
Selamat Membaca ~
Rendra telah tiba di kediaman Ben Walker tepat pada pukul 5.50 petang. Janji temu dijadwalkan akan dilaksanakan pada pukul 6 petang. Rendra adalah orang yang tepat waktu, sehingga Ia sudah terbiasa untuk datang lebih awal untuk menghormati janji temu yang telah dibuat.
Ia datang bersama Andreas dan Anton. Anton menyiapkan beberapa anak buahnya untuk mengawasi keadaan sekitar dan menjaga kemanan Rendra dan juga di sekitar tempat tinggal Ben Walker.
Ia menatap rumah mewah di depannya yang bergaya jepang. Kabarnya, Ben Walker merupakan keturunan Jepang – Amerika – Indonesia. Pantas saja, rumahnya didesain bergaya jepang seperti ini. Terlihat sangat unik.
Setelah dipersilakan masuk, Rendra dan Andreaas masuk dan menunggu di sebuah ruangan yang telah disiapkan untuk mereka.
Setelah menunggu sekitar 5 menit, Ben Walker datang menemui mereka.
" Selamat Malam. " sapa Ben Walker.
Andreas dan Rendra beranjak dari duduknya dan menyambut kedatangan Ben Walker. Setelah mereka saling berjabat tangan, mereka kemudian duduk kembali.
" Terima kasih sudah menyediakan waktu untuk menemui kami. " ucap Rendra.
" Tidak masalah. " sahut Ben Walker.
Laki - laki berusia sekitar 35 tahunan itu terlihat sangat berkharisma. Walau masih terbilang cukup muda, Ia terlihat sangat berwibawa. Penampilannya yang sederhana benar - benar menguatkan kesan bahwa Ia adalah orang yang sangat cerdas.
Usianya terbilang benar – benar muda untuk terjun di dunia politik dan pemerintahan. Bahkan sejujurnya, Rendra mengangumi bagaimana inovasi pekerjaan yang Ia tawarkan untuk memperbaiki system yang sudah ada di Kota A.
“ Sebelumnya ijinkan saya memperkenalkan diri kami. Saya King Narendra Hartawan, dan ini adalah sepupu saya bernama Andreas Hakim. “ ucap Rendra seraya menggerakkan tangannya ke arah Andreas.
“ Oh ya, King Narendra Hartawan. Pemilik kerajaan bisnis Hartawan Group. Saya sering membaca artikel tentang Anda. “ ucap Ben bersemangat.
“ Apakah ada keperluan mendesak sehingga Anda meminta bertemu dengan saya selain di jam kantor, Tuan… King? “ tanya Ben dengan sopan walau Ia merasa ragu bagaimana harus memanggil Rendra.
“ Rendra saja, Tuan Ben. “ sahut Rendra merendah.
“ Baik, jika itu yang Anda hendaki. “ sahut Ben dengan ramah.
“ Baik, saya akan langsung ke intinya saja Tuan. “ ucap Rendra dengan ekspresi wajah berubah serius seketika.
Andreas kemudian mengeluarkan sebuah i-pad kemudian menyerahkan kepada Ben. Ia menekan tombol play pada layar dan sebuah video berdurasi beberapa menit pun berputar.
Ben dengan seksama menyimak video itu. Wajahnya masih nampak tenang hingga video itu telah selesai dimainkan.
“ Dari mana Anda mendapatkan video ini? “ tanya Ben seraya menyerahkan kembali i-Pad ke Andreas.
“ Kami melakukan penyelidikan atas inisiatif kami sendiri. Awalnya kami mencurigai kenapa daerah O tetap digusur dan dijadikan sasaran pembukaan lahan. Dari situ, kami melakukan penyelidikan ini. Dan ternyata, banyak kaitan dengan hal lainnya lagi. “ jelas Andreas.
Ben menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Ia masih terdiam, sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
“ Kami menawarkan kerja sama dengan Anda untuk membongkar rahasia besar ini. Kami juga menawarkan pengamanan untuk Anda sekeluarga, karena Anda dan sekeluarga sedang dalam bahaya. “ ucap Rendra.
“ Begitukah? “ tanya Ben.
“ Bagaimana aku bisa tahu bahwa kau tidak sedang memanfaatkanku? “ tanya Ben.
Pertanyaan jebakan! Seru Andreas dalam hati. Ia menatap Rendra yang terdiam setelah mendengar pertanyaan dari Ben.
“ Apa untungnya bagi say ajika saya memanfaatkan Tuan? Sedangkan saya sama sekali tidak tertarik dengan dunia politik. “ jawab Rendra.
Jawaban cerdas. Batin Andreas.
Orang ini. Dia benar – benar sedang mengujiku. Batin Rendra. Rendra tersenyum dan menghela napasnya perlahan
“ Begini Tuan, memang benar saya bisa membongkar hal ini semua dengan tangan saya sendiri. Tapi, mereka akan tetap bisa saling menutupi. Lihat saja bagaimana perbuatan mereka selama ini tertutupi secara rapi. “ jawab Rendra.
“ Saya ingin Anda membantu kami karena dengan begitu, Anda bisa membongkar dan memperkarakan juga dari segi kepatutan dalam dunia pemerintahan. Sebagaimana kita ketahui, sudah jelas walikota kita adalah anak dari mantan walikota yang tersandung kasus korupsi, illegal logging, dan masih banyak lagi. “ lanjutnya.
“ Dengan bantuan Anda, saya harap kita bisa membersihkan mereka semua hingga ke akarnya, “ imbuhnya.
Ben terdiam. Ia nampak sedang mencerna apa yang telah disampaikan oleh Rendra.
Apa yang Rendra ucapkan memang benar. Sebenarnya selama ini Ia sudah tahu bahwa ada masalah yang sedang ditutupi oleh Lionell. Namun Ia tak tahu harus bagaimana karena seluruh jabatan penting diisi oleh orang terdekatnya.
“ Baiklah, saya terima tawaran Anda. “ ucap Ben.
“ Tapi saya punya syarat. “ lanjutnya.
“ Apa itu, Tuan? “ tanya Rendra.
“ Seperti yang tadi sudah Anda sampaikan, keselamatanku dan keluargaku sedang berada dalam bahaya. Aku ingin Anda membantuku dalam hal itu. “ jawab Ben.
" Dan seperti yang telah Anda tawarkan, bahwa Anda akan menjamin keselamatanku dan keluargaku. " lanjutnya.
Masuk ke dalam dunia politik seperti ini memang harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Wajar jika Ben sangat mengkhawatirkan keselamatan dirinya dan juga keluarganya. Dan kekhawatiran itu nampak jelas di wajahnya.
“ Anda tenang saja, serahkan pada saya. “ ucap Rendra berusaha meredam kekhawatiran Ben.
“ Kita bisa mengaturnya agar Anda sekeluarga aman. “ lanjutnya.
“ Apakah Anda bisa memegang omongan Anda? “ tanya Ben. Nampak masih meragukan Rendra.
“ Tentu saja. “ sahut Rendra dengan penuh keyakinan.
Bagaimana Ia tidak yakin, Ia memiliki anak buah yang bahkan agen – agennya saja tersebur di seluruh negeri bahkan di luar negeri. Mulai dari yang berseragam rapi hingga yang preman biasa.
Yah, walaupun kemarin Andra dan Jessie membuat masalah dengan diri mereka sendiri hingga kelolosan.
“ Kalau begitu, mari ke ruangan kerja saya. Agar obrolan kita lebih privat. “ ajak Ben.
Tanpa berpikir panjang, Rendra dan Andreas menyetujui ajakan Ben. Kemudian mereka mulai menyusun rencana bersama di ruang kerja Ben Walker yang berada satu lantai di atas ruangan tempat mereka bertemu saat ini.
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
Pengen ngga kasih lihat visual Ben Walker tapi ngga bisaa, kharismanya kuat banget soalnya. Jadiiii, mari penulis share visualnya yaaa
...Ben Walker, wakil walikota kota A...
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
anw, penulis mohon maaf ya kemarin review naskahnya ternyata lama sekali. Jadinya episode sebelumnya baru release hari ini. Jadi bukan karena penulis tidak up story yah 🙏🏻
penulis sudah up kok, tapi karena isinya agak sensitif jadi agak lama deh direviewnya.
Dan layaknya penulis - penulis lainnya, penulis mohon dukungannya untuk novel ini dengan cara beri rate, vote, like, dan komentar. Mau kasih jadiah juga boleh banget loh ❤