Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 27. Rencana Jason




Malam hari, di kediaman Jason Alexander -



Beberapa orang sedang melakukan pertemuan di sebuah ruangan. Terlihat jelas di situ ada Jason Alexander, Tommy yang merupakan asisten Jason, Lionell Adam yang merupakan Walikota Kota A. Dan masih ada beberapa pria lain yang tergabung dalam pertemuan itu.


Ruangan terlihat sedikit berkabut karena asap rokok yang sangat tebal menyelimuti ruangan itu. Di meja, tersaji berbagai jenis dan merk minuman keras. Beberapa wanita penghibur pun didatangkan untuk menghibur para lelaki dewasa itu.


Sesekali terdengar suara tawa dari ruangan itu. Nampaknya mereka sedang bersenang - senang.


" Tuangkan minuman untukku! " perintah Jason kepada wanita penghibur yang sedari tadi menggelayut manja di lengannya.


" Hahahaha, Tuan Jason. Anda benar - benar tahu bagaimana cara menyenangkan kolega - kolega Anda. " ucap Lionell.


" Betul sekali! Seperti ini, bagaimana kami tidak selalu akan patuh pada perintah Anda. Hahahaha " sambung Simon, Ia adalah kepala kepolisian di kota A.


" Sering - sering saja kemari. Aku akan menjamu kalian dengan sangat baik. " ucap Jason.


" Hahahahaa " terdengar riuh tawa di ruangan itu.


" Ke mana perginya Thomas? " Derry terlihat seperti sedang mencari - cari.


Derry adalah teman dekat Jason. Mereka sudah berteman sejak masih usia sekolah. Derry dipercaya Jason untuk mengurus beberapa anak perusahaan milik Jason di kota lain.


" Ke mana dia, Tommy? " tanya Jason.


" Tuan Thomas nampaknya sedang menikmati sajian wanita penghibur di lantai 3 Tuan. " jawab Tommy.


" Hahahaha. " riuh tawa sekali lagi terdengar di ruangan itu.


" Thomas memang selalu tidak bisa menahan. Berapa wanita penghibur yang dia ajak ke ke atas? " tanya Jason.


" Tiga orang, Tuan. " jawab Tommy.


" Hahahaha " riuh tawa lagi - lagi terdengar.


" Baik, kita lanjutkan ke inti pembicaraan kita tadi. " ucap Jason. Kali ini dengan wajah serius.


" Aku ingin pembukaan lahan itu berjakan dengan lancar. " ucap Jason.


" Tenang, pembukaan lahan akan kami tangani dengan baik. " ucap Lionell, " Bukan begitu Simon? " tanya Lionell.


" Betul, Anda tidak perlu khawatir Tuan Jason. Semua akan berjalan lancar. " sahut Simon.


" Anak buahku akan kukerahkan untuk meredam demo yang kemungkinan akan terjadi di daerah O. " lanjut Simon.


" Bagus, bagus. " sahut Jason kemudian menenggak whisky hingga tak bersisa dari gelasnya.


" Lalu dengan Narendra? Apa yang akan kau lakukan? " tanya Derry.


" Nah, Tuan Simon. Kepala Kepolisian yang terhormat! Bagaimana dengan kecelakaan - kecelakaan dan kasus penjambretan itu? " tanya Jason.


" Anda tenanglah, semua sudah kami tutup. Tidak akan ada yang bisa mengungkit itu lagi. " jawab Simon.


" Kecelakaan yang menimpa Senior Hartawan, Narendra Hartawan, kasus pengerusakan bahkan sampai penjambretan itu sudah selesai semua. Anda tidak perlu khawatir. " lanjutnya.


" Hahaha, bagus. Bagus sekali. " Jason kemudian menuangkan minuman keras ke gelas Simon.


" Tapi, siapa wanita yang menjadi korban penjambretan itu? " tanya Simon.


" Hahaha, dia adalah perempuan milik Narendra. " jawab Jason.


" Kenapa Anda menjadikan dia sebagai sasaran? Apakah wanita itu memiliki keistimewaan lain? " tanya Lionell.


" Aku hanya ingin tahu semua data dirinya. Narendra sangat melindungi dia, sampai - sampai sangat sulit untuk sekedar mengetahui data wanita itu. " ucap Jason.


" Lagipula, bukankah kelemahan laki - laki itu selalu terletak pada wanita? Apalagi jika wanita itu adalah wanita miliknya? " lanjut Jason.


" Selain itu, kita juga bisa menjadikan dia sebagai pengalih perhatian. " lanjutnya lagi.


Semua orang di sana menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Anda benar - benar pandai Tuan Jason. " ucap Lionell.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


- Dini hari, di kediaman Jason Alexander -


" Anda tidak istirahat, Tuan? " tanya Tommy.


" Tidak tidak. aku harus memikirkan. Apalagi yang harus kulakukan pada wanita itu untuk mengalihkan perhatian Narendra selama proses pembukaan lahan. " jawab Jason.


" Apakah tamu - tamu kita sudah pulang? " tanya Jason.


" Belum Tuan, tamu - tamu kita sedang menikmati jamuan Anda. Mereka bergabung dengan Tuan Thimas di lantai 3. " jawab Tommy.


" Hahahaha! Dasar mereka semua itu! Walikota, kepala polisi korup, dan teman hyperseks. Kombinasi penjahat yang sangat tepat. Hahahahha " nampaknya Jason sudah mulai dikuasai oleh alkohol. Intonasi bicaranya mulai tidak karuan.


Tommy tidak menjawab, Ia hanya diam.


Sesaat, keheningan menyelimuti ruangan tempat di mana Jason dan Tommy saat ini berada.


" Aku benar - benar tidak sabar untuk segera membangun kerajaan industriku yang baru. Kita akan mengalahkan Hartawan, membuatnya hancur, dan membalas dendam kedua orang tuaku. Hahahahahaha. " ucap Jason kemudian Ia menghisap rokoknya dalam - dalam.


Tommy tidak merespon. Ia hanya terdiam sambil mengawasi Tuannya yang sepertinya sudah mabuk berat.


" Jika boleh berpendapat, sangat sulit untuk menyentuh wanita itu. Semenjak kejadian pengerusakan tempat tinggal wanita itu, Narendra membawa wanita itu untuk tinggal bersamanya. " ucap Tommy.


" Narendra juga sepertinya menugaskan bodyguard untuk menjaga wanita itu. " ucap Tommy, lagi.


" Tidak masalah, kita bisa melakukan dengan berbagai macam cara bukan? " ucap Jason kemudian tertawa.


Tommy hanya terdiam. Sebetulnya Tommy kurang setuju dengan apa yang direncakan oleh Jason. Tetapi, mengingat semua hutang budi keluarganya terhadap keluarga Jason, Ia pun hanya bisa mendukung apa yang akan dilakukan oleh Jason.


" Apa yang akan kita lakukan pada wanita itu? " tanya Tommy.


" Sebetulnya aku juga belum tahu. Tapi pasti ada jalan. " ucap Jason.


" Setelah kejadian penjambretan kemarin, wanita itu pasti berada dalam perlindungan ketat. " lanjutnya. " Kita tunggu sampai mereka lengah. "


" Baik Tuan. " sahut Tommy.


" Tapi Tuan, mengingat dia adalah seorang wanita dan dia tidak ada kaitannya dengan apa yang telah terjadi sebelumnya, bisakah kita tidak membahayakan jiwa wanita itu? " tanya Tommy.


Jason menatap Tommy dengan eskpresi tidak senang.


" Kenapa kau jadi lembek sekali hah?! " bentak Jason. " Semua yang berkaitan dengan Hartawan juga menjadi masalah bagiku! " amuknya.


" Apa kau akan membelot dariku hanya karena seorang wanita?! " teriak Jason.


Tommy menundukkan kepalanya. " Maaf Tuan, saya tidak bermaksud seperti itu. "


" Hanya saja.... " belum selesai Tommy bicara, Jason beranjak dan mencengkeram kerah kemeja Tommy.


" Jika kau tidak bersedia mengikuti perintahku, pergi kau dari sini! Tidak usah menjadi penghambat bagiku! " ancam Jason.


" Dan ingatlah semua hutang budimu dan keluargamu pada kedua orang tuaku dulu! " ancamnya lagi.


" Baik Tuan, maafkan saya. " Tommy mengucapkan kalimat itu sembari menatap.ke arah mata Jason


Jason melepaskan cengkeramannya dari kemeja Tommy. Ia mendengus kesal.


" Keluar kau dari sini! " perintah Jason. " Kau membuat moodku jadi rusak! "


Tanpa memberi jawaban, Tommy menganggukkan kepala sebagai tanda pamit kemudian keluar dari ruangan Jason.


Jason membuka tutup botol whiskey yang ada di mejanya. Ia menenggak minuman keras itu langsung dari botolnya.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Sebenarnya, ada apa dengan Jason?


Kenapa dia dendam banget yah ke keluarga Hartawan?


Yuk readers, lanjuuuttt