Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part. 112. Bertemu Sarah



Selamat Membaca ~


Kota D adalah sebuah kota yang tidak memiliki fasilitas seperti bandara dan area landasan pacu yang memadai. Hal ini menyebabkan Rendra dan Andreas tetap harus menggunakan jalur darat untuk segera kembali ke Kota A.


Mereka kembali ke Kota A tepat pukul 2 pagi. Jarak tempuh menuju Kota A dari Kota D adalah 4 jam perjalanan.


Sebuah lamborghini urus berwarna putih melesat kencang menembus gelap dan kabut dini hari. 2 buah mobil berjenis sedan berwarna hitam yang mengawal pun melasut dengan kecepatan yang seimbang.


" Andreas, tetap tenang. " ucap Rendra.


Andreas tidak menjawab. Ia tetap fokus menyetir lamborghini itu. Rasa lelah dan kantuk tidak dapat mengalahkan rasa cemasnya saat ini.


Sarah memang terlihat sebagai seorang gadis yang tangguh, namun sebenarnya dia adalah seorang gadis yang penakut. Tumbuh di dalam lingkungan keluarga kaya raya membuat Sarah cenderung lebih manja dan seringkali tidak dapat melakukan hal - hal tertentu sendirian. Itulah kenapa Andreas merasa sangat cemas.


Mereka tiba di mansion Hartawan setelah berkendara sekitar 3 jam. Jalanan yanh masih sepi dan kecepatan Andreas yang tinggi membuat mereka sampai lebih cepat di Kota A.


Rendra dan Andreas dengan terburu - buru berjalan menuju ruang pertemuan khusus yang berada di lantai satu.


Di dalam ruangan itu sudah ada beberapa orang, salah satunya adalah ketua tim penjaga di mansion Hartawan.


" Tunjukkan padaku. " perintah Rendra segera setelah Ia membuka pintu ruang pertemuan.


Orang - orang yang berada di dalam segera berdiri memberi hormat pada Rendra dan Andreas.


Rendra dan Andreas kemudian duduk di kursi kosong yang berada di tengah - tengah ruang pertemuan.


Ketua tim penjaga segera menunjukkan rekaman cctv. Terlihat Nia sedang berjalan berjingkst kuar dari kamar dan mengendap - endap keluar dari bangunan utama mansion.


Pakaian yang dikenakan Nia berwarna hitam, membuatnya tersamar sempurna. Namun cctv yang dipasang juga dilengkapi dengan pelacak suhu tubuh, sehingga membuat pergerakan Nia tetap terpantau dari cctv.


" Ke arah mana itu? " tanya Rendra.


" Ke pintu samping, Tuan. " jawab ketua tim.


" Apakah tidak ada penjaga di sana? " tanya Rendra.


" Ada, Tuan. Sudah saya konfirmasi ternyata saat itu penjaga sedang ke toilet. " jawab ketua tim.


" Ke mana arah istrimu pergi? " tanya Rendra.


" Berdasarkan hasil pemantauan terjauh dari cctv yang mampu memantau, Nyonya pergi ke arah ujung jalan. " jawab sang ketua tim.


" Tapi ada hal yang menarik Tuan. " ucapnya.


" Apa itu ? Katakan cepat. " perintah Rendra.


" Awalnya kami kira Nyonya hanya sedang cemas sehingga membuat gerakan - gerakan tertentu. Ternyata, Nyonya memberi kode kepada kita. " ucap ketua Tim.


" Tunjukkan padaku. " ucap Rendra.


Ketua tim kemudian mempercepat pemutaran cctv sampai saat Nia akan keluar melalui pinti samping, Ia membuat gerakan dengan tanhan dan jari - jarinya.


" Sudah kuduga. Istriku memang pintar. " gumam Rendra.


Terlihat Nia menggerakkan jarinya sambil tetap mengawasi keadaan sekitar. Dari gerakan jarinya, terlihat Nia memberi kode berupa angka.


" Setelah kami putar ulang, Nyonya memberi kode berupa angka. Kumpulan angka yang Nyonya berikan adalah nomor ponsel. " ucap ketua tim.


" Siapa namamu? " tanya Rendra.


" Siap. Nama saya Bharata. " jawab ketua Tim.


" Sudah, Tuan. Itu adalah nomor yang sekali pakai kemudian dibuang. Nomor itu sudah tidak dapat dilacak. " jawab Bharata.


Sial. Gerutu Rendra.


Rendra memutar kepalanya ke arah Andreas, " Tidak bisakah Anton dipercepat datang kemari? " tanya Rendra.


" Penerbangan dengan pesawat komersil memakan waktu sekitar 16-20 jam, Tuan. Anton akan tiba di sini sekirar pukul 7 malam. " jawab Andreas.


Rendra mengepalkan tangannya.


" Aplikasi pelacak yang aku pasang di ponsel Nia pun sudah tidak aktif. Sepertinya sudah dinonaktifkan atau mereka sudah membuang ponsel istriku entah ke mana. " ucap Rendra geram.


" Lokasi terakhir ponselnya terlacak ada di area pertokoan yang sudah tidak terpakai di sekitaran area T. " jawab Andreas.


Rendra melihat ke arah Andreas dengan penuh simpati. Ia tahu betul bahwa sebenarnya Andreas sedang kalut karena kekasihnya juga menghilang. Tapi Andreas masih bisa bekerja secara profesional dan justru membantu melakukan pencarian Nia.


" Aku tetap menduga, kepergian Nia secafa mendadak ada kaitannya dengan menghilangnya Sarah valencya. " ucap Rendra.


" Lakukan penyelidikan juga terhadap menghilangnya Sarah Valencya. Lokasi terakhir terlacak di pelabuhan Kota I. Arahnya berlawanan dengan Daerah T. Tapi aku tetap yakin masalah ini berkaitan. " perintah Rendra.


" Baik, Tuan. " sahut Bharata.


Rendra dan Andreas kemudian beranjak dan meninggalkan ruang pertemuan. Mereka membiarkan staff - staff mereka bekerja di dalam ruangan pertemuan itu. Nia


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Sementara itu, di sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah gudang tidak terpakai ~


Nia mengerjapkan matanya. Semuanya terlihat gelap, matanya sedang ditutup oleh sebuah kain.


Ia berusaha mempertajam pendengarannya. Berusaha mendengar apa saja yang ada di sekitarnya. Ia mendengar seperti ada suara air di luar.


Tubuhnya terasa bergoyang, seperti sedang ada gempa bumi. Mendadak Ia menjadi panik. Ia berusaha memegang benda terdekat, namun tangannya terikat.


Tiba - tiba seseorang datang dan melepas ikatan penutup matanya.


Mia mengerjapkan matanya. Pandangannya masih kabur, namun Ia yakin yang ada di seberangnya adalah Sarah.


" Tolong epaskan ikatan tanganku. Aku tidak akan berbuat yang aneh - aneh. Aku hanya ingin melihat keadaannya. " pinta Nia dengan nada memelas.


Laki - laki bertubuh besar itu melihat ke arah temannya. Temannya menganggukkan kepala sebagai isyarat mengijinkan untuk melepas ikatan pada tangan Nia.


Kemudian laki - laki itu melepas ikatan tangan Nia.


Setelah terlepas, kedua laki - laki itu keluar dan mengunci kembali pintu ruangan itu.


Nia segera mengapiri Sarah yang sedang tidak sadarkan diri. Ia melepas kain penutup pada mulut Sarah. Ia juga melepaskan ikatan pada tangan Sarah.


Ia begitu terkejut melihat ada bekas memar pada ujung bibir Sarah. Tangannya pun lecet, mungkin Sarah berusaha melepaskan ikatan kain pada tangannya dan justru membuat tangannya terluka.


Nia memeluk Sarah erat dan menangis sesenggukan.


Kenapa semua ini terjadi pada mereka? Apa yang sebenarnya menjadi tujuan mereka semua? Kenapa harus mereka berdua yang terlibat? Mereka sedang ada di mana? Bagaimana caranya untuk bisa melepaskan diri?


Semua pertanyaan itu berputar - putar di dalam kepala Nia. Ia memeluk Sarah erat, namun Sarah tetap tidak terbangun.


Mungkin Sarah kelelahan, batinnya. Sungguh kasian dirimu, Sarah. Nia sesenggukan sambil memeluk erat tubuh Sarah.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍