Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 86. Hari Pernikahan



Selamat Membaca ~


" Secepatnya kami akan menikah. " ucap rendra dengan eskpresi wajah sangat yakin.


Beberapa wartawan wanita terdengar menghela napas bersamaan. Bagaimana tidak, Rendra terkenal memiliki wajah yang sangat tampan dengan kharisma tinggi. Ia merupakan ahli waris dari kerajaan bisnis orang tuanya, Hartawan Group. Ia juga terkenal sangat cerdas dan sangat piawai dalan berbisnis. Tentu saja Ia menjadi incaran banyak wanita, termasuk wartawan wanita yang hadir saat acara peresmian.


Tidak sedikit dari undangan yang hadir merasa kagum sekaligus iri kepada Nia. Seorang wanita yang tidak pernah tercium media mengenai kedekatannya dengan Rendra. Berbeda dengan Lucyana Oong yang dulunya sudah membuat keramaian bahwa Ia adalah tunangan Rendra.


" Pernikahan akan kami laksanakan pada akhir minggu depan. " lanjut Rendra, kemudian Ia menoleh ke arah Nia dan tersenyum manis sembari menatap Nia lekat.


Minggu depan? Apa dia bercanda? Kenapa Ia tidak memberitahuku terlebih dahulu? Aku... Aku merasa belum pantas! Pekik Nia dalam hati.


Seolah membaca kekhawatiran Nia, Rendra menggenggam erat tangan Nia dan menganggukkan kepalanya. Member keyakinan pada Nia bahwa mereka bisa dan pantas untuk hidup bahagia bersama.


Nia membalas anggukan kepala Rendra dengan senyuman. Baiklah, aku juga pantas untuk hiduo bahagia dengan laki - laki yang aku cintai dan mencintaiku. Batinnya.


Sesi wawancara diakhiri dengan pemotretan Rendra dan Nia yang telah resmi mengumumkan pernikahan mereka. Jepretan kamera dan sinar blitz kamera bersahutan satu sama lainnya. Mengabadikan sepasang kekasih yang siap untuk maju ke pelaminan.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Akhirnya, hari yang ditunggu telah tiba. Hari pernikahan King Narendra Hartawan, sang raja bisnis dari Hartawan Group dengan Karunia Orchida.


Berita pernikahan Nia dan Rendra menjadi topik utama di seluruh negeri. Begtu banyak ucapan yang memenuhi area yang dikirimkan oleh kolega dan bahkan sekedar fans club pasangan ini.


Seluruh persiapan pernikahan mereka telah disiapkan dengan baik. Wedding Organizer milik Nia di bawah naungan The Orchida memulai debutnya sebagai WO pernikahannya dengan Rendra. Jika acara pernikahan ini menjadi sebuah big hit, tentu saja ke depannya WO milik Nia akan jauh lebih banyak permintaan kerja sama.


Pernikahan yang dilaksanakan di taman salah satu resort milik Rendra itu terkesan sangat indah. Mewah, namun tidak membosankan.


Bunga hidup menjadi pilihan Nia dan Rendra sebagai penghias area taman. Pilihan bunga jatuh kepada bunga mawar dan anggrek berwarna putih, merah muda, dan ungu.


Tamu undangan yang hadir telah sial menanti kedatangan mempelai ke taman tempat janji suci pernikahan akan diucapkan. Tamu yang hadir pun diminta untuk hadir menggunakan dress code berwarna putih dan atau cream nude.


Sarah dan Raya sudah bersiap mendampingi Nia berjalan menuju area pengucapan janji pernikahan. Keduanya menggunakan gaun berbahan satin berwarna putih.


Rendra didampingi oleh Andreas di dalam ruangan khusus mempelai pria. Ia sangat bersyukur masih memiliki Andreas, satu - satunya keluarga sekaligus teman dekatnya.


Rendra sudah bersiap mengenakan setelan suit berwarna putih dengan dasi kupu - kupu berwarna senada. Ia terlihat sangat gagah dan tampan.


" Kau terlihat sangat tenang. " ucap Andreas.


Sebetulnya Ia tau bahwa saat ini Rendra merasa sangat tegang, Ia sedang berusaha mencairkan suasana. Ia tidak mau karena terlalu tegang, Rendra justru membuat keslaahan yang bisa saja membuatnya malu seumur hidupnya.


" Baguslah jika aku terlihat tenang. " sahut Rendra.


" Sebetulnya aku merasa sangat tegang. Aku hampir kesulitan bernapas. " ucapnya lagi, Ia mulai merasa lebih tegang.


Rendra berjalan mondari mandir sambil meremas kedua tangannya. Sesekali Ia melihat bayangannya ke cermin. Jangan sampai ada cacat pada penampilannya hari ini. Semuanya harus sempurna.


" Tenanglah. Duduk dan minum sedikit air putih. Itu ajan membuatmu lebih tenang. " ucap Andreas.


Rendra segera duduk dan meminum air putih yang telah disiapkan di atas nakas.


Acara pernikahannya akan dimulai 10 menit lagi. Seorang staff WO memintanya untuk mulai bersiap - siap di taman.


" Tuan, mari bersiap di bawah. " ucap staff itu.


Rendra dan Andreas beranjak bersamaan. Mereka berjalan bersama menuju area pelaminan.


Masuknya Rendra ke area pelaminan disamnut dengan riuh tamu undangan yang hadir. Ada yang bertepuk tangan, ada yang berdecak kagum melihat wajah tampannya yang semakin bersinar di hari pernikahannya.


Rambut Nia digulung sederhana dan rapi. Ia mengenakan tiara yang didesain khusus oleh desainer perhiasan kenamaan dari salah satu negara di benua eropa. Ia mengenakan anting - anting yang menambah kesan anggun dan cantik.


" Mempelai wanita diharapkan bersiap - siap. " pinta seorang staff WO.


Nia beranjak. Sarah dan Raya bersiap mendampingi sahabatnya menuju pelaminan.


" Kau terlihat sangat cantik, adik kecilku. " ucap Sarah.


" Benar, kau sangat cantik. " ucap Raya dengan mata berkaca - kaca.


" Terima kasih. " jawab Nia malu - malu.


Sarah menyerahkan bouquet bunga yang berisi bunga lily berawarna putih. Bunga favorit Nia, selain bunga anggrek dan mawar.


" Tolong jangan biarkan aku membuat kesalahan. Jangan sampai aku jatuh. " pinta Nia kepada dua sahabatnya yang disambut suara tawa mereka.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Nia, didampingi Sarah dan Raya telah ada di srea taman. Musik mengalun lembut ketika Ia akan masuk ke area pelaminan. A Thousand Years oleh Christina Perri dimainkan dengan apik oleh seorang pianis sebagai musik pengiring bertemunya kedua mempelai.


Undangan yang hadir tidak dapat menyembunyikan ekspresi kekaguman akan kecantikan Nia saat ini. Dan tentu saja hal itu membuat Rendra merasa sangat bangga dan beruntung memiliki istri secantik Nia.


Setelah janji pernikahan diucapkan, Rendra dipersilakan untuk mencium Nia. Ia pun mengecup lembut bibir Nia. Kecupan lembut yang singkat itu disambut riuh tepukan tangan seluruh undangan yang hadir.


Tiba saatnya pelemperan buket bunga, Nia memunggungi undangan dan bersiap melemparkan buket bunga. Sarah dan Raya juga ikut bersiap untuk menangkap buket bunga yang akan dilemparkan Nia.


" Yak mari bersiap - siap, mempelai wanita silakan melempar buket bunganya. Satu... Dua... Tiga... " pandu seorang MC.


Nia pun melempar buket bunganya sekuat tenaga. Kemudian Ia berbalik hendak melihat siapa yang menangkap buket bunganya.


Buket bunga itu ternyata ditangkap oleh Sarah. Sorak sorai pun terdengar dari seluruh oenjuru taman. Sarah tidak percaya Ia yang bisa menangkap buket bunga yang dilempar oleh Nia.


Melihat Sarah berhasil menangkap buket pengantin, Andreas sang kekasih pun tersenyum. Ia berjalan mendekati Sarah, menarik salah satu tangan Sarah dan menggenggamnya. Dengan tatapan lembut walau wajahnya masih dingin, Ia kemudian mengecup pipi Sarah. Sontak teriakan heboh dari seluruh undangan termasuk Nia terdengar sangat kencang.


Ternyata, dari sebuah pernikahan ini akan menjadi cikal bakal pernikahan yang lain.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Wah, ini si Andreas dan Sarah bakalan nyusul Nia dan Rendra ngga yah? Nyusul dong, biar jadi siper happy ending gituuuu


biar bisa double date, hanimun bareng2 gituuuu


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Penulis mau ngeshare Nia yang sudah bersiap pakai gaun pernikahannya yaaaah. Bersiaplah terpukaauuuu



Wajahnya sih bukan wajah Nia yah, tapi gaun yang dipakai ini. Jadi, bayangjan aja wajahnya adalah wajah Nia yang sedang memakain gaun denga riasan begini yaaah 馃グ



...Detail bagian belakang gaun yang dikenakan Nia...



...Dekorasi pernikahan...