
Selamat Membaca ~
Rania mengerjapkan matanya perlahan. Ia memperhatikan isi ruangan di mana Ia berbaring saat ini. Sudah sangat jelas, ini bukanlah kamar sempitnya yang ada di dalam kapal.
Ia berusaha bangun, rasa nyeei menjalar di seluruh tubuhnya. Rasa perih pada bagian pergelangan tangan dan kakinya bekas ikatan masih terasa.
Ia melihat selang infus yang terpasang di tangannya. Ia berusaha merunut ingatannya, akan apa yang sudah terjadi padanya kemarin.
Ceklek
Jessie masuk ke dalam kamar, tersenyum ramah kepada Rania.
" Hei, kau sudah bangun? " sala Jessie dengan ramah.
Rania mengangguk sambil tersenyum lemah.
" Cukupkan istirahatmu, Tuan Narendra ingin bertemu denganmu. Tapi tentu saja, setelah kau sudah pulih. " ucap Jessie kemudian duduk di kursi kayu yang berada di sisi kanan ranjang.
Sekarang saja. Bawa aku menemuinya, kita harus segera menyelamatkan Karunia dan Sarah. Pinta Rania.
" Apa kau yakin? Tapi kau masih sangat lemah. Kau masih sakit. " ucap Jessie.
Rania mengangguk dengan yakin, walau masih terlihat lemah.
" Baiklah, kalau itu maumu. Aku akan mengatakannya pada pimpinanku. " pungkas Jessie.
Kemudian Jessie beranjak dan keluar dari kamar tempat di mana Rania sedang dirawat.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Mendengar kabar bahwa Rania bersedia untuk bertemu dengannya, Rendra ditemani Andreas dan Anton bergegas menuju kamar tempat Rania dirawat. Mereka juga didampingi Jessie dan Andra.
Saat mereka masuk ke kamar, Rania sedang duduk termenung menghadap ke arah jendela. Ia nampak melamun, bahkan Ia tidak sadar jika sudah ada orang lain yang masuk ke dalam kamarnya. Pandangannya menerawang, seolah sedang melihat sesuatu di luar jendela.
" Rania, Tuan Narendra sudah ada di sini. " ucap Jessie membuyarkan lamunan Rania.
Rania memutar posisi badannya. Kini Ia menghadap ke arah Rendra.
" Namamu Rania? " tanya Rendra.
Rania membalas dengan anggukan.
" Apa kau kenal istriku? Dan temannya? " tanya Rendra lagi.
Rania menjawab dengan anggukan kepala lagi.
" Bagaimana bisa kau mengenal mereka? " tanya Rendra.
Tuan Tommy memintaku secara langsung untuk mengantar makanan dan baju ganti untuk Karunia dan juga Sarah. Sejak itu aku menjadi dekat dengan mereka berdua. Jawab Rania, masih menggunakan bahasa isyarat. Andra membantu menerjemahkan apa saja yang disampaikan oleh Rania.
" Tuan Tommy? " tanya Andreas.
Rania mengangguk.
Ya, Tuan Tommy. Asisten pribadi Tuan Jason. Jawab Rania.
" Bagaimana bisa kau terlibat berada di dalam kapal itu? " tanya Anton.
Rania nampak menghela napas perlahan.
Orang tuaku memiliki hutang dalam jumlah yang sangat besar kepada Tuan Jason. Aku tidak tahu awal mulanya bagaimana bisa orang tuaku berhutang kepadanya. Dua bulan lalu, kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan kerja di tempat kerjanya. Sekarang, hanya ada aku dan kakekku. Mereka mengancam nyawa kakekku, jika aku tidak mau ikut bekerja bersama mereka di kapal ini. Ucap Rania seraya menahan tangisnya.
" Berikan informasi kepadaku, di mana kakekmu berada. Aku akan mengirim orang untuk mengamankannya. " ucap Rendra.
Benarkah? Terima kasih Tuan. Seketika wajah sendu Rania berubah menjadi cerah mendengar penawaran Rendra.
Rendra membalas dengan senyuman.
Tuan, Anda harus segera menyelamatkan mereka. Terakhir kali aku melihat Karunia, sepertinya dia sedang sakit parah. Rania menyampaikan hal itu dengan wajah khawatir.
Rania mengangguk.
Terakhir kali kulihat dia sedang pingsan. Tubuhnya terlihat lemas, wajahnya sangat pucat. Dan Sarah terus menangis sambil memeganh tangan Karunia. Jawab Rania.
Rendra mendadak lemas. Ia hampir saja roboh jika saja Andreas tidak menahan tubuh Rendra.
" Kau tau ke mana merek membawa Nyonya Karunia dan Nona Sarah? " tanya Anton.
Sebetulnya aku tida yakin, tapi Tuan Jason terus menyebut nama tempat. Dan terakhir kali, Tuan Tommy sempat membisikkannya padaku sesaat sebelum mereka membawaku ke gedung kosong itu. Jawab Rania.
" Kalau begitu, cepat katakan. Di mana mereka membawanya? " tanya Anton tidak sabaran.
Mereka membawa Karunia dan Sarah ke sebuah tempat yang terletak di dekat pelabuhan. Ada sebuah hutan di dekat sana. Ada sebuah danau juga. Dan ada tempat pemotongan kayu. Jawab Rania.
Tuan Tomm hanya mengatakan, kota sebelah, hutan, danau, tempat pemotongan kayu. Imbuh Rania.
Rendra memberi kode kepada Anton. Dengan cepat Anton menangkap kodw itu.
Anton kemudian mengambil ponsel di saku celananya dan segera menelepon seseorang.
" Zyco. " ucap Anton.
" Cari tempat dengan kata kunci kota sebelah, hutan, danau, dan tempat pemotongan kayu. " perintah Anton.
Kemudian Ia memutus sambungan teleponnya.
" Rania, terima kasih atas bantuanmu. Sekarang kau istirahat. Dan jangan khawatir, kakekm akan aman bersama anak buahku. " ucap Rendra.
Terima kasih, Tuan. Jawab Rania.
Kemudian Rendra, Andreas, Anton, Andra dan Jessie pun keluar dari kamar Rania. Memberi kesempatan Rania untuk beristirahat kembali.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Di ruangan lain, masih di dalam bangunan yang sama ~
" Tuan, apakah ada kabar baik dari duta besar dan pemerintah setempat? " tanya Anton.
Andreas menggeleng dengan lesu.
" Duta Besa suda memfasilitasi agar kira bisa bertemu dengan pemerintah setempat. Tapi... " jawab Andreas terputus.
" Mereka menolak membantu karena tidak ada keuntungannya bagi mereka, jika mereka membantu kita. Mereja berdalih bahwa keamanan negaranya lebih utama dibandingkan dengan membantu kita. " sambung Rendra.
" Kenapa mereka bisa tidka memiliki rasa kemanusiaan seperti ini?! " ucap Anton dengan penuh amarah.
" Mereka juga tidak sepenuhnya salah. Negara ini telah menghadapi badai dan krisi sebelumnya. Kericuhan di mana - mana. " sahut Andreas.
" Tapi tetap saja, bagaimana bisa mereka menutup mata seperti ini. " gerutu Anton.
" Sudahlah. Yang terpenting mereka tidak menghalangi kita. " sahut Rendra.
" Lagipula, aku punya kalian. Aku lebih oercaya dengan kinerja kalian. " lanjutnya.
Anton merasa bangga setelah mendengar jawaban Rendra.
" Terima kasih atas keyakinan Anda, Tuan. " sahut Anton.
Rendra hanya membalas dengan senyum simpul.
" Kalau begitu, saya pamit. Saya harus memastikan seluruh agen saya bekerja dengan baik. Agar Nyonya Karunia dan Nona Sarah bisa segera ditemukan. " pamit Anton.
Rendra dan Andreas hanya membalas dengan anggukan. Kemudian Anton pun keluar dari ruangan. Meninggalkan Andreas dan Rendra di dalam ruangan.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍