Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part. 137 Menyusun Siasat Lagi



Selamat Membaca ~


Rendra seperti kehabisan banyak tenaga hari ini. Tubuhnya terasa lemah, nafsu makannya menurun sejak kepergian Nia. Tubuhnya terlihat lebih kurus dan sedikit tidak terawat.


" Habiskan makananmu, kau kira Karunia akan suka melihatmu yang kurus ceking seperti ini? " ucap Andreas dengan sedikit ketus.


Rendra tidak menjawab. Dia hanya memegang sendok tanpa berniat menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Ia membolak - balikkan posisi sendok di ujung jarinya, seolah asik bermain dengan sendok itu.


" Kau tahu? " tanya Andreas.


Rendra menoleh ke arah Andreas dan mengangkat kedua alisnya bersamaan.


" Jason akan berpikiran dia berhasil menghancurkanmu jika dia melihatmu seperti ini. " ucap Andreas santai.


Andreas menyandarkan tubuhnya di sofa dan menatap Rendra dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.


" Dia memang sudah berhasil menghancurkanku. " sahut Rendra malas.


Ia meletakkan sendoknya dan beranjak dari duduknya.


" Ya, lanjutkan saja kalau begitu. King Narendra Hartawan yang sangat kuat ternyata hanya sebatas begini. Bagaimana kau akan menyelamatkan istrimu jika kau lemah seperti ini? " seru Andreas. Kali ini nada bicara Andreas terdengar seperti sedang mengejek Rendra.


" Sungguh kasian Karunia. Dia pasti semakin terpuruk jika melihat keadaanmu yang seperti ini. " lanjutnya.


Rendra menghentikan langkahnya.


Ya, ada benarnya juga apa yang dikatakan Andreas. Aku tidak boleh menunjukkan sisi lemahku. Aku harus tetap kuat demi Nia. Aju yakin, aku bisa menyelamatkan dia. Batin Rendra.


Tanpa berkata apapun, Ia berbalik ke meja makan dan menghabiskan makanannya. Ia harus bisa menjaga kesehatan, baik itu mental ataupun fisik. Demi Karunia.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


" Tuan! Tuan! " teriak Zyco.


Anton yang mendengar teriakan itu spontean langsung beranjak dan berlari menghampiri Zyco yang masih duduk menghadap layar laptop.


" Kau sudah menemukannya? " tanya Anton.


Zyco mengangguk mantap.


" Lihat ini, Tuan. " ucap Zyco.


Zyco menunjukkan sebuah lokasi yang memenuhi kriteria lokasi penyekapan Nia dan Sarah, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Rania.


" Coba lihat ini, Tuan. Saya mendapatkan rekaman cctv dari beberapa tempat. " ucap Zyco.


Ia kemudian menunjukkan rekaman cctc yang menunjukkan sebuah mobil pembawa barang dengan ukuran box sangat besar.


" Mobil ini sangat mencurigakan, selain ukurannya yang terlalu besar, di sekitar sini tidak ada pabrik atau distributor barang tertentu. " jelas Zyco.


" Dan yang paling utama, " lanjut Zyco, Ia menyempatkan untuk memperbaiki posisi duduknya di kursi.


" Di rekaman cctv terakhir, posisi mobil ini... "


" Mengarah ke tempat yang dicurigai sebagai tempat penyekapan Nyonya Karunia dan temannya. " lanjut Zyco dengan bersemangat.


Anton mengangguk.


" Belum bisa kita simpulkan kepastiannya jika dalam keadaan seperti ini. " gunam Anton.


" Baiklah, kalau begitu. Aku akan melaporkannya pada Tuan Narendra. " ucap Anton.


" Kau tunggu di sini saja, cari dan korek terus informasi yang bisa kau dapat. " lanjutnya.


" Baik, Tuan. " sahut Zyco.


Anton kemudian keluar ruangan, berjalan menuju tempat Rendra. Meninggalkan Zyco yang kembali asik dengan laptopnya.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Rendra sedang termenung. Langit Kamboja nampak sendu sore ini, gerimis turun seolah mengerti bagaimana perasaan Rendra saat ini.


Ia menerawang ke depan. Nia, apa kau baik - baik saja? Berapa lama lagi aku harus bertahan dan menunggu untuk bisa bertemu dan berkumpul lagi bersamamu. Lirih Rendra seorang diri.


Andreas sedang mengamatinya dari pintu kamar Ia merasa prihatin dengan kondisi Rendra saat ini. Adiknya itu seperti kehilangan separuh nyawanya. Bahkan Rendra tidak menyadari kehadiran Andreas di dalam kamarnya.


Anton baru saja datang dean hendak mengetuk pintu kamar Rendra, namun ditahan oleh Andreas. Andreas memberi kode kepada Anton agar Ia menunggu sejenak sampai Rendra selesai dengan isi pemikirannya.


Rendra memutar posisi tubuhnya dan terkejut mendapati Andreas dan Anton sudah ada di pintu kamarnya.


" Ada apa? " tanya Rendra.


" Tuan, saya mau melaporkan. Sepertinya Zyco sudah menemukan titik lokasi di mana mereka menyekap Nyonya Karunia dan Nona Sarah. " ucap Anton.


" Benarkah? " tanya Rendra sumringah.


Sepertinya doaku akhirnya dijawab oleh Tuhan.


" Iya, Tuan. Titiknya cukup jauh dari sini. Sekitar 3- 4 jam perjalanan darat, Tuan. " jawab Anton.


" Baiklah, ayo kita bersiap - siap. " ajak Rendra bersemangat.


" Sabar, Tuan. " sahut Anton.


" Kau ini bagaimana! Kita harus segera menyelamatkan istriku! Kenapa kau bilang sabar terus?! " seru Rendra tidak sabar.


" Bukan begitu, Tuan. Kita harus mempersiapkan sekali lagi. Jangan sampai seperti kemarin. " kilah Anton.


" Ada benarnya apa yang diucapkan Anton. Kita tidak boleh gegabah. Jangan sampai ketika kita sudah sampai sana, mereka berpindah tempat lagi. " Andreas berusaha menenangkan Rendra.


" Jika kita terlalu lama, maka Nia dan Sarah semakin dalam bahaya! " seru Rendra lagi.


" Tidak lama, Tuan. Kita hanya perlu mematangkan rencana agar tidak terjadi kesalahan kedua kalinya. " jawab Anton.


Rendra terdiam, Ia terlihat sedang berpikir.


" Baiklah. Tapi aku mau, kita segera bergerak. " ucapnya.


" Tentu, Tuan. Malam ini kita akan segera bergerak. " sahut Anton.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Penasaran nggak sama visual Zyco? Si ahli IT yang juga jago main senjata itu tuuuh.



Nah, ini adalaaah Zycooo