Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 43. Usaha Pendekatan Jason



" Selamat siang, " sapa Jason kepada Anna, sekretaris Rendra yang sedang fokus dengan layar komputer yang ada di depannya.


" Iya, selamat siang. " ucap Anna, " Ada yang bisa saya bantu? "


" Saya Jason Alexander, ada janji temu dengan Tuan King Narendra. " jawab Jason.


" Baik, saya konfirmasi terlebih dahulu. Silakan duduk dulu Tuan. " ucap Anna dengan sopan.


" Baik. " jawab Jason.


Kemudian Jason dan Tommy berjalan ke arah kursi tunggu yang ada di dekat situ.


Setelah mengonfirmasi janji temu, Anna pun mempersilakan Jason dan Andreas menemui Rendra di ruangannya.


tok tok tok


" Selamat siang Tuan, Tuan Jason Alexander dari Angkasa Group sudah berada di sini. " ucap Anna dari pintu.


" Ya, persilakan masuk. " jawab Rendra.


Jason dan Tommy kemudian masuk disambut oleh Rendra dan Andreas. Setelah berjabat tangan, Rendra mempersilakan mereka duduk di sofa.


" Maaf mengganggu kesibukan Anda bekerja. " basa - basi Jason.


" Tidak masalah. Ada keperluan apa Anda kemari? Mengingat Kota C memiliki jarak yang cukup jauh dari Kota A. " ucap Rendra.


" Saya hanya berniat bertemu dan mengobrol ringan saja. Tapi ke depannya saya berharap kita bisa membuat kerja sama. " ucap Jason.


Mereka kemudian berbincang cukup lama.


" Baiklah Tuan Narendra, senang berbincang dengan Anda. " ucap Jason seraya bangkit dari duduknya.


Jason pun mengulurkan tangannya, mengajak Rendra berjabat tangan.


" Tuan Jason, terima kasih atas kunjungan Anda. " ucap Narendra.


" Saya harap, kita betul - betul dapat bekerja sama dengan baik ke depannya. " ucap Jason.


Rendra tersenyum. Seolah memberi jawaban yang tidak pasti kepada Jason. Namun jason tidak menggubrisnya.


Setelah Jason dan Tomny pamit, Rendra melanjutkan pekerjaannya. Namun pikirannya terganggu, banyak hal yang tiba - tiba muncul di dalam kepalanya.


" Apa yang sedang Anda pikirkan? " tanya Andreas membuyarkan lamunan Rendra.


" Aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan orang tadi. Tapi aku tidak tahu apa. " jawab Rendra.


" Kenapa Anda merasa ada yang aneh? " tanya Andreas lagi.


Bekerja dalam dunia bisnis dalam waktu yang lama membuat intuisi Rendra seringkali tifak meleset. Ia selalu bisa merasakan hal buruk yang dapat terjadi pada kerajaan bisnisnya. Dan Andreas pun mengetahui akan intuisi Rendra itu.


" Aku tidak tahu. Hanya saja aku merasa ada yang aneh. " jawab Rendra.


" Saya rasa Anda perlu beristirahat, Tuan. " ucap Andreas.


" Anda belum beristirahat sejak tadi. " lanjut Andreas.


Rendra tidak menjawab. Pikirannya masih melayang. Memikirkan sesuatu yang aneh pada Jason.


" Andreas. " panggil Rendra, lagi.


" Ya Tuan, apa ada sesuatu yang anda inginkan? " tanya Andreas.


Rendra menggeleng. Matanya fokus menatap ke satu titik. Ia mengetukkan jarinya ke meja.


" Aku tidak habis pikir. " ucap Rendra.


" Untuk sekedar pengusaha penyedia bahan baku tekstil, Ia bisa memiliki sebuah nama yang sangat besar. " ucap Rendra lagi.


" Maksud Anda? " tanya Andreas tidak mengerti.


" Jason mengatakan Angkasa Grup hanya fokus pada industri bahan baku tekstil. " jawab Rendra.


" Mengingat tekstil bukan merupakan komoditas utama dari Kota C. Selain itu, ada industri lain yang melebihi kelas Angkasa Grup dalam hal industri bahan baku tekstil. " lanjut Rendra.


" Dan, bahan baku tekstil yang dia hasilkan adalah bahan baku bersumber dari kapas. " lanjutnya.


" Kapas adalah komoditi langka untuk saat ini, pengembangan dan pemeliharaannya sangat sulit. Berbeda dengan bahan baku lainnya, seperti rayon misalnya. " lanjutnya lagi.


Andreas menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Nampaknya Ia mulai mengerti apa yang dimaksud oleh Rendra.


" Proposal kerja sama yang Ia bawa tadi, coba kau pelajari lagi. Dan, selidiki lagi tentang Angkasa Grup. " perintah Rendra.


" Baik Tuan, " sahut Andreas.


Kemudian Andreas pergi kembali ke ruangannya untuk melaksanakan perintah Rendra.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


ting


Pintu lift terbuka. Jason yang sedang di dalam lift mendadak sumringah. Jackpot! Batinnya.


" Kau lagi, Karunia. " ucap Jason.


Nia yang sedang asik membalas pesan singkat Rendra terkejut mendengar namanya disebut.


" Oh, Tuan Jason. " sapa Nia.


" Masuklah. " ucap Jason.


Nia mengangguk dan kemudian masuk ke dalam lift.


" Apa yang sedang anda lakukan di sini? Apakah Anda sedang ada urusan? " tanya Nia.


" Oh iya, aku baru saja beremu dengan teman lamaku. " jawab Jason.


" Oh, begitu. " sahut Nia.


" Apa kau bekerja di sini? " tanya Jason.


" Iya Tuan, aku bekerja di sini. " jawab Nia


" Wah wah, kalau begitu kantor ini sangat beruntung karena memiliki staff sepertimu. " puji Jason.


Nia hanya tersenyum mendengar ucapan Jason.


Setelah lift sampai di lantai satu, mereka pun berpisah. Nia pamit karena harus mengurus sesuatu.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


- Di dalam mobil Jason -


" Sebenarnya, apa yang sedang Anda rencanakan? " tanya Tommy tiba - tiba.


" Kau ikuti saja alurnya. " jawab Jason.


" Yang jelas, aku akan menghancurkan Hartawan sampai ke akar - akarnya. " lanjutnya.


" Bahkan aku akan menghancurkan Narendra Hartawan sampai ke dalam urusan hatinya. " ucap Jason sambil tersenyum sinis.


" Tapi Tuan, Karunia tidak ada kaitannya dengan ini. " ucap Tommy.


Tommy tahu bahwa Jason memendam rasa dendam yang sangat mendalam terhadap keluarga Hartawan. Tapi salah jika harus melibatkan, bahkan sampai mencelakai orang lain yang tidak ada kaitannya dalam masalah ini.


" Sudahlah Tommy. Kau itu terlalu baik. Amati dan ikuti jalanku. " ucap Jason.


" Lagipula, lihat saja apa yang sampai menimpa kedua orang tuaku. Apa yang terjadi pada ibuku. Semua itu akibat ulah Senior Hartawan. " ucap Jason lagi.


" Tapi Tuan... " belum selesai Tommy bicara, Jason sudah memotong perkataannya.


" Seperti yang aku bilang, amati dan ikuti jalanku. " ucap Jason.


Tommy akhirnya terdiam.


Kematian Nyonya Alexander bukanlah kesalahan dari Hartawan Grup, rasa malu dan perasaan kalah dari Tuan James Alexanderlah yang mengakibatkan Tuan James mengambil jalan nekat untuk bunuh diri dengan cara menabrakkan kendaraannya.


Bahkan Tuan James sengaja bunuh diri dengan mengajak istrinya yang tidak tahu tentang masalah yang sedang terjadi.


Bagaimana itu bisa menjadi tanggung jawab dari Hartawan Grup, bahkan menjadi tanggung jawab Karunia? Gadis itu hanya orang "luar" yang tidak tahu - menahu dalam masalah ini. Karunia juga terlihat seperti seorang gadis yang santun dan sangat baik. Sungguh tidak adil jika gadis itu ikut terseret dalam balas dendam Jason.


Tommy memang anak buah Jason. Tapi bukan berarti dia orang jahat. Ia hanya merasa terikat dengan rasa hutang budi dan juga janji.


Dan Ia sudah menganggap Jason adalah adiknya. Seorang adik yang Ia rawat dan besarkan dengan penuh rasa tanggung jawab.