
Aa... Apa? Apa yang baru saja dia katakan? Apa dia melamarku? Nia tidak dapat mempercayai apa yang baru saja dia dengar.
klunting
Nia menjatuhkan sendok yang sedang dia gunakan untuk makan dessert. Ia menunduk ke arah sendok yang jatuh dan Rendra secara bergantian.
Rendra masih menatapnya dengan tulus, lekat, dan penuh dengan rasa sayang. Wajahnya menggambarkan suatu kesungguhan.
" Bbiii... Bbisa kau ulangi lagi? " pinta Nia.
" Aku takut salah dengar. " ucapnya takut - takut dengan senyum tidak bersalah.
Kini berganti Rendra yang terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Nia.
Andreas berusaha menahan tawanya. Wanita ini selalu bisa merusak momen romantis yang dibangun susah payah. Batinnya.
" Aku bisa mengulanginya seberapa banyak kali pun yang kau minta. " ucap Rendra.
Ish, mulai bucin! Gerutu Andreas dalam hati.
" Karunia Orchida sayang, will you marry me? Untuk menjadi Nyonya Narendra Hartawan? " wajah Rendra terlihat sangat bersungguh - sungguh.
Nyess
Hati Nia seperti diberi sentuhan dingin yang ajaib. Mendengar apa yang diucapkan oleh Rendra membuatnya reflek menganggukkan kepalanya.
" Yes, I will. " jawab Nia.
Rendra tersenyum sumringah mendengar jawaban Nia. Ia bangkit dari posisinya dan segera memeluk Nia.
" Terima kasih untuk menerima permintaan maaf dan cintaku untuk kesekian kalinya. " ucap Rendra sambil masih memeluk Nia.
Nia mengangguk dalam pelukan Rendra. Rendra memeluk Nia dengan sangat erat. Sangat erat sampai Nia kesulitan untuk bernapas.
" Sayang, bisakah lepas dulu? Aku sulit bernapas. " ucap Nia dengan napas tersengal - sengal.
Rendra segera melepaskan dan langsung memperhatikan wajah Nia yang memerah.
Nia berusaha menghirup oksigen banyak - banyak karena pelukan Rendra tadi sangat erat membuatnya kesulitan untuk bernapas. Rendra memperhatikan wajah Nia dengan mimik khawatir.
Kemudian waitress yang membawa cake pun mendekat dan menyerahkan ke cake itu ke Rendra.
Satu restoran serasa ikut larut dalam kebahagiaan sepasang sejoli itu. Tidak terkecuali Andreas. Diam - diam Ia mengambul foto Rendra dan Nia bersama dan mengirimkannya ke seseorang.
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
Keeseokan harinya, Nia meminta ijin untuk berangkat kerja sendiri. Tanpa diantar Rendra ataupun sopir Rendra karena Ia harus mampir ke suatu tempat terlebih dahulu.
Resmi menjadi tunangan King Narendra Hartawan, tidak membuat Nia menjadi tinggi hati. Ia masih saja bekerja sebagai staff biasa di kantor Narendra.
Tidak ada perlakuan khusus, bahkan jika ada staff lain yang dirasa terlalu berlebihan dalam memperlakukannya, Nia langsung menolaknya dengan halus. Ia tidak suka jika dengan menjadi dekat dan bertunangan dengan Rendra membuat orang berubah sikap kepadanya.
Karena baginya, di tempat kerja dia adalah Karunia Orchida. Staff Divisi Co & Creative. Tanoa embel - embel tunanhan CEO Hartawan Group.
Walau sudah bertunangan, semalam Nia sudah membuat kesepakatan dengan Rendra. Ia tetap tidak mau mendapatkan perlakuan khusus. Ia juga belum siap jika harus menikah dalam waktu dekat.
Begitu pula dengan Rendra. Ada hal yang harus Ia selesaikan terlebih dahulu agar dia benar - benar bisa fokus ke Nia. Ia harus menyelesaikan urusan daerah O dan juga Thomas Alfredo.
Ia tidak mau dua hal itu menghambat urusannya nanti. Ia ingin semuanya berjalan dengan lancar.
Hari ini sebelum ke kantor, Nia berencana mampir ke tempat rentenir untuk membayar cicilan hutangnya. Nia sengaja ingin membayar cicilan hutang secara langsung karena Ia ingin memeriksa keadaan ateez, mobil peninggalan ayahnya yang diambil paksa oleh rentenir itu.
Bukannya tidak tahu, Rendra jelas tahu apa rencana Nia hari ini. Oleh karena itu, Andra dan seorang penjaga wanita sudah berjaga mengikuti Nia dari belakang. Dari jarak yang cukup aman.
Nia memesan ojek online menuju tempat rentenir itu. Sedangkan Andra dan penjaga wanita itu berboncengan dengan menggunakan motor agar tak kehilangan jejak Nia.
Setelah sampai di tempat rentenir itu, Nia bergegas masuk ke kantor pinjaman itu dan menyelesaikan urusannya.
" Terima kasih, kami terima pembayaran cicilan anda yang ke-25. " kata seorang wanita yang nampaknya bertugas sebagai admin.
" Maaf Mbak, bisa saya lihat mobil saya yang dijadikan jaminan? " tanya Nia.
" Bisa, Anda bisa menghubungi bagian manajerial barang di sebelah sana. " kata petugas itu sambi menunjuk ke sebuah ruangan.
Setelah mendapat ijin untuk melihat mobilnya, Nia pun diantar untuk melihat mobil milik ayahnya.
Mobil itu terlihat sangat kotor dan tidan terawat. Nia merasa menyesal kepada orang tuanya Harusnya Ia bisa menjaga amanat yang telah diberikan kepadanya.
" Baik - baik ya ateez, secepatnya aku akan berusaha menjemputmu. " ucap Nia.
Andra dan pengawal perempuan itu masih mengawasi Nia dari luar. Pengawal wanita bernama Jessie itu tak kalah terlihat seperti anak sekolahan seperti Andra. Jadi mereka berdua terlihat seperti anak sekolahan yang sedang membolos sekolah.
" Hei anak - anak sekolah ini! Bukannya sekolah tapi malah bolos sekolah! " tegur bapak - bapak yang terlihat seperti preman.
Andra dan Jessie mengabaikannya.
" He bocah! Aku sedang bicara dengan kalian! " ucap bapak - balak itu sambil mulai menyenggol - nyenggol tubuh Jessie.
Jessie menarik lengannya. Andra meletakkan ponsel ke dalam saku celananya.
" Hei Paman. Jangan ganggu kami! " seru Andra.
" Paman! Kapan aku nikah dengan bibimu ha?! Kau tidak tau siapa aku? Aku penguasa wilayah sini! " hardik laki - laki itu.
Volumenya yang meninggi membuat teman - temannya yang lain meghampiri. Tampilannya benar - benar seperti preman - preman pasar.
" Kau lihat teman - temanku? Kalau kau tidak mau kena masalah, cepat beri aku uang! " ucap preman itu dengan kasar.
Andra dan Jessie hanya menatap mereka dengan tatapan malas. Bagaimana bisa Nona Karunia punya urusan di daerah seperti ini. Penuh dengan preman pasar.
" Kenapa hanya diam saja?! Cepat beri aku uang jajan kalian! Pasti uang kalian banyak kan? " ucap preman itu sambil mendekati Jessie lagi dan mulai menyentuh lengan Jessie.
" Jangan sentuh dia. " ucap Andra dengan ekspresi wajah tenang.
" Kalau kau tidak mau pacarmu kusentuh, makanya bayar! " hardik preman itu lagi.
Sementara itu, Nia yang sudah selesai dengan urusannya rupanya keluar dari kantor pinjaman itu. Tak lama, seorang pengendara ojek online menghampirinya kemudian Ia berlalu.
" Andra, Nona sudah pergi. Ayo kita ikuti, nanti kita kehilangan dia. " ucap Jessie.
Andra melihat ke arah Nia yang sudah berlalu dengan dibonceng ojek online. Ia terburu - buru menyalakan mesin motornya.
Preman itu dan seorang temannya menghalangi Andra.
" Eits, bayar dulu. " ucapnya.
" Menyingkir. " ucap Andra.
" Kalau mau kami lepas, beri kami uang dulu! " hardik preman itu.
Seorang temannya mebcengkeram lengan Jessie dengan kasar.
Andra melihat Nia sudah semakin jauh, Ia menjadi gusar. Jessie juga menjadi gusar.
Keduanya saling bertatap dan menganggukkan kepala. Tanpa ba bi bu, Andra dan Jessie melumpuhkan dua orang preman itu dengan tangan kosong.
Melihat temannya tersungkur, preman lainnya mulai mendekat. Merasa sudah habis kesabaran, Andra dan Jessie membuka jaketnya dan menunjukkan senjata berapi yang disematkan di pinggangnya. Hanya sekilas, namun berhasil membuat preman - preman itu kalang kabut.
🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️
Mungkin pada penasaran, kok penulis up nya jamnya ngga tentu sih?
Hehe, iya nih. Seperti yang sudah pernah penulis sampaikan, penulis adalah nakes yang bekerja di institusi pemerintah. Jadi bener2 disempetin buat up ketika agak longgar jadwalnya hehe 🤭
selamat membaca, jangan lupa dukung dukung dukung. love love love ❤