
Selamat Membaca ~
Waktu menunjukkan pukul 19.00, Andreas baru saja sampai di apartemennya. Ia melepas pakaian dan meletakkannya di tumpukan cucian kotor. Ia menghela napas. Besok harus meletakkan cucian kotor itu ke petugas laundry yang ada di apartemen.
Ia berjalan gontai ke kamar mandi kemudian membersihkan diri di bawah guyuran air hangat.
Setelah membersihkan diri, Andreas mengenakan celana pendek dan kaos longgar berwarna putih. Baju santai untuk tidur.
Ia berjalan menuju dapur dan mengambil segelas air dan meminumnya sampai habis. Kemudian Ia berjalan ke ruang tengah dan menyalakan televisi, menonton berita seperti biasa. Ia meraih ponselnya dan memesan makanan melalui aplikasi yang ada di ponselnya.
Setelah memesan makanan, Ia membuka aplikasi pesan singkat dan membuka salah satu pesan masuk dari seseorang,
*Her : Kau sudah pulang?
Andreas tersenyum membaca pesan singkat yang masuk ke di aplikasi chatnya. Dengan cepat Ia membalas pesan singkat itu.
*Andreas : Ya, aku sudah di apartemen
Tidak butuh waktu lama, ponsel Andreas menerima balasan pesan singkat
*Her : Kau sudah makan?
*Andreas : Aku baru saja memesan makanan. Kau?
*Her : Aku sudah makan. Habiskan makananmu dan segera istirahat. Jaga kesehatanmu.
*Andreas : oke. Kau juga.
*Her : Selamat istirahat โค
Andreas tersipu, Ia tersenyum sendiri ketika membaca pesan singkat yang masuk ke ponselnya.
*Her : kenapa tidak kau balas?
*Andreas : Iya, maaf. Selamat beristirahat โค
Andreas membaca lagi pesan singkat dari seseorang yang Ia simpan dengan nama โHerโ. Sekali lagi, Ia tersenyum membaca pesan yang sudah Ia baca sebelumnya. Hatinya menghangat.
Tidak lama, makanan yang Ia pesan sampai. Seorang kurir memencet tombol bel di depan pintu apartemennya. Ia pun beranjak dan mengambil makanan yang Ia pesan kemudian menikmati makan malam.
๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ
Flashback On ~
Malam itu hujan deras mengguyur Kota A. Andreas baru saja menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan oleh Rendra. Ia menjalankan mobilnya perlahan menuju ke sebuah tempat makan. Perutnya terasa sangat lapar karena melewatkan makan siang.
Di tengah perjalanan, di daerah yang terbilang cukup sepi. Ia melihat sebuah mobil sedang terparkir dengan lampu hazard yang menyala. Seorang gadis nampaknya sedang mengalami kesulitan. Kap mobil itu terbuka, sepertinya mesinnya mengalami masalah. Batin Rendra.
Ia yang awalnya ingin mengacuhkan, akhirnya berhenti untuk membantu orang yang sedang tertimpa musibah itu. Ia melihat seorang gadis sedang memegang payung dan melihat ke arah mesin mobil yang terlihat mengeluarkan asap.
โ Selamat malam Nona, mungkin ada yang bisa saya bantu? โ tanya Andreas berusaha ramah.
Gadis itu menoleh. Andreas terkejut, wajahnya familier baginya. Sarah?
Andreas berusaha terlihat tenang. โ Mari coba saya lihat ada masalah apa pada mesin mobil Anda. โ
Sarah yang terkejut karena tiba โ tiba ada seseorang datang untuk membantu akhirnya mundur selangkah untuk memberi ruang kepada sang penyelamat.
Ia memperhatikan orang yang sedang membantunya. Tubuhnya tinggi tegap, ideal. Proporsional. Dari samping, Ia terlihat tampan juga. Batinnya.
Sebentar, sepertinya aku mengenali orang ini. Andreas Hakim? Manusia kutub utara nomor dua? Another Mister Ice? Pekik Sarah dalam hati.
โ Sepertinya kita harus memanggil bantuan mesin derek. Mesin mobil Anda terlalu panas sehingga mengeluarkan asap seperti ini. Harus ditangani oleh montir. โ ucap Andreas sambil masih berusaha memperbaiki apa yang bisa Ia perbaiki.
โ Bukankahโฆ Andaโฆ Tuan Andreas Hakim? โ tanya Sarah.
Andreas menoleh ke arah Sarah. Beracting cool, padahal sebetulnya Ia sudah mengetahui siapa yang sedang Ia bantu.
โ Ya, apakah Anda mengenali saya? โ tanya Andreas.
โ Ya, saya Sarah Valencia. Teman Nia. โ jawab Sarah.
Kemudian Ia kembali sibuk mengamati mesin mobil Sarah yang masih tetap mengeluarkan asap itu.
โ Apa kau punya klaim asuransi mobil? โ tanya Andreas.
Sarah membalas dengan anggukan.
โ Hubungi saja pihak asuransinya. โ ucap Andreas.
Ah iya, kenapa aku tidak terpikirkan hal itu? Seharusnya sejak tadi aku menelepon pihak asuransi agar mereka datang membantuku.
Sarah berlari kecil dan mencari ponselnya yang berada di dalam mobilnya. Ah sial, kenapa mati. Gerutu Sarah dalam hati. Ponselnya kehabisan daya di saat seperti ini. Pas sekali bukan situasi saat ini?
Ia berjalan dengan tertunduk lesu ke arah Andreas. โ Ponselku kehabisan daya. โ ucapnya lirih.
Mendengar ucapan Sarah, Andreas berjalan menuju mobilnya dan mencari ponselnya. Ia menelepon pihak asuransi dan menyebutkan titik lokasi di mana mereka berada saat ini.
โ Aku sudah menelepon pihak asuransi. Mereka akan segera datang. โ ucap Andreas.
โ Terima kasih. โ sahut Sarah.
โ Ayo kita tunggu di dalam mobilku saja. Mesin mobilmu mati. Kau tidak akan bisa menyalakan penghangat di mobilmu. โ ajak Andreas.
Mata Sarah membulat, tidak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar. Mister Ice mengajakku masuk ke dalam mobilnya untuk menunggu bantuan datang?
โ Kenapa diam? Kau mau menunggu di bawah guyuran air hujan? Baiklah jika itu maumu. โ ucap Andreas kemudian berjalan menuju mobilnya.
โ Iya, aku ikut. โ sahut Sarah kemudian berlari kecil menyusul Andreas masuk ke dalam mobil Andreas.
Diam - diam Andreas tersenyum mendengar jawaban Sarah.
Di dalam mobil, suasana terasa begitu canggung. Mereka berdua diam dan hanyut dalam pikiran masing โ masing.
โ Sambungkan ponselmu ke pengisi daya itu. โ ucap Andreas sambil menunjuk ke arah pengisi daya yang ada di dalam mobilnya.
Sarah mengangguk. Dengan patuh Ia menyambungkan ponselnya dengan pengisi daya.
Kemudian hening lagi. Bahkan suasana terasa makin canggung di antara mereka.
Keruyukk
Sarah meringis. Perutnya tidak bisa diajak kompromi. Ia merasa sangat lapar, Ia bahkan tidak makan sejak tadi pagi karena terburu โ buru untuk pergi rapat bersama koleganya.
Diam โ diam Sarah melirik kea rah Andreas. Berharap Andreas tidak mendengar aibnya barusan. Andreas, terlihat diam saja. Sepertinya Ia tidak mendengar suara berontak kelaparan perut Sarah tadi. Syukurlah, batin Sarah.
15 menit kemudian, sebuah mobil derek datang. Setelah menyelesaikan urusan dengan mobil derek itu, Sarah berniat untuk pergi bersama dengan mobilnya namun Andreas mencegah.
โ Besok saja kau ambil mobilmu di bengkel. โ ucap Andreas.
โ Tapi, bagaimana caranya nanti aku pulang? โ tanya Sarah.
โ Nanti aku akan mengantarkanmu pulang. โ ucap Andreas.
โ Tenang saja, aku tidak akan macam โ macam. Lagipula kau nanti mau pulang dengan cara apa? Mobilmu masih harus diperbaiki. โ lanjutnya.
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Sarah setuju untuk pergi bersama Andreas. Ia dan Andreas pun kembali ke mobil Andreas.
๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ
Ah Andreas, sa ae lu ah!
modus bener pengen nganterin Sarah pulang biar tau Sarah tinggal di mana ya kaaan?
ternyata kamu bisa modus juga yaaaaaa
๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ๐น๏ธ๐ธ๏ธ
halooo, jangan lupa dukung penulis dengan cara memberi rate, vote, like, dan komentar yang banyakkkk.
Kasih hadiah juga bolehhh banggeetttt โค