
Selamat Membaca ~
Sebuah panggilan masuk ke ponsel Nia, panggilan dari nomor asing.
Nia menyeka air matanya dan segera mengangkat panggilan telepon dari nomor asing itu.
" Katakan padaku. " ucapnya singkat.
Ia mendengarkan intruksi dengan seksama, sesekali Ia menganggukkan kepalanya. Setelah menerima intruksi, Ia segera mengakhiri panggilan.
Ia berdiri menghadap cermin besar yang ada di kamarnya.
" Aku akan kembali dengan selamat, aku akan kembali ke dalam pelukan suamiku. " ucapnya pada bahangan dirinya yang terpantul pada cermin.
" Nak, kuatlah. Kita harus pergi menyelamatkan sahabat sekaligus kakak bunda. " ucap Nia seraya mengusap lembut perutnya.
Setelah memastikan keadaan dakam mansion aman, Nia mengendap keluar melalui pintu samping. Pakaiannya yang berwarna gelap membuat dirinya tersamar dengan sempurna dalam kegelapan malam.
Ia mengendap dan keluar melalui pintu berukuran kecil yang berada pada bagian samping sesuai interuksi penelepon tadi.
Ia berjalan sekitar 200 meter menuju area jalan utama dan menunggu taksi lewat. Setelah mendapat taksi, Ia segera masuk ke dalam taksi dan menyebutjan tujuan yang tadi sudah diperintahkan oleh si penculik.
" Neng, malam - malam begini mau apa datang ke tempat situ? " tanya sang sopir.
Agaknya sang sopir memperhatikan Nia sedari tadi. Nia duduk termenung dalam taksi dengan pandangan menghadap ke luar jendela. Wajahnya terlihat sendu.
" Oh, nggak kok pak. Saya ada janji dengan teman di situ. " jawab Nia berbohong.
" Kok janjian malam - malam sama teman di tempat seperti itu? Kenapa ngga disuruh datang ke rumah Neng saja? Terlalu bahaya Neng, " ucap sang sopir. Wajahnya terlihat khawatir.
" Hehe iya Pak, lagi janjian di situ aja. " jawab Nia.
" Neng lagi ngga ada masalah kan ya? Neng sedang baik - baik saja kan? " tanya bapak sopir lagi, masih dengan wajah khawatir.
Nia menoleh ke arah sang sopir. Ia membaca nama yang tercantum di kartu pegawai sopir taksi sang sopir.
" Bapak Abdul? " tanya Nia.
" Iya Neng, betul. Nama Bapak, Pak Abdul. " jawab Pak Abdul.
" Bapak sepertinya orang yang sangat baik. " ucap Nia.
Pak Abdul tertawa mendengar ucapan Nia.
" Neng kenapa ke sana? Neng sedang ada yang mengancam? " tanya Pak Abdul.
" Kenapa Bapak bisa bertanya seperti itu? " tanya Nia.
" Ya Neng, itu kan tempat sepi sekali. Sekarang sudah jam 11 malam Neng. " ucap Pak Abdul.
" Oh, saya memang janjian di situ saja Pak. Teman saya minta bertemu di situ. " jawab Nia.
Mendengar jawaban Nia yang selalu seperti itu, akhirnya Pak Abdul memilih diam.
Setelah berkendara sekitar 20 menit dalam kecepatan sedang, mereka pun tiba di tujuan.
" Neng, sudah sampai. " ucap Pak Abdul.
Nia dengan enggan menatap sekeliling tempat tujuannya. Sepi sekali, dan gelap. Hanya ada beberapa lampu penerangan yang sudah mulai redup.
" Iya Pak, terima kasih. " ucap Nia.
Nia kemudian menyodorkan 5 lembar uang berwarna merah kepada Pak Abdul.
" Neng, kebanyakan Neng. " ucap Pak Abdul seraya mencoba mengembalikan uang dari Nia.
" Tidak apa - apa Pak, Bapak sudah baik mau mengangkut penumpang malam - malam begini. Itu rejeki bapak. " jawab Nia.
" Neng, bener mau di sini? Bapak tungguin sampai temennya datang ya? " ucap Pak Abdul. " Bapak nggak tega ninggal Neng di sini. "
" Jangan Pak, Bapak pulang saja. Sudah malam. " tolak Nia.
Sebetulnya Nia ingin sekali masih ditemani di tempat sepi seperti ini. Tapi, keadaan yang mengharuskan Ia menunggu sendirian.
" Iya Pak, " ucap Nia.
Kemudian Nia keluar dari taksi, dan Pak Abdul pun menkalankan taksinya lagi meninggalkan Nia seorang diri.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Setelah menunggu sekitar 15 menit seorang diri, sebuah mobil SUV berwarna hitam datang dan berhenti di depannya.
Pintunya terbuka dan seorang laki - laki dengan wajah bule - eropa turun dari dalam mobil.
" Masuk! " perintahnya.
Nia pun menuruti perintah laki - laki itu. Ia masuk ke dalam mobil sambil mendekap tas berisi uang yang Ia bawa.
Laki - laki bule itu kemudian menyusul masuk ke dalam mobil. Ia menutup pintu mobil dengan sedikit kasar.
Laki - laki itu mengambil kain berwarna hitam yang ada di saku celananya. Ia melingkarkan pada kepala Nia, bermaksud menutup mata Nia dengan menggunakan kain berwarna hitam itu.
Nia mencengkeram tangan laki - laki itu sebagai bentuk penolakan.
" Turuti aku, atau temanmu itu akan mati! " ancam laki - laki itu.
Nia melepaskan cengkeraman tangannya dan hanya bisa pasrah saat matanya ditutup dengan kain berwarna hitam oleh laki - laki itu.
" Jalan! " perintahnya pada sopir.
Mobil SUV berwarna hitan itu kemudian melaju membawa Nia entah ke mana.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Sementara itu, di sebuah kamar hotel mewah di Kota D ~
Rendra tidak bisa tidur. Entah kenapa perasaannya tidak tenang.
Ia menyalakan kembali ponselnya dan membuka kembali pesan singkat yang Ia kirim ke Nia tsdj melalui sebuah aplikasi pesan singkat.
Kenapa perasaanku tiba - tiba tidak enak? Batinnya.
Ia kemudian menekan ikon telepon untuk menelepon Nia, namun segera Ia urungkan.
Nia pasti sudah tidur jam segini. Gumambya seraya melihat ke arah jam.
Besok pagi - pagi saja aku telepon lagi. Gumamnya lagi.
Ia berusaha memejamkan matanya, mencoba tidur agar tubuhnya segar untuk rapat besok pagi.
Baru saja Ia hampir terlelap, seseorang menggedor - gedor pintu kamarnya. Ia tersentak. Ia segera bangun dan berjalan ke arah pintu kamar.
Ia mengintip dari lubang kecil yang ada di pintu. Dilihatnya Andreas dengan wajah pucat terus mengetuk pintu kamar Rendra.
Rendra segera membuka pintu kamarnya.
" Ada apa? " tanya Rendra.
Ia kebingungan melihat wajah Andreas yang panik. Laki - laki sedingin es ini tiba - tiba menjadi sangat panik, apa yang sedang terjadi?
" Maaf aku mengganggumu larut malam begini, Rendra. " ucap Andreas.
" Masuklah dulu. " ajak Rendra.
Andreas kemudian segera masuk ke dalam kamar Rendra. Ia mondar - mandir cemas sambil melihat ke arah ponselnya.
" Katakan, ada apa? " tanya Rendra.
" Sepertinya Sarah sedang berada dalam masalah. " jawab Andreas.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Yuk jempolnyaaa, biar semangat up terus nihhh