Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 90. Dua Satu Plus



Selamat Membaca ~


Rendra mendekatkan wajahnya ke area pegunungan milik Nia. Ia membenamkan wajahnya dalam - dalam. Mengecul sisi pegunungan bergantian. Ia menghisap puncaknya bergantian, memainkan lidahnya di situ dan membuat Nia semakin dimabuk kepayang.


" Please, please... " rengek Nia. Ia sudah merasa tidak tahan dengan permainan Rendra.


Berbeda dengan Rendra, Ia masih saja ingin bermain dengan Nia. Menaikkan nafsu dan menguji ketahanan Nia.


Merasa ingin melakukan hal lainnya, Rendra membopong tubuh Nia. Membawanya ke sebuah kursi santai di tepi kolam, membiarkan bikini penutup pegunungan itu tertinggal di kolam.


Rendra meletakkan Nia dengan perlahan di atas kursi. Menatap hamparan indah di depannya kemudian tersenyum lebar.


Nia yang merasa malu karena ditatap seperti itu, berusaha menutup dadanya dengan kedua tangannya.


" Kenapa tersenyum seperti itu? " tanya Nia.


" Karena kau, sangat indah. " jawab Rendra masih dengan tersenyum lebar.


" Jangan ditutup, kau terlihat indah. Sangat indah " ucap Rendra seraya membuka kedua tangan Nia yang sedang menutupi area pegunungannya.


" Kau, percaya padaku kan? " tanya Rendra yang kemudian dibalas dengan anggukan oleh Nia.


Rendra menarik tali pengikat bikin penutup lembah kenikmatan Nia. Ia membuka kaki Nia perlahan, dan melepaskan penutup dari situ. Sekali lagi, Ia tersenyum dengan pemandangan yang terhampar di depan matanya.


Nia yang masih merasa malu dengan cepat menutup kedua mata Rendra dan telapak tangannya. Ia merapatkan kedua kakinya, Ia benar - benar merasa sangat malu.


" Jangan kau lihat seperti itu! Aku malu! " rengeknya.


Rendra hanya tersenyum melihat tingkah istrinya. Ia mendekatkan wajahnya ke arah wajah Nia dan *****#* lagi bibir Nia tanpa ampun. Nia refleks membuka kedua kakinya, membiarkan Rendra menindihnya. Saling menyentuhkan kulit mereka.


Setelah puas saling mem#gut, Rendra melepaskan ciumannya. Membiarkan istrinya menghirup napas sebanyak - banyaknya.Terlihat wajah Nia memerah, mungkin dia kehabisan napas atau dia sedang merasa malu.


Melihat Nia masih berusaha mengatur napasnya, Rendra segera mengambil kesempatan untuk mendekat ke arah lahan pertanian yang siap Ia bajak.


Ia bermain dengan inti Nia menggunakan mulut dan lidahnya. Membuat Nia menggelinjang merasakan sensasi kenikmatan yang belum pernah Ia rasakan. Kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri, sesekali menengadah ke atas. Kakinya seperti sedang berjinjit dengan tangan yang meremas lengan kursi. Leng*han keluar terus menerus dari bibir indahnya, tanda Ia sangat menikmati permainan Rendra.


Rendra seperti sudah sangat lihai bermain di sana. Padahal, ini juga adalah pertama kali baginya. Ia hanya mengikuti insting laki - lakinya dan melakukannya demi memuaskan pasangannya.


" Aku... Aku tidak kuat... @#*$&% " ucap Nia dengan mendes#h.


Rendra seperti mengabaikannya, Ia terus bermain di situ. Memancing agar Nia melakukan pelepasan terlebih dahulu. Ia ingin Nia benar - benar merasa terpuaskan dengan permainannya.


Aku akan membuat hal ini menjadi yang tidak akan pernah bisa kau lupakan. Batin Rendra seraya terus memainkan lidahnya di situ.


" Aku... Aku... Aku harus ke toilet. Aku mau kenciing... @% " leng*han demi leng*han keluar terus dari bibir Nia.


Tau jika Nia akan mencapai puncak pelepasannya, Rendra menarik wajahnya dan melanjutkan bermain dengan jemarinya di situ. Ia menatap wajah Nia yang sedang terlihat menikmati permainan jemarinya. Matanya terpejam dan mulutnya terbuka. Terdengar helaan napas yang menderu keluar dari sana.


Ia terus memainkan jemarinya di situ hingga Nia mencapai puncak pelepasannya.


" Sayang maaf, aku kelepasan. Harusnya aku kencing di toilet. " ucap Nia malu - malu, Ia kesulitan berucap karena napasnya sedang terengah - engah.


" Sayang, itu bukan kencing. Kau baru saja melakukan pelepasanmu. " ucap Rendra sembari mengusap wajah Nia lembut.


" Pe... Lepasan? " tanya Nia tidak mengerti.


Rendra hanya tersenyum mendengar ucapan Nia. Hal itu secara tidak langsung membuktikan bahwa Nia memang belum pernah melakukannya, bahkan berpikiran tentang hal seperti itu pun belum pernah.


" Sekarang giliranku. " bisik Rendra dengan suara berat di telinga Nia, membuat Nia mulai terpancing lagi.


Rendra menarik tangan Nia, mengarahkan ke pusaka miliknya yang sudah menegang dari tadi. Nia spontan mengepalkan tangannya ketika tangannya menyentuh sesuatu yang mengeras di bagian bawah perut Rendra.


" Tenang, kau akan terbiasa. " ucap Rendra.


Ia menarik lagi tangan Nia dan mengarahkannya lagi ke pusaka miliknya.


Dengan ragu Nia mengikuti tarikan tangan Rendra. Ia membuka kepalan tangannya dan mulai memberanikan diri menyentuh benda keras itu walau belum berani melihatnya. Rendra menggerakkan tangan Nia seolah mengusap pusaka miliknya, ke arah atas dan bawah.


Terdengar napas berat Rendra lolos begitu saja. Ia mendekatkan tubuhnya ke tubuh Nia. Menarik tangan Nia dan mengarahkannya ke dalam celana boxernya.


Nia fokus menatap wajah Rendra yang terus saja menatap sambil tersenyum ke arahnya.


Ia merasakan tangannya menyentuh sesuatu yang mengeras namun seperti ada yang aneh. Ia melirik sesaat ke arah tangannya yang saat ini sudah berada di dalam celana boxer Rendra.


Ia hampir memekik namun Rendra segera membekapnya. Rendra seolah memberi kode bahwa Ia benar - benar ingin Nia melakukannya. Daaan, sebagai seorang istri yang baik Nia harus patuh kepada suaminya bukan?


Ia membiarkan tangannya berada di dalam situ. Sebetulnya Ia pun tidak tahu, apa yang harus Ia lakukan.


Ia hanya berusaha mengikuti instingnya saja. Ia melakukan gerakan seperti mengusap benda keras itu perlahan.


Rendra menurunkan celana boxernya, agar Nia leluasa bermain di situ. Ia bersiap merasakan kenikmatan sentuhan Nia pada pusaka miliknya.


Nia terbelalak ketika melihat pusaka suaminya yang hampir keluar seutuhnya. Tangannya yang tadi sedang mengusap pusaka itu perlahan sontak berubah menjadi meremas pusaka itu kuat - kuat.


" Arrrghhh!!!! " teriak Rendra.


🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️


Eleuh si eneng, meuni polos pisan. Atuh kasian si angry bird diremes begitu kan jadinya gagal terbang melayang meenembus cakrawala. Atuh si eneng Karunia kumaha nyaaaaaa


Ya maklum, namanya juga belum pernah ye kaaan 🤭🤭


Readers, masih menunggu real adegan pedesnya yah...


Iyyak betull, sabarr... Sabar....


Kalau mau lanjut di up, yuk dukung penukis yaaaaaah. Jangan lupa beri rate, like, vote, dan komentar jugaa yaaaah. Kasih hadiah buat penulis juga boleh syekallih.


Apapun bentuk dukungan kalian, sangat berarti untuk penulis.


Terima kasih yah ❤