Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 62. Hukuman Andra dan Jessie



Selamat membaca ❤


Sore hari, di kantor bodyguard Anton ~


Andreas dan Anton menunggu di sebuah ruangan yang ada di kantor Anton. Mereka berniat menginterogasi Andra dan Jessie terkait kejadian siang ini.


Andra yang baru saja kembali dari mengikuti Tommy, segera menuju ke kantor Anton dengan perasaan bercampur aduk. Sedangkan Jessie sudah tiba terlebih dahulu dan sedang menunggu Andra.


" Kau sudah datang? " tanya Andra pada Jessie yang terlihat duduk menunduk di sebuah kursi.


" Oh, kau juga? " tanya Jessie balik.


Ia memperhatikan Andra. Terlihat seperti anak sekolah yang baru saja selesai tawuran geng antar anak sekolah.


" Bagaimana keadaannya? " tanya Andra. " Apa ada harapan? "


Jessie hanya menjawab dengan sebuah gelengan dan ekspresi masam. Membuat Andra semakin tidak karuan.


" Kenapa kau belum ganti pakaian? " tanya Andra lagi, setelah melihat Jessie masih mengenakan seragam cleaning service.


" Mana sempat. Sudah ayo kita ke dalam. Tuan Andreas dan Tuan Anton sudah menunggu kita. " ajak Jessie seraya beranjak dari duduknya.


Andra mengangguk dan memimpin berjalan melalui lorong menuju tempat Andreas dan Anton menunggu mereka.


đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸


ceklek


Andra membuka pintu ruangan dengan hati - hati. Ia sediiit memasukkan kepalanya ke dalam ruangan memastikan apakah Andreas dan Anton berada di dalam ruangan itu.


Terlihat Andreas dan Anton sedang menatap tajam ke arahnya. Andra jadi dalah tingkah.


Dengan takut - takut Andra dan Jessie masuk ke dalam ruangan. Mereka berdiri di dekat pintu sambil menundukkan kepala. Berbaris layaknya anak yang sedang dihukum oleh orang tuanya.


" Kemari kalian berdua! " perintah Andreas.


Andra dan Jessie mendekat ke arah Andreas dengan patuh.


" Kalian pasti sudah tau kenapa kalian dipanggil di sini dan apa saja kesalahan kalian? " tanya Andreas dengan nada datar.


Andra dan Jessie kompak mengangguk bersamaan dengan kepala yang sudah dalam posisi setengah menunduk.


" Bersiaplah menerima hukuman kalian. " ucap Anton.


Tiba - tiba Andra bersujud membuat Jessie yang berdiri di sampingnya tersentak.


" Maafkan saya Tuan. Ijinkan saya menjelaskan. " ucap Andra sambil menunduk.


" Bangun dan jelaskan. " ucap Andreas.


Andea bergeming. Ia masih dalam posisi bersujud.


" Hei! Aku bukan Tuhan! Cepat bangun! Kau kira aku apa?! " seru Andreas dengan nada tinggi.


Andra mendongak. Kemudian Ia bangkit dari sujudnya.


" Cepat katakan! " perintah Anton.


" Maafkan saya Tuan. Kemarin, setelah melihat Jason dan Thomas turun dari mobil, mereka hanya sekedar mengawasi situasi. Kemudian mereka berjalan ke arah dalam cafe. " ucap Andra.


" Lain halnya dengan Tommy. Ia masih berada di dalam mobil. Saya melihat ada Derry Armando di dalamnya. " lanjutnya.


" Karena saya merasa Nona Karunia akan aman berada di dalam kantor, jadi saya memutuskan untuk mengikuti Tommy dan Derry. " lanjutnya.


" Lalu kenapa penampilanmu seperti itu? Berantakan sekali. " ucap Anton.


" Di tengah perjalanan mengikuti Tommy, seseorang mengejar saya. Orang itu mengira saya adalah anaknya yang kabur dari sekolah dan akan pergi tawuran antar sekolah. Orang ktu menyiram saya dengan air kotor dan menarik kepala saya supaya ikut dia pulang. " jawab Andra.


Andreas dan Anton berusaha menahan tawanya.


" Dan kau? " tanya Andreas pada Jessie yang sedari tadi hanya menduduk.


Anton menggeleng - gelengkan kepalanya. Merasa tidak habis pikir kenapa dua anak buahnya bisa terlibat dalam sebuah kesiaan seperti ini.


" Lain kali, ingat - ingat kalian ini adalah penjaga pribadi. Tugas kalian menjaga Nona Karunia. " ucap Anton.


" Jangan seperti ini lagi. Bisa - bisanya penjaga pribadi tapi kisah pekerjaannya tidak berbeda jauh dengan komedian! " ketusnya.


Andra dan Jessie menganggukkan kepalanya lagi dengan kompak.


" Ya sudah, kali ini kalian kumaafkan. Tapi lain kali, tidak ada kesempatan kedua. " ucap Andreas.


" Mulai besok Nona Karunia tidak akan bekerja. Kau, temani Nona Karunia di mansion Tuan Narendra. " ucap Andreas pada Jessie.


Jessie menganggukkan kepalanya bersemangat. " Baik Tuan. "


" Dan kau, tetap berjaga di sekitar Nona Karunia. Tidak perlu telribat dalam misi yang lain. Anggap saja misimu adalah yang paling utama, menjaga keselamatan Nona Karunia. " ucal Andreas pada Andra yang juga dibalas dengan anggukan bersemangat.


" Baik Tuan, kami tidak akan membuat masalah lagi. " seru Andra dan Jessie.


" Bukan berarti kalian bebas dari hukuman. " ucap Anton.


Andra dan Jessie yang tadi sudah berwajah ceria tiba - tiba menjadi muram lagi. Apa lagi kali ini, batin mereka.


" Khusus hari ini saja. Kalian berdua aku tugaskan untuk menemani Sandra dan Aiko malam misinya. " ucap Anton.


" Cari informasi dan hapalkan semua tentang tamu - tamu yang dilayani Sandra dan Aiko malam ini. " lanjutnya.


Merasa senang karena diberi misi sulit dan menantang, Andra dan Jessie bukannya merasa terbebani. Mereka justru semangat berjuang. ( Layaknya si dia yang dulu berjuang mengejar - ngejar cintamu).


" Baik Tuan. Akan kami laksanakan dengan baik! " serua keduanya penuh semangat.


" Waspadalah, apalagi kau Andra. Hari ini kau mengejar Tommy, bisa jadi dia sudah mengetahui dan menghapal wajahmu. " ucap Anton mengingatkan.


" Baik Tuan. " sahut Andra.


" Aku dan beebrapa orang lainnya akan stand by dalam lokasi yang berjarak cukup jauh dari kalian karena Tommy dan Thomas Alfredo sangat awas terhadap keberadaan orang asing di sekitarnya. " ucap Anton.


" Jangan gegabah. Nyawa kalian juga bisa dalam bahaya. " Andreas mengingatkan.


Jessie yang memang baru saja pertama kali akan menjadi mata - mata menelan lundahnya kasar.


Kenapa sangat menakutkan seperti itu? Aku jadi takut. Batinnya.


" Tetap bawa senjata. Jangan gunakan jenis senjata yang terlalu kentara. Pastikan semua berjalan dengan baik. " Anton mengingatkan dua anak buahnya yang nampaknya terlalu bersemangat itu.


" Baik Tuan. " sahut Jessie dan Andra bersamaan.


Ini sih bukan hukuman, ini adalah misi bersenang - senang! Seru Andra dalam hatinya.


Kemudian dua penjaga pribadi Nia itu pun pamit dan bersiap untuk melakukan misi berbahaya namun menyenangkan itu. Keduanya sudah tidak sabar menantikan malam ini.


đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸


Halo halo, penulis akan share visual Jessie si penjaga pribadi Nia yang baru yaaa....



...Ini adalah Jessie sedang dalam mode menyamar menjadi anak sekolah yah. Siapa sangka sebetulnya dia sudah berumur 25 tahun. Sama seperti Andra...


đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸đŸ”šī¸đŸ”¸ī¸


Halo semuanya, pembacaku tersayang ❤


penulis ingin mengucapkan terima kasih karena masih terus membaca tulisan penulis.


Jika dirasa alurnya lambat, memang penulis buat seperti ini yah. Karena penulis ingin semuanya tersampaikan dengan baik.


Daaaan, tidak bosan - bosannya penulis mengingatkan teman - teman pembaca untuk selalu mendukung penukis dengan cara memeberi rate, vote, like pada setiap episode, dan juga komentar. Kasih hadiah juga boleh banget ❤


Apapun bentuk dukungannya, penulis ucapkan terima kasih. Sehat selalu yaaa ❤