Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 85. Peresmian



Selamat Membaca ~


Setelah seluruh proses persidangan selesai, Jason pun keluar dari Indonesia dan status kewarganegaraannya sebagai warga negara Indonesia sudah dicabut. Sementara Lionell, Simon, Derry, dan Andreas sedang menjalani masa hukuman di balik jeruji. Thomas? Ia akan menghadapi eksekusi dalam waktu yang tidak lama lagi.


Saat ini Rendra dan Karunia berfokus pada upacara peresmian studio Nia dan juga usaha lain yang berada dalam komples yang sama, The Orchida. Rendra sengaja mengundang banyak wartawan dalam acara peresmian. Ia merencanakan sebuah kejutan lain untuk Nia.


🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️


Hari peresmian yang dinantikan akhirnya datang juga, jantung Nia berdegup sangat kencang. Selama ini Ia hanyalah seorang dari dengan latar belakang yang biasa. Sebelumnya Ia hanyalah seorang karyawan biasa yang kemudian mendapat keajaiban dan bisa menjadi seperti sekarang.


Rendra masuk ke dalam kamar Nia, Ia sangat terpukau dengan penampilan Nia, sederhana namun sangat berkelas. Nia mengenakan setelan kemeja putih dengan rok pendek selutut berwarna kuning pastel. Ia juga mengenakan blazer senada, berwarna kuning pastel.


Nia sedang merapikan riasannya saat Rendra masih saja asik menatap ke arahnya dari pintu kamar. Nia pun tidak sadar jika saat ini sedang ada seseorang yang asik memandangi dirinya. Sesekali Ia bersenandung untuk mengurangi rasa gugupnya.


“ Baik, aku akan berlatih memberi sambutan. Selamat Pagi Tuan dan Ibu undangan yang hadir dalam acara peresmian The Orchida. The Orchida merupakan kawasan pertokoan yang menawarkan berbagai layanan untuk Anda, mulai dari pusat perbelanjaan, pusat perawatan tubuh dan wajah, dan juga wedding organizer. Terdapat pula sebuah studio khusus yang menawarkan untuk pelayanan pembuatan desain… “ Nia berusaha berlatih di depan kaca untuk acara peresmiannya nanti.


Nia menepuk – nepuk dadanya perlahan untuk mengurangi rasa berdebarnya. Ia menarik napas dalam – dalam kemudian melepaskannya perlahan. Ia mengulanginya berkali – kali sambil bercermin dan berusaha tersenyum di depan cermin.


Rendra masih saja asik mengamati tingkah laku kekasihnya di pintu kamar. Ia terlihat sangat lucu ketika gugup, batinnya.


“ Kemudian aku akan meegang gunting, dan memegang talinya seperti ini. “ Nia mengambil gunting kecil berwarna kuning muda yang ada di meja riasnya.


Ia memegang sebuah sisir seolah – olah sisir itu adalah pita yang akan Ia gunting di acara peresmian.


“ Kemudian, kemudian aku gunting seperti ini. “ Nia menggerakkan guntingnya, bertindak seolah – olah Ia akan menggunting pita.


“ Nah, pita sudah digunting. Sudah resmi deh dibuka. “ ucapnya girang yang disambut tepuk tangan oleh Rendra.


Nia spontan menoleh ke arah sumber suara, wajahnya memerah karena merasa malu. Rendra menghampirinya dengan masih bertepuk tangan.


“ Apa kau dari tadi melihatku dari situ? “ tanya Nia malu – malu.


Rendra menganggukkan kepalanya. Sepertinya mendengar jawaban Rendra membuat wajah Nia semakin memerah. Terasa semakin panas pada area wajahnya.


“ Kenapa menduduk? “ Tanya Rendra seraya meraih dagu Nia.


Nia berusaha memalingkan wajahnya namun ditahan oleh Rendra. Ia menghadapkan wajah Nia ke arahnya lagi.


“ Tidak usah malu, aku kekasihmu. Kau bisa bersikap sebagaimana maumu, tidak usah malu kepadaku. “ ucap Rendra sungguh – sungguh.


Nia menatap bola mata Rendra yang berwarna coklat. Begitu teduh dan tenang bagi Nia. Ia pun kemudian mengalungkan tangannya ke pundak Rendra, dan tetap menatap ke mata Rendra dengan dalam.


Ya, dia adalah lelakiku! Dan aku sangat beruntung telah memilikinya! Ucap Nia dalam hati.


“ Sudah siap? “ tanya Rendra.


Ia menggenggam tangan Nia lembut kemudian berbalik berjalan keluar kamar namun Nia menahannya. Ia berbalik dan menatap ke arah Nia dengan bingung.


“ Hmm, bagaimana jika aku melakukan kesalahan dan membuatmu malu? “ tanya Nia, sepertinya rasa tidak percaya diri sedang menguasainya saat ini.


Rendra berjalan mendekatinya, menopang wajah Nia dengan kedua tangannya.


“ Karunia Orchida yang aku kenal, adalah seorang wanita luar biasa yang selalu percaya diri. “ ucap Rendra seraya menatap lembut ke arah Nia.


“ Tidak apa jika misal nanti kau membuat kesalahan. Manusia tidak ada yang sempurna, salah itu wajar. “ lanjutnya.


Nia tersenyum, merasa bersyukur sudah menemukan the best support system dalam hidupnya. Tak ada habisnya Ia merasa bersyukur.


Mereka pun bersiap berangkat menuju acara peresmian The Orchida.


🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️


Acara peresmian The Orchida dihadiri oleh banyak kalangan, terlihat banyak sekali wartawan yang hadir. Beberapa orang berpengaruh pun turut hadir dalam acara peresmian ini, termasuk Ben Walker.


“ Kudengar The Orchida ini merupakan anak perusahaan dari Hartawan Group. Pemiliknya adalah calon istri dari King Narendra Hartawan. “ ucap seorang wartawan wanita ke temannya.


“ Benarkah? Aku penasaran, apakah wanita beruntung itu secantik itu? Kudengar King Narendra adalah orang yang sangat dingin dan pemilih. “ seroang wartawan lain merespon ucapan rekan sejawatnya.


“ Ya, dia sangat cantik. Auranya sangat positif. “ sahut seorang wartawan yang lain.


“ Yang kutau, dia memiliki garis wajah yang tegas dan dingin seperti King Narendra. Dan dia sangat cantik. “ sahut temannya yang lain.


Begitulah riuh ramai perbincangan wartawan di acara peresmian The Orchida, rumor bahwa Nia dalah calon istri Rendra sudah santer berkembang. Namun wajah Nia masih sengaja Rendra sembunyikan dari publik karena Ia ingin Nia tetap bisa beraktivitas dengan nyaman.


Benar saja, ketika Nia dan Rendra sampai di tempat peresmian, semua mata tertuju pada Nia. Berpenampilan semi formal membuat aura Nia terlihat lebih kuat dari biasanya. Decak kagum akan kecantikan dan betapa serasinya Nia dan Rendra bersama.


Tahapan demi tahapan dalam serangkaian acara peresmian itu akhirnya telah dilewati. Tidak seperti yang ditakutkan, Nia dengan penuh percaya diri menyampaikan sambutan dalam acara tersebut dengan baik. Tanpa kesalahan sedikitpun.


Acara peresmian utama yang ditunjukkan dengan pengguntingan pita pun selesai dilaksanakan. Rendra sebagai CEO dari Hartawan Group pun menyampaikan ucapan selamatnya di depan wartawan.


" Seperti yang teman - teman media ketahui, The Orchida merupakan anak perusahaan dari Hartawan Group dengan Nona Karunia Orchida sebagai pemiliknya. Dalam perayaan peresmian The Orchida ini, saya juga berniat untuk menyampaikan berita bahagia. " ucap Rendra.


Ia pun melambaikan tangannya ke Nia, memberi kode agar Nia mendekat padanya. Nia dengan patuh berjalan mendekatinya, tangannya bertaut dengan tangan Rendra. Saling menggenggam dengan erat.


" Saya ingin memperkenalkan kepada teman - teman media, Dia Adalah Karunia Orchida, calon istriku. Calon Istri King Narendea Hartawan. " ucap Rendra lagi yang disambut tepuk tangan riuh dari wartawan dan tamu undangan.


" Kapan acara pernikahan Anda akan dilaksanakan? " terdengar pertanyaan dari wartawan bersahutan.


" Betul Tuan, kapan kalian akan menikah? " timpal wartawan yang lain.


Andreas maju beberapa langkah dari posisinya dan memberi kode dengab tangannya agar wartawan tetap tenang.


" Secepatnya kami akan menikah. " jawab Rendra dengan wajah serius, tangannya masih menggenggam tangan Nia.


Nia terlihat dapat mengontrol rasa gugupnya dan tetap tenang.


" Pernikahan akan kami laksanakan akhir minggu depan. Jadi, seluruh teman wartawan juga bisa datang ke acara pernikahan kami. " ucap Rendea membuat Nia terkejut.


Minggu depan? tanya Nia dalam hati. Wajahnya menatap Rendra, tidak ada keraguan di wajah Rendra. Nampak Ia sangat yakin dan serius dengan perkataannya.


🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️


Haloo, penulis mau share dulu ah penampilan Karunia dan Narendra di acara peresmian The Orchida



...Karunia Orchida...



...King Narendra...