan.


" Berdasarkan hasil telaah seluruh pelanggaran yang telah dilakukan oleh Jason Alexander dengan rincian sebagai berikut : melanggar pelarangan untuk memasuki wilayah Indonesia; tetap menjalankan bisnis gelap yang meliputi perdagangan bahan kimia berbahaya, obat terlarang, dan illegal logging; memiliki dan menggunakan kapal yang tidak memiliki ijin operasional resmi; membuat status kewarganegaraan palsu untuk menghindari hukuman; ... "


" Dia memborong semua jenis kejahatan. " celetuk Jessie pada Andra. Andra merespon dengan senyuman meneyeringai di wajahnya, memandang jijik ke arah Jason.


" Menggunakan alasan hutang piutang untuk mengambil hidup orang lain, dan juga melakukan perdagangan manusia. " lanjut hakim ketua.


" Woah, dia benar - benar luar biasa. Luar biasa menjijikkan. " celetuk Zyco sambil menggelengkan kepalanya berkali - kali saat mendengarkan penjelasan hakim ketua.


" Dia terlalu kreatif. " ujar Andra.


" Dengan cara yang salah. " timpal Anton yang baru saja ikut bergabung lagi ke dalam ruang persidangan.


" Berdasarkan semua barang dan bahan bukti yang ada. Dengan ini, menjatuhkan.... "


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Halo readers, penulis mohon maaf sekali yah sudah berhari - hari tidak up. Seminggu ini penulis dikejar deadline pekerjaan di kantor yang tidak bisa ditinggal. Maklum, masih umbi 馃檭