
Penjaga itu dengan tenang berpura - pura memainkan ponselnya. Padahal, Ia sedang mengambil gambar orang yang sedang berusaha mengambil gambar Nia, Raya, dan Jason yang sedang makan bersama.
Bahkan penjaga itu juga mengetahui posisi tommy. Ia pun menyempatkan untuk mengambil foto Tommy.
Tommy yang nampak tenang dan sedang membaca koran pun tak menyadari jika Ia saat ini juga sedang dalam pengawasan.
Penjaga itu sengaja tidak segera menindak paparazi abal - abal itu karena perintah Anton untuk sengaja membiarkan mereka bertindak sesuai yang mereka inginkan. Namun jika keadaan mulai mengancam Nia, mereka diijinkan untuk segera mengambil tindakan.
Setelah mengirimkan hasil pengamatannya ke Anton, penjaga pribadi Nia itu tetap asik mengawasi sambil menikmati hottang yang Ia beli dari streetfood bar yang berada tak jauh dari tempat Nia makan.
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
Saat yang sama, di tempat ruang kerja pribadi Rendra ~
ting
ting
ting
Terdengar suara notifikasi beruntun di ponsel Andreas.
ting
ting
" Jadi kau sekarang sedang berkencan? " tanya Rendra.
Andreas tidak menjawab.
" Cepat kau buka pesanmu. Nanti kekasihmu marah jika tidak segera dibalas. " goda Rendra.
Bagaimana aku mau berkencan, aku harus mengurus bayi besar sepertimu. Ucap Andreas dalam hati.
Andreas memeriksa ponselnya dan membaca pesan masuk di ponselnya.
" Tuan. " Andreas menyerahkan ponselnya ke Rendra.
Rendra meraih ponsel Andreas dan melihat pesan yang masuk di ponsel Andreas.
" Bagus. " ucap Rendra.
" Beri dia bonus. " ucap Rendra lagi.
" Baik. " sahut Andreas.
" Kau pulanglah. Beristirahatlah. Besok pasti akan ada skandal. " ucap Rendra.
Mengerti apa yang dimaksud Rendra, Andreas mengangguk dan pergi meninggalkan Rendra di ruangan kerjanya sendiri.
Sepeninggal Andreas, Rendra melanjutkan pekerjaannya. Namun pikirannya tidak fokus. Bukan hanya karena Jason yang terus berushaa menempel ke Nia seperti kuman. Tapi, di lubuk hatinya yang terdalam Ia takut penjaga pribadi Nia juga jatuh hati pada Nia.
Ia terganggu lagi dengan pikiran akan kejadian yang kemungkinan besok terjadi.
Apapun yang terjadi, aku tau kau adalah wanita yang kuat. Aku tidak akan memperlihatkan bagaimana aku membantu atau membelamu, karena aku yakin kau jauh lebih tangguh dari yang orang tau. Batinnya.
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
Keesokan harinya, lagi - lagi ketika Nia berjalan menuju ruangannya Ia menjadi pembicaraan lagi.
Seperti sudah masa bodoh dengan semua yang terjadi, Nia tetap melangkah dengan cuek. Sebodo amat, batinnya.
Aku bekerja untuk membayar hutang dan menebus semua peninggalan ayah. Apapun yang mereka katakan, aku tidak peduli. Batinnya lagi.
" Nia... Nia... " Raya berlari menyusulnya yang sudah masuk ke lift.
Nia reflek menekan tombol di lift agar pintu lift tetap terbuka. Kemudian Raya betlari menyusul masuk ke dalam lift.
" Ada sesuatu yang mau kuberitahu padamu. " ucap Raya dengan napasnya yang tidak beraturan.
" Beranapaslah yang teratur. Hirup oksigen banyak - banyak. " ucap Nia.
Raya kemudian menarik napas dalam - dalam berulang kali. Kemudian Ia menyodorkan ponselnya ke Nia.
Nia yang masih tidak mengerti meraih ponsel Raya dan terkejut dengan apa yang dilihat olehnya. Sebuah foto yang menunjukkan dirinya dengan Jason sedang makan bersama.
Foto itu diposting di sebuah lama sosial media dengan caption : satu CEO mana cukup
Sebuah foto lainnya menunjukkan Nia sedang bersenda gurau dengan Jason, mereka terlihat sangat akrab.
Nia membagikan tautan laman sosial media itu ke ponselnya. Ia tetap terlihat tenang, walau sebetulnya hatinya terasa bergemuruh. Ia khawatir Rendra tahu dan marah besar.
" Bagaimana ini? Orang - orang pasti akan menggunjingkanmu lagi. " ucap Raya.
" Sudah, biarkan saja apa kata orang. Kita tidak bisa menutup semua mulut mereka. " jawab Nia santai.
" Bagaimana dengan Tuan Rendra? " tanya Raya.
" Aku yakin dia akan marah besar, mengingat betapa posesifnya dia padamu. " lanjut Raya.
" Tenang saja, nanti aku akan menemuinya. " jawab Nia.
" Kau tetaplah tenang, Nia. Aku ada di sana. Aku tahu apa yang sebenearnya terjadi. " ucap Raya.
" Aku tidak akan membiarkan mereka menjelek - jelekkanmu. " lanjutnya.
Nia tersenyum, " Iya, terima kasih. " ucap Nia.
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
Saat istirahat jam makan siang, Nia berencana untuk menemui Rendra di ruang kerjanya.
Ia berjalan menuju ruangan Rendra. Ia sengaja tidak menghubungi Rendra terlebih dahulu karena ingin bicara langsung dengan Rendra.
ting
Nia bergegas berjalan menuju meja Anna, sektretaris Rendra.
" Hai Anna. " sapa Nia.
" Selamat siang, Nona Karunia. " balas Anna.
" Ada yang bisa saya bantu? " tanyanya dengan sopan..
" Apakah Tuan Narendra ada di tempat? " tanya Nia.
" Sayang sekali, Tuan Narendra sedang ada janji makan siang dengan kolega di luar. " jawab Anna dengan ekspresi wajah menyesal.
" Yasudah, tidak apa - apa. Terima kasih anna. " ucap Nia.
" Baik, " sahut Anna.
Nia pun bergegas kembali ke ruangannya. Ia meraih ponselnya. Akhirnya Ia memutuskan untuk mengirim pesan singkat ke Rendra.
Nia * sedang di luar?
Rendra membalas pesan Nia dengan cepat. Pengusaha berhati dingin ini, semenjak menjalim hubungan dengan Nia benar - benar menjadikan Nia sebagai prioritas.
Sesibuk apapun, Rendra selalu menyempatkan untuk mengabari Nia dan membalas setiap pesan singkat Nia. (uuh, so sweet)
Rendra * Ya, aku sedang makan siang dengan kolega. Kenapa? Apa kau merindukanku?
Nia * Mulai. Nanti aku ingin bicara.
Rendra * Baiklah, sampai bertemu di mansion, sayang.
Wajah Nia bersemu merah. Ia yang belum pernah menjalin hubungan dengan pria manapun karena terlalu sibuk belajar, sekarang Ia dipangg "sayang" oleh seorang laki - laki yang dikenal berhati dingin.
Sebetulnya Nia ingin menyelesaikan masalahnya sendiri, tidak ingin melibatkan orang lain. Ia pun yakin sebetulnya Rendra sudah mengetahui apa yang sedang terjadi dan Rendra tidak akan marah padanya.
Hanya saja, Nia merasa harus memberi tahu dan menjelaskan kepada Rendra secara langsung. Ia tidak ingin ada kesalahpahaman antara dirinya dengan Rendra.
Ia tidak ingin "kehilangan" lagi
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
Setelah sempat penulis share visual Jason, sekarang waktunya penulis share visual Tommy yah. Selain itu, penulis juga akan share visual penjaga pribadi Nia dan juga Raya
...Tommy, Asisten Pribadi Jason...
...Andra, Penjaga Pribadi Nia....
...Kelihatan masih kayak bocah banget, jadi walau dia adalah penjaga pribadi dengan kemampuan bela diri yang sangat baik, tidak akan ada yang curiga karena Ia masih terlihat seperti anak sekolah...
...Tsurayya (Raya)...
Jangan lupa bomb likenya ❤