Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 51. Thomas Alfredo? (1)



Nia sangat bersemangat menunggu jam pulang hari ini. Dia berencana akan mengganggu Andreas karena Ia tidak mendapat jawaban dari Sarah.


Ia berulang kali melihat ke arah jam meja berwarna biru muda yang ada di meja kerjanya. Ia belum pernah setidak sabar ini menunggu jam pulang kerja.


ting


Ada notifikasi pesan masuk di ponsel Nia.


Rendra *bersiaplah pulang


Nia *Iyaa, apakah Andreas pulang bersama kita?


Rendra *Kenapa kau tanya2 Andreas?


Ups. Sebuah kesalahan.


Nia memilih untuk tidak membalas pesan singkat Rendra. Bisa kacau nanti.


Setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal, Nia pun bersiap pulang. Ia berjalan dengan cepat menuju lift untuk kemudian menunggu Rendra di lobby.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Setelah sampai di mansion Hartawan, Andreas ikut turun dari mobil. Sepertinya masih ada urusan yang harus Ia selesaikan dengan Rendra.


Rendra masuk terlebih dahulu ke dalam. Sedangkan Nia, dengan sengaja memperlambat jalannya karena menunggu Andreas.


Ketika Andreas akan mendahuluinya, Nia segera memanggil Andreas.


" Tuan Andreas. " panggil Nia.


Andreas menghentikan langkahnya. Ia berbalik menghadap ke arah Nia.


" Ya, ada apa Nona Karunia? " sahut Andreas sopan.


" Ada yang ingin kutanyakan. " tanya Nia to the point.


" Silakan, Nona Karunia. " sahut Andreas lagi.


" Ada apa antara kau dengan Sarah? " tanya Nia.


Mata Andreas membulat sepersekian detik. Nia menangkap lagi gerakan aneh pada mata Andreas.


" Maksud Anda? " tanya Andreas pura - pura tidak mengerti.


" Jangan pura - pura tidak tahu atau tidak mengerti. Jawab. Ada apa antara kau dengan Sarah? " tanya Nia lagi.


" Tidak ada apa - apa di antara kami. " jawab Andreas dengan tenang


" Mana mungkin. Kau mau aku percaya begitu saja? " tanya Nia.


" Hak Anda, " jawab Andreas singkat. Menyebalkan sekali memang.


" Baiklah, Hakku. Jadi Hakku juga untuk bertanya dan mendapat jawaban darimu. " timpal Nia.


" Benar. Maka, hak saya juga untuk memilih menjawab pertanyaan Anda atau tidak. " jawab Andreas.


Aku benar - benar dikelilingi oleh manusia - manusia yang menyebalkan! Sarah dan Andreas sama saja! Gerutu Nia.


" Jika tidak ada keperluan lagi, saya ijin untuk menemui Tuan Rendra di ruangan kerjanya. " ucap Andreas.


" Ada! " jawab Nia cepat.


" Baiklah, apa itu? " tanya Andreas.


" Apa kau dan Sarah sedang dalam hubungan spesial? " tanya Nia. Jauh lebih to the point dari pertanyaan sebelumnya.


" Maaf Nona Karunia, saya tahu Anda adalah orang yang memiliki rasa penasaran yang amat tinggi. " jawab Andreas.


" Tapi tahukah Anda? Riset membuktikan, orang - orang yang selalu ingin tahu urusan orang lain memiliki rentang usia lebih pendek jika dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki rasa ingin tahu berlebih? " lanjutnya.


Ia menyampaikan jawabannya dengan tenang, wajah datar, intonasi bicara tenang Tetapi tidak membuat si pemilik pertanyaan menjadi tenang.


" Kau memang terkadang menyebalkan sekali. " gerutu Nia kemudian Ia berjalan menuju kamarnya.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Setelah membersihkan diri, Nia bersiap turun untuk makan malam. Bi Habsya sudah memanggilnya untuk turun makan malam.


Di meja makan, ternyata Rendra dan Andreas sudah menunggu Nia. Merasa segan, Nia berjalan cepat menuju meja makan dan duduk di samping Rendra.


" Nia. " panggil Rendra.


" Iyah? " sahut Nia.


" Mulai besok, kau harus berhatu - hati. Jason bisa saja datang lagi dan menjadi lebih gila dari kejadian tadi siang. " Rendra mewanti - wanti dengan wajah serius.


Nia mengangguk patuh.


" Dan mulai besok, kau akan dijaga oleh penjaga khusus. " lanjut Rendra.


" Tapi tenang saja, Ia tidak akan berada terlalu dekat denganmu. Dia akan menjaga jarak aman denganmu. " lanjutnya lagi.


Nia mengangguk patuh lagi. Jujur saja, dia memang tidak suka dengan penjagaan dan kawan - kawannya itu. Tapi Ia merasa memang Jason semakin aneh. Selalu saja berada di sekitar Nia.


" Setelah makan, berisitirahatlah. " ucap Rendra.


Nia menatap Rendra. Berusaha mengirim sinyal bahwa sebenarnya Ia ingin berbincang dengan Rendra.


" Aku harus melanjutkan pekerjaanku dengan Andreas. " lanjut Rendra.


Nia pasrah. Bibirnya mencebik. Gagal lagi dia mengorek informasi tentang Andreas dan Sarah. Huh!


" Baiklah. " sahutnya.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


tok tok tok


Anton membuka pintu ruang kerja Rendra.


" Masuklah. " perintah Rendra.


Di ruangan itu, sudah ada Andreas dan Andra.


" Maafkan keterlambatan saya, Tuan. " ucap Anton.


" Tidak masalah, " jawab Rendra tenang.


" Bagaimana hasilnya? " tanya Andreas.


Anton menyodorkan sebuah amplop coklat dengan isi yang terlihat cukup tebal ke Andreas.


Andreas membuka amplop itu, mengeluarkan isinya, kemudian melihat lembar demi lembar isi dari amplop coklat itu. Kemudian Ia menyerahkannya kepada Rendra.


" Benar yang disebutkan oleh Andra. Di samping asisten pribadi Jason Alexander itu adalah Thomas Alfredo. " ucap Anton.


Andreas membelalak.


" Thomas.... Alfredo? " tanya Rendra. Ia samar teringat nama itu. Seperti familier.


" Betul, Tuan. Thomas Alfredo. " jawab Anton.


" Namanya tidak asing bagiku. Tapi aku pernah mendengarnya di mana yaa.... " gumam Rendra.


" Dia adalah salah seorang pembunuh bayaran, Tuan. Namanya sudah sangat terkenal di dunia hitam pembunuhan. " jawab Anton.


" Begitukah? Tapi aku seperti pernah tau nama ini. Di mana ya.... " Rendra masih bergumam. Berusaha mengingat - ingat di mana Ia pernah mendengar nama ini.


Rendra masih berpikir dengan keras. Aku seperti pernah berkaitan dengan orang ini.


" Mana foto Thomas Alfredo? " tanya Rendra.


Andreas menyodorkan sebuah foto.


" Andreas. " ucap Rendra.


" Bukankah orang ini... " Rendra masih seperti ragu - ragu.


" Betul Tuan, Ia adalah orang itu. " jawab Andreas.


" Anton. Beri pengawasan ketat pada Nia. " perintah Rendra.


" Dia tidak mungkin mau kusuruh diam saja di sini. Carikan dua orang penjaga wanita selain Andra. Karena Andra tidak bisa selalu terlalu dekat dengan Nia. " ucap Rendra.


" Tapi Tuan, bukankah posisi Anda jauh lebih terancam? " tanya Anton.


" Orang ini tau betul bagaimana cara menghancurkan orang dari luar dan dalam. Dan dia tidak segan menyakiti orang - orang penting di sekitar targetnya. " jawab Andreas.


Wajah Rendra menegang. Begitu pula dengan Andreas.


Walau mereka belum tahu detail tentang sindikat Thomas Alfredo, mereka sudah benar - benar harus waspada. Thomas Alfredo adalah orang yang sangat berbahaya.


" Tenang Tuan, saya akan menjaga Nona Karunia dengan maksimal. " ucap Andra mencoba menenangkan Rendra.


Rendra menatap Andra. Ia melihat kesungguhan di mata Andra. Di sisi lain Ia merasa sangat bersyukur, di sisi lain Ia merasa cemburu.


Ah, tapi bukan saatnya untuk cemburu. Batinnya.


" Baiklah, Anton. Kau tugaskan anak buahmu untuk tetap menyelidiki Jason Alexander dan Thomas Alfredo juga. Terus selidiki. " perintah Rendra.


" Dan kau Andreas, tugaskan yang lain untuk tetap menyelidiki daerah O. Ada apa sebetulnya di sana. " lanjutnya.


" Andra, tolong jaga Nia dengan sebaik - baiknya. " lanjutnya. Dengan sedikit penekanan pada nada bicaranya.


" Baik. " sahut Andreas, Anton, dan Andra bersamaan.


Thomas Alfredo, apa rencanamu kali ini. Setelah kejadian beberapa tahun lalu, kau justru menghilang. Dan sekarang kau muncul lagi di sekitarku. Kupastikan, kau akan membayar semuanya. Mata untuk mata, gigi untuk gigi. Gumam Rendra.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Penulis kasih visual Thomas Alfredo yah, walau cakep jangan sampai tergodaaa.... Waspadaa



...Thas Alfredo, Si pembunuh bayaran dan mafia *#**...