
Selamat Membaca ~
Subuh pun menjelang. Perlahan Sarah membuka matanya, lengannya terasa sangat ngilu. Seperti ada rasa menarik namun nyeri di tangannya. Ia melihat ke sisi kanan, ada seorang pria tertidur dalam posisi membungkuk di samping ranjangnya. Apa dia tidak pulang semalam? Gumamnya.
Ia merasa nyeri lagi pada tangannya, Ia melihat tangannya yang sedang terpasang selang infus. Ia terkejut karena darahnya mengalir di selang infus, ternyata cairan infusnya sudah habis dan darahnya tersedot di selang infus.
Ia refek berteriak, membuat Andreas bangun karena terkejut. Dengan wajah kebingungan Andreas beranjak dari kursi dan melihat kondisi sekeliling.
β Kenapa? Ada apa? β tanya Andreas kebingungan.
Sarah menunjuk ke arah selang infusnya sambil meringis kesakitan.
Ah, aku pasti tertidur sampai tidak tahu cairan infusnya habis. Ucap Andreas dalam hati. Ia kemudian berlari mencari perawat yang sedang bertugas untuk melaporkan kondisi Sarah.
Tak lama, Andreas kembali dengan seorang perawat. Perawat itu dengan sigap memberi tindakan pada Sarah. Karena dirasa sudah tidak ada keluhan dan perawatan sudah cukup, akhirnya perawat itu melepas selang infus Sarah.
Setelah menyelesaikan administrasi, Andreas menawarkan diri untuk mengantarkan Sarah pulang. Sarah hanya patuh karena memang sejak awal Andreas sudah membantunya, Ia tidak berani membantah.
Di dalam mobil, mereka berdua hanya diam. Sarah diam β diam melirik ke arah Andreas. Kemejanya tidak dikancing lengkap, kancing atasnya sudah dilepas. Terlihat wajahnya kelelahan, Sarah merasa tidak enak.
πΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈ
Setelah berkendara sekitar 15 menit dari rumah sakit, mereka kemudian sampai di apartemen Sarah.
β Ayo mampir ke dalam. Aku tau kau pasti sangat lelah, tapi setidaknya biarkan aku membuatkan sarapan untukmu. β ucap Sarah.
β Tidak perlu. β sahut Andreas singkat bahkan tanpa menatap Sarah.
Cih, dia menjadi dingin lagi. Seperti freezer kiriman kutub utara.
β Ayolah, mampir dulu. Aku ingin membalas kebaikanmu, ya? Please. β ucap Sarah dengan wajah memelas.
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Andreas menyetujuinya. Kemudian Ia memarkirkan mobil di basement dan berjalan bersama Sarah ke apartemen Sarah.
β Mari, silakan masuk. β ucap Sarah seraya mempersilakan Andreas masuk.
Andreas melepas sepatunya kemudian memakai sandal khusus dalam rumah yang tersedia. Ia berjalan masuk dan mengamati sekitar. Sangat bersih, rapi, dan nyaman. Penataan ruangannya bagus dan pilihan warna catnya juga bagus. Kukira dia akan menggunakan cat berwarna pink dan ada banyak benda berwarna pink berserakan di mana pun. Batinnya.
β Duduklah di sini dulu, aku akan berganti pakaian terlebih dahulu. β ucap Sarah.
Andreas hanya membalas dengan anggukan.
Sarah kemudian melangkah masuk ke dalam kamarnya, namun Ia kembali keluar lagi.
β Ee, apa kau mau ganti baju? Semalam kau juga sempat kehujanan. Pasti rasanya tidak nyaman. β ucap Sarah.
β Tidak, terima kasih. β sahut Andreas cepat.
β Ya sudah kalua begitu, β ucap Sarah kemudian masuk lagi ke dalam kamarnya.
Diam β diam Andreas memperhatikan penampilannya. Kemejanya kusut, ada noda kotor pasti sisa semalam saat Ia membantu memperbaiki mobil Sarah saat hujan. Sebetulnya Ia merasa tidak nyaman mengenakan kemeja semalaman dan belum berganti pakaian, tapi mau bagaimana lagi.
Setelah berganti pakaian, Sarah keluar dengan membawa sweater berwarna cokelat muda dan sebuah handuk.
β Bersihkan dirimu selagi aku memasak makanan. Aku tau kau pasti merasa tidak nyaman. β ucap Sarah.
Andreas hendak menolak, namun Sarah dengan cepat menyahut, β Aku tidak menerima penolakan. Ambil ini dan bersihkan dirimu. Kamar mandi berada di sana. β ucap Sarah seraya memberikan sweater dan handuk.
Entah terkena angin apa, Andreas hanya patuh pada Sarah. Ia menerima sweater itu dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Sarah mulai bersiap menyiapkan makanan untuk dirinya dan Andreas.
Setelah membersihkan diri, Andreas berjalan ke arah dapur. Apartemen Sarah cukup luas sehingga hampir terasa seperti rumah yang luas.
Ia kemudian duduk di kursi yang berada di ruang makan. Ruang makan dikonsep seperti meja bar. Meja dan kursi tinggi, tidak terlalu besar. Penataan yang apik untuk menghemat space ruangan.
Ia memperhatikan Sarah yang sedang memasak dalam diam. Sesekali Sarah bersenandung saat memasak, membuat Andreas merasa kagum. Aku kira karena dia adalah anak dari orang berada, memiliki bisnis real estate, membuatnya menjadi seorang gadis pemalas yang tidak bisa apapun. Ternyata dia cukup mandiri, bahkan suaranya cukup merdu. Batin Andreas.
β Kau di sini? β tanya Sarah membuyarkan lamunan Andreas.
β Ya, β sahut Andreas.
β Sabar yah, sebentar lagi siap. β ucap Sarah.
β Ini aku siapkan teh jeruk purut untukmu. Semoga bisa mengurangi rasa lelahmu semalam. β ucap Sarah sambil tersenyum.
Beberapa saat kemudian masakan sudah siap. Sarah menyiapkan beberapa menu masakan. Sayur berkuah, beberapa jenis lauk, dan nasi hangat.
β Silakan dinikmati, aku hanya bisa memasak masakan sederhana seperti ini. β ucap Sarah malu β malu.
Berbeda dengan Andreas, Ia terkagum dengan hasil masakan Sarah. Yah, bagaimana lagi. Selama ini Ia tinggal sendiri. Seringkali Ia hanya memesan makanan dari aplikasi online atau restoran cepat saji. Sudah lama Ia tidak merasakan masakan rumahan seperti ini.
Mereka kemudian menikmati masakan Sarah dalam diam. Sekali lagi, dalam diam. Mereka seperti takut dan merasa canggung untuk memulai obrolan.
β Masakanmu, enak. β puji Andreas dengan tulus.
β Benarkah? β tanya Sarah.
Andreas mengangguk. Memang, masakan Sarah sangat cocok dengan lidah Andreas, yah mungkin juga dengan hatinya.
β Terima kasih. β sahut Sarah malu β malu.
β Aku yang harusnya berterima kasih. β ucap Andreas.
Sekarang, giliran Sarah yang terdiam. Namun ekspresi wajahnya nampak malu β malu. Ternyata Andreas juga bisa bersikap manis walau wajahnya dingin seperti itu. Batinnya.
β Ini kan hari libur, apakah kau akan bekerja? β tanya Sarah.
Andreas menjawab dengan menggelengkan kepala tanpa bersuara. Mulutnya sibuk mengunyah sehingga tidak bisa menjawab Sarah.
β Syukurlah, kurasa memang kau harus beristirahat. β ucap Sarah kemudian memasukkan suapan makanan ke dalam mulutnya.
β Lalu kau, apa yang akan kau lakukan hari ini? β tanya Andreas.
What? Did he just give me a question? Sungguh tidak dapat dipercaya. Eh tapi, Narendra yang beku seperti itu saja bisa meleleh setelah bertemu dengan Nia. Bukan berarti manusia salju ini juga tidak bisa meleleh kan? Gumam Sarah dalam hati.
β Aku mau ke supermarket. Mengisi stok makanan di lemari pendingin. Dan mungkin aku akan membeli beberapa jajanan. β ucap Sarah bersemangat.
β Kau kan baru saja sembuh. β sahut Andreas cepat.
What? Apa dia baru saja khawatir padaku? Ah tidak, hatiku tergoda! Pekik Sarah dalam hati.
β Iya, tapi jika tidak ada makanan kan sama saja. Aku bisa mati kelaparan. Jika selalu membeli makanan di laur, aku bisa bosan. β jawab Sarah.
Andreas terdiam, ada betulnya juga yang dia ucapkan.
β Kalu begitu, aku akan mengantarkanmu. β ucap Andreas.
β Tidak usah, aku tidak mau merepotkanmu. β ucap Sarah cepat.
Ya, Ia tidak mau merepotkan Andreas. Semalam Andreas sudah menjaganya sampai tertidur membungkuk seperti itu.
β Tidak merepotkan, aku hanya harus memastikan kau tidak membeli sesuatu yang aneh yang dapat memicu reaksi alergimu lagi. β sahut Andreas.
β Dan itu wujud terima kasihku untuk ini. β ucapnya lagi sambil menunjuk isi piringnya yang sudah bersih.
Sarah tersenyum, β Baiklah kalau itu maumu. β
πΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈ
Eciye, bibit β bibit asmara sudah tumbuh nih sepertinya. Andreas bisaan euy cara PDKTnya, smooth banget. Sarah juga, kasih jalan terus ya tsaaaaayy
Penulis dan readers siap β siap pindah planet deh demi kalian berdua.
πΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΉοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈπΉοΈπΈοΈ
Hai, readersku tersayang. Untuk menebus hari kemarin, khusus hari ini penulis up dua episode ya. Semoga bisa istiqomah nih, pengen bisa segera merampungkan sebetulnya. Supaya bisa segera up novel kedua. Hihi
Yuk, follow akun penulis. Untuk bisa tau update novel penulis lainnya.
Atau mau tau juga akun sosmed penulis? π€
Jangan lupa, beri rate, vote, like, dan komentar yah. Mau kasih hadiah juga boleh banget yaaah
Terima kasih banyak β banyak β€