Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 89. Ke Nusa Penida



Selamat Membaca ~


Setelah selesai menggelar acara pernikahan, Rendra dan Nia bertolak ke Nusa Penida. Mereka ingin merayakan pernikahan berdua di sana dengan berlibur romantis selama satu minggu.


Urusan perusahaan telah Rendra pasrahakan seutuhnya kepada Andreas. Ia sangat yakin Andreas bisa menghandle semua urusan pekerjaan semasa Ia tidak ada di perusahaan.


Sedangkan untuk urusan galeri atau studio Nia, Nia telah mempercayakannya kepada Raya. Sarah juga akan membantu mengawasi sesekali.


Rendra dan Nia bertolak ke sana dengan jet pribadi milik Rendra tadi pagi, direncanakan siang ini mereka sudah tiba di tujuan bulan madu mereka.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Setelah perjalanan beberapa jam via udara dan darat, tibalah mereka di salah satu resort tempat mereka akan beristirahat selama di Nusa Penida.


Kamar dengan bed berukuran king size telah disiapkan dengan hiasan kelopak bunga mawar berwarna merah dan putih. Bukan hanya itu, bath up juga dipenuhi dengan kelopak bunga mawar, bahkan kolam renang privat juga dipenuhi oleh kelopak bunga.


Nia segera merapikan isi tasnya. Sejujurnya, koper dan beberapa tas yang Ia bawa adalah hasil kreasi Sarah dan Raya. Nia tidak sempat mengurus barang apa saja yang harus Ia bawa untuk berbulan madu dengan Rendra.


Ia membuka kopernya dan terkejut dengan semua isi di dalamnya. SARAH!!! Pekiknya.


Mendengar teriakan Nia, Rendra yang masih berada di dekat kolam berlari ke dalam.


" Ada apa? " tanya Rendra.


Dengan cepat Nia menutup kembali kopernya. Wajahnya merah padam.


" Tidak tidak. " jawab Nia cepat.


Rendra mengamati wajah Nia, pasti ada sesuatu. Wajahnya merah pasam seperti itu. Batin Rendra.


" Benar tidak ada apa - apa? " tanya Rendra lagi.


" Iya tidak ada apa - apa. " jawab Nia cepat.


Rendra mendekat, " Lantas, kenapa wajahmu berubah menjadi seperti itu? "


" Haha, tidak... Tidak ada apa - apa. " ucap Nia.


Nia beranjak kemudian mendorong pelan tubuh suaminya.


" Sudah sudah, Kau ke kolam dulu saja. Aku mau menyusun pakaian dulu. " ucap Nia.


" Iya iya iya. Cepat keluar kalau sudah selesai. " ucap Rendra.


" Iya.. " sahut Nia.


Rendra pun kembali ke area kolam walau sebetulnya Ia merasa ada yang aneh dengan istrinya itu.


Nia kembali ke kopernya. Membuka kembali kopernya dan lagi - lagi wajahnya merah padam. Bagaimana tidak, sebuah koper besar ini dipenuhi dengan lingerie dan pakaian dalam dengan model seksi. Tidak ada baju tidur normal satu pun. Tidak ada pakaian dalam normal satu pun. Bikini - bikini yang ada di dalam pun terbilang sangat seksi.


Ia membuka kopernya yang lain, lagi - lagi Ia dibuat terkejut lagi. Pakaian yang di dalam sangat seksi. Dress dengan model off shoulder, bakcless, dan potongan dada rendah. Panjangnya pun tidak ada yang melebihi lutut. Kenapa tidak ada pakaian normal di sini! Pekik Nia lagi dalam hati.


Bagaimana caraku menyusunnya di lemari ini. Semua pakaianku seperti ini. Nia sedang meratapi nasibnya di dalam ruang ganti.


" Sayang! Apakah masih lama? " teriak Rendra dari luar.


" Iya iya, sebentar sayang. Aku membersiahkan riasanku dulu. " jawab Nia dari dalam.


Setelah memutuskan untuk menyusun semua pakaiannya di lemari, Nia memilih salah satu bikini yang paling bisa diselamatkan untuk digunakan. Ia menggunakan bathrobe untuk menutup tubuhnya terlebih dahulu.


Nia berjalan malu - malu ke area kolam renang. Di sana sudah ada Rendra yang hanya mengenakan boxer dan bertelanjang dada. Nia menelan air liurnya ketika sekali lagi, melihat tubuh Rendra tanpa tertutup sehelai kain itu.


Rendra menatap aneh istrinya yang berwajah kemerahan dan bersikap malu - malu itu.


" Kenapa kau terlihat seperti itu? " tanya Rendra.


Nia hanya menggelengkan kepalanya.


Tidak mau ambil pusing dengan keanehan istrinya, Rendra memilih untuk melempar tubuhnya ke dalam kolam yang bertabur kelopak bunga mawar berwarna merah dan putih itu.


Nia masih enggan melepas bathrobe. Ia hanya duduk di tepi kolam. Ia memasukkan kakinya ke dalam kolam, sekedar merasakan segarnya air kolam karena cuaca sangat cerah.


Gemas melihat istrinya yang hanya bermain air tanpa ikut masuk ke dalam air, Rendra berenang mendekati istrinya. Dengan jahil Ia menarik tubuh istrinya agar ikut masuk ke dalam air.


Nia berusaha memberontak karena malu jika Rendra tahu Ia sedang mengenakanan bikini. Namun, Rendra tetap Rendra. Laki - laki bertubuh tegap dan berotot itu tetap saja bisa menaklukan istrinya, walau hanya dengan satu tangan saja.


Tali *b*athrobe Nia terlepas ketika Rendra berhasil menariknya ke dalam kolam. Dengan cepat Rendra pun melepas bathrobe yang membalut tubuh Nia.


Mata Rendra membulat ketika melihat kulit putih mulus Nia hanya tertutul pada beberapa titik oleh bikini berwarna biru muda.


" Oh, jadi mau menggoda suamimu ya? " goda Rendra sambil terkekeh.


" Tidak, Sarah yang menyiapkan semuanya. " ucap Nia kemudian membalikkan tubuhnya memunggungi Rendra.


Ia merasa sangat malu berpakaian seperti ini Tapi Ia tidak punya pilihan lain, mana mungkin Ia mengenakan salah satu dress yang juga sangat terbuka itu untuk bermain air di kolam bersama Rendra.


Rendra menatap tubuh Nia, dari atas ke bawah. Dari rambut yang tergulung asal namun cantik, lehernya yang jenjang, tubuhnya yang indah, kulitnya yang putih mulus.


Tanpa sadar Rendra memeluk tubuh Nia dari belakang. Ia mencium leher jenjang Nia, awalnya perlahan kemudian seperti sangat bernafsu. Bahkan Ia menyempatkan untuk membuat tanda kepemilikan di dekat area pundak Nia. Ia pun kembali bermain di area belakang telinga Nia, meniupkan angin perlahan kemudian menciumi leher Nia dengan bernafsu.


Nia seperti menikmati setiap perlajuan yang diberikan oleh suaminya. Ia justru menempelkan tubuhnya ke tubuh istrinya. Lehernya menengadah meniknati permainan Rendra di area lehernya hingga akhirnya satu suara keramat lolos dari mulutnya. Rendra tersenyum mendengar des*han keluar dari mulut Nia.


Ia memutar tubuh Nia hingga kini mereka saling berhadapan, memandangi wajah Nia yang sudah melembut. Memandangi bibir Nia yang sudah sejak duku menjadi candu baginya.


Ia mengecup bibir Nia dengan lembut. Tapi itu hanya awalan, kecupan lembut itu berubah menjadi kecupan menuntut. Keduanya saling berpagut dengan liar.


Rendra menaikkan tubuh istrinya, seolah sedang menggendong Nia di dalam air. Nia merengkuh tubuh Rendra, merangkul leher Rendra dan meremas rambut - rambut Rendra.


Mereka saling berciuman dengan liar, tangan Rendra sudah menjelajah setiap inchi bagian belakang tubuh Nia. Perlahan tangannya menarik tali bikini Nia dengan satu tangannya.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Eits, tahan.... Tahan... Tahan...


Hehehee, tahan ya 馃き