
Selamat Membaca ~
Akhirnya, hari yang ditunggu - tunggu telah tiba. Hari ini adalah hari dimana perjanjian kunjungan Ben akan dilakukan.
Seperti yang telah dikatakan oleh Rendra, Ia mengirimkan dua orang agen untuk menjaga Ben selama kegiatan kunjungan ke tempat Jason. Demi keselamatan Ben.
Rendra juga menyiapkan sebuah mobil khusus untuk Ben. Mobil yang lengkap dengan kaca anti peluru dan seperangkat cctv dengan teknologi terbaik.
Ben sudah selesai bersiap - siap. Alat khusus telah dipasang di tubuh dan pakaiannya. Kedua orang agen yang akan berperan sebagai ajudannya pun sudah stand by.
Setelah berpamitan dengan keluarganya, Ia pun berangkat dengan pengawalan ajudan khusus. Ia merasa tenang karena keluarganya juga berada dalam pengawalan ketat dari Rendra.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Setelah berkendara semitar 60 menit, Ben tiba di salah satu pabrik milik Jason.
Ia disambut oleh Jason, Tommy, dan dua orang lain yang Ia belum kenal. Mereka berjabat tangan dengan akrab.
" Saya kira Anda datang sendiri? " tanya Jason.
" Oh, mereka adalah ajudanku. " ucap Ben seraya memberi kode dengan tatapan matanya ke arah dua orang ajudannya.
" Tenang saja, mereka sangat bisa dipercaya. Mereka sudah bekerja sangat lama denganku. " imbuh Ben.
Terlihat seperti ekspresi lega di wajah Jason.
" Lalu, siapakah? " tanya Ben dengan nada menggantung sembari menatap ke arah Thomas dan Derry.
" Oh, perlenalkan. Ini adalah kolega saya. " ucap Jason.
Derry menyodorkan tangannya, " Derry Armando Tuan, cukup panggil saya Derry. " ucapnya.
Ben membalas jabatan tangan Derry, " Oh, baiklah Tuan Derry. "
" Saya Thomas Alfredo. " ucap Thomas dengan senyum yang menurut Ben adalah senyum menyeringai menakutkan.
" Baik, Tuan Thomas. " sahut Ben dan berjabat tangan dengan Thomas.
" Mari, silakan masuk. Ayo kuta mulai tournya. " ucap Jason.
Ben menganggukkan kepalanya. Jason dan Derry memimpin rombongan itu, sedangkan Thomas dan Tommy berjalan paling belakang.
Tommy mengawasi kedua ajudan yang berdiri di belakang Ben. Untuk ukuran ajudan pemerintahan, tubuh mereka terlalu bagus. Otot mereka terlihat sangat kuat. Batin Tommy.
Namun Ia memilih untuk mengabaikan saja. Mungkin memang ajudan saat ini adalah manusia - manusia terpilih dengan postur tubuh yang sangat baik.
Setelah masuk ke dalam pabrik, Ben melihat berbagai tumpukan bahan baku tekstil dengan berbagai warna.
" Barang - barang di sini, kami gunakan untuk mengemas obat - obatan. Barang ini memiliki aroma yang sangat kuat sehingga bisa menyamarkan penciuman anjing pelacak. " jelas Jason.
Ben menganggukkan kepalanya. Ternyata begini cara mereka menutupi semua kejahatannya. Licik sekali.
Ben mendekat ke salah satu gulungan berwarna abu - abu tua. Ia mendekat dan menghirup aromanya. Benar, aromanya sangat kuat. Seperti bau bahan kimia yang sangat kuat.
" Aromanya benar - benar kuat. " ucap Ben.
" Tentu saja. Kami mencampurkan cairan khusus ke dalamnya. " sahut Jason
Ben merespon hanya dengan anggukan.
Kemudian mereka melanjutkan ke bagian lebih dalam yang ada di dalam bangunan pabrik itu.
Apa yang ada di dalam situ membuat Ben lebih tercengang. Sebuah ruangan sangat luas dengan peralatan khusus untuk pembuatan obat.
Aroma bahan kimia sangat kuat. Ia sudah mulai merasa mual dan pusing. Tubuhnya goyah hingga dipegang oleh ajudannya dari kedua sisi.
Thomas terkekeh.
" Anda benar - benar bersih. " ucap Thomas sambil masih terkekeh.
Jason menoleh ke arah Ben dan melihatnya seperti sempoyongan.
" Baik, mari kita ke ruanganku. Ayo kita keluar dari sini. " ucap Jason.
Mereka meninggalkan ruang produksi obat - obatan terlarang itu dan berjalan menuju ruangan Jason.
Ben masih berjalan dengan dipegang oleh dua orang ajudan. Kepalanya terasa berat dan pandangannya kabur. Apa itu yang ada di dalam? Batinnya.
Setelah tiba di ruangan Jason, Ben didudukkan di sebuah sofa dengan ajudan yang masih standby di sisinya. Menjaga Ben agar tetap dalam keadaan aman.
Seorang perempuan berpakaian seksi datang membawa segelas air putih dan secangkir teh hangat. Ia meletakkan kedua minuman itu di depan Ben. Kemudian Ia keluar lagi dari ruangan.
" Apakah Anda sudah baikan? " tanya Jason.
Ben mengangguk tanpa mengeluarkan suara.
Jason terkekeh.
" Itu adalah ruang produksi ekstasi, Tuan. " ucap Jason.
" Seringkali serbuk bahan obatnya berterbangan karena saya tidak memasang alat khusus untuk menghisap udara yang mengandung serbuk obat. " lanjutnya.
" Nampaknya Anda tadi sedikit nge-fly. " ucap Thomas, lagi - lagi smabil terkekeh.
Ben tidak menanggapi. Kepalanya masih terasa pusing dan pandangannya buram.
Setelah Ben merasa lebih baikan, mereka melanjutkan obrolan bisnis mereka. Ben berhasil mengulik banyak informasi hari ini.
Menang besar! Batinnya. Ia berhasil mengorek informasi. Bahkan Ia mendapat informasi tambahan jika Lionell Adam dan Simon terlibat.
" Baik Tuan Jason. Saya setuju untuk bekerja sama dengan Anda. Dana investasj akan segera saya kirimkan. " ucap Ben.
" Baik Tuan, terima kasih. " ucap Jason.
" Terkait dengan proses perijinan industri Daerah O? " tanya Jason.
" Oh itu, Anda tenang saja. " sahut Ben.
" Baiklah, jika begitu saya bisa tenang. " ucap Jason.
" Saya akan menggunakan nama Derry armando sebagai pemiliknya. Untuk menghindari pajak yang terlalu besar. " lanjutnya.
" Dan saya akan menyamarkannya menjadi industri bahan kimia saja. " lanjutnya lagi.
" Baik. " jawab Ben.
" Jadi, Anda tetap mau diberikan secara cash saja untuk hadiah Anda? " tanya Jason
" Ya, begitu saja. " jawab Ben. " Saya lebih suka dengan uang tunai. "
" Baiklah jika mau Anda seperti itu. " ucap Jason.
" Akan saya berikan setelah ijin selesai. " lanjutnya.
" Baiklah. Akan saya selesaikan secepatnya. " ucap Ben.
" Saya senang dengan cara kerja Anda. Sangat cepat, tanpa perlu basa - basi dalam mengambil keputusan. " ucap Jason tersenyum puas.
" Kalau begitu, saya pamit. " ucap Ben seraya beranjak.
Setelah selesai berpamitan, Ben pun segera meninggalkan tempat itu. Untuk berjaga - jaga jika mereka diikuti, Ben langsung diantar pulang ke rumahnya.
Dan benar saja, ada sebuah mobil yang terus mengikuti mereka selama perjalanan pulang. Beruntung ajudan yang ditugaskan untuk menjaga Ben menyadarinya.
" Kita sedang diikuti Tuan, tapi Anda tetaplah tenang. Semua dalam kendali kami. " ucap si ajudan yang sedang duduk di kursi sopir.
Ben tidak merespon. Ia hanya menatap ke arah belakang dan mengamati siapa yang sedang mengikuti mereka. Samar Ia lihat wajah Thomas Alfredo.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Mobil yang dikendarai oleh ajudan itu melaju dengan kecepatan sedang menuju pusat Kota A. Mobil itu tidak berhenti sekalipun, hal ini dilakukan agar pihak Jason tidak curiga kepada Ben.
Mereka khawatir, jika Ben akan menemui seseorang setelah pergi dari pabrik milik Jason. Mereka ingin membuktikan bahwa Ben memang bernist bekerja sama dengan mereka.
Dengan natural, ajudan yang mengendarai mobil melajukan mobil ke arah kediaman Ben. Setelah sampai di kediaman Ben, si ajudan mengendarai mobil hingga masuk ke dalam area parkir.
Setelah tiba di kediaman Ben, Ben segera berpura - pura dengan tenang masuk ke dalam rumahnya melalui pintu depan. Sedangkan kedua ajudan kemudian keluar dari kediaman Ben.
Mobil yang mengikuti Ben nampak terparkir tak jauh dari kediaman Ben. Sepertinya mereka masih mengamati kediaman Ben Walker.
Ajudan - ajudan itu tidak lanjut berjaga di rumah Ben dan justru keluar dari kediaman Ben karena mereka ingin menunjukkan bahwa jam kerja mereka sudah selesai. Selain itu, mereka juga ingin menunjukkan bahwa Ben memang tidak akan pergi ke mana - mana lagi.
Setelah dirasa cukup, mobil hitam itupun pergi meninggalkan daerah kediaman Ben Walker. Setelah mobil itu tidak terlihat lagi, barulah Ben bisa bernapas lega.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Halo halo, yuk kasih dukungan buat penulis...
Beri dukungan dengan cara memberi rate, vote, like, dan komentar. Yang banyaaaaak juga boleh
Kasih hadiah juga boleh banget 馃き