
Selamat Membaca ~
Sarah berhasil diselamatkan oleh Andreas. Ia menangis tersedu - sedu dalam pelukan Andreas. Sedangkan Nia, masih dalam cengkeraman Jason.
Tubuh Nia yang lemah hanya bisa pasrah saat Jason menarik rambutnya dengan kuat hingga kepalanya menengadah. Ia sudah tidak memiliki kekuatan, bahkan untuk menangis saja sudah tidak sanggup.
Tanganya memegang ke arah perutnya, kemudian mengusapnya perlahan. Nak, bertahan ya, ayah akan selamatkan kita.
" Kenapa? Kau sudah jadi laki - laki lemah hah?! Bisamu hanya menyakiti wanita! " sentak Rendra.
" Kemari kau! Coba kau selamatkan lacurmu ini! " balas Jason.
Ia semakin memperkuat tarikan di kepala Nia.
" Mari kita lihat, sebagaimana kuat King Narendra Hartawan! Laki - laki keturunan Senior Hartawan yang sangat suka merusak kehidupan orang lain! Iri dengan kekuatan dam keberhasilan orang lain! Sampai - sampai Ia rusak semua lahan pekerjaanku! " seru Jason.
Rendra tidak menjawab, meladeni celotehan Jason sama saja dengan meladeni orang tidak waras.
" Kau sakit hati jika aku perlakukan wanitamu begini? " Jason semakin memancing emosi orang - orang yang ada di situ.
Ia menarik kepala Nia, menjilat kulit wajah Nia yang sudah terlihat pucat dan basah oleh keringat.
Rendra semakin geram. " Jangan sentuh istriku! "
Tommy yang sedari tadi diam, akhirnya menunjukkan emosinya. Perlahan Ia berjalan mendekati Jason, namun tetap dengan tangan mengarahkan senjata ke arah Rendra.
" Tuan, sudahlah. Mari kita akhiri semua ini. Apakah Anda tidak lelah dengan semua renclana balas dendam Anda yang akhirnya selalu gagal? " ucap Tommy sedikit berbisik.
" Bicara apa kau?! Dasar laki - laki paruh baya bodoh! " sentak Jason.
Bentakan Jason membuat Tommy diam. Bukan, bukannya dia takut. Tapi saat ini Tommy lebih mengkhawatirkan keadaan Nia.
Berpikiran bahwa tidak ada gunanya menasehati Jason, berpikiran bahwa Jason akan tetap saja menggila dan akan tetap membahayakan orang lain, Tommy mengambil sebuah langkah berani.
Ia maju beberapa langkah ke arah Anton yang mengarahkan senjata padanya. Setelah maju beberapa langkah, Ia berbalik dan mengarahkan senjata apinya ke arah Jason.
Anak buah Jason lainnya terkejut melihat aksi Jason. Sontak salah satu dari mereka beralih mengarahkan senjata ke arah Tommy.
Melihat apa yang telah dilakukan oleh Tommy, Jason hanya tersenyum sinis.
" Ooh... Hoo! Ini dia pengkhianat kita. " seru Jason.
" Sudahi semua ini, Jason. Menyerahlah. " ucap Tommy masih dengan senjata mengarah ke Jason.
" Selagi aku masih bersikap baik, menyerahlah sekarang. " ucap Tommy.
" Hahaha! Menyerah dan membuat Narendra Hartawan sialan itu merasa menang?! Tidak akan! " seru Jason.
" Ini bukan masalah menang atau tidak. Kau sudah melibatkan terlalu banyak orang. " ucap Tommy lagi.
" Diam kau Tommy! Kau tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan semuanya yang kau miliki! Semua ini terjadi karena Hartawan sialan itu! " seru Jason.
" Aku, tidak akan menyerah. Aku akan menyiksa King Narendra Hartawan dengan cara seperti ini! " seru Jason.
Kemudian Ia mencengkeram leher bagian belakang Nia. Ia membanting tubuh Nia dan menendangnya tanpa ampun. Ia menendangnya di bagian perut.
Tangan Nia yang semakin kurus itu, tetap berusaha melindungi perutnya yang menjadi sasaran kebrutalan Jason Alexander.
Semua yang di sana bereaksi saat Jason melakukan penyiksaan itu di depan mata mereka. Tidak terkecuali, Tommy.
Ia segera menembakkan senjatanya, mengarah tepat di pundak kanan dan kaki kiri Jason.
Jason tersungkur, wajahnya meringis kesakitan. Bagaimana tidak? Dua buah peluru bersarang di tubuhnya hampir bersamaan.
Rendra segera menghampiri Nia yang sudah tidak sadarkan diri. Andreas dan Anton pun segera mengamankan Jason yang sudah mulai bersimbah darah.
Anton melepas jaketnya dan berusaha menghentikan pendarahan pada luka tembak di tubuh Jason.
" Untuk apa dibantu, Tuan? Biarkan saja dia mati kehabisan darah. " celetuk Andra.
" Kau kira kalau dia mati cepat akan menjadi adil untuk kita semua? " sahut Jessie.
" Dia harus tetap hidup untuk menerima hukuman. " ucap Anton.
" Oh, betul juga. " gumam Andra.
Langit malam Kamboja malam itu, menjadi saksi misi penyelamatan Nia dan Sarah. Sekaligus menjadi saksi aksi melumpuhkan Jason dan anak buahnya.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
...Si Om Tommy waktu berbalik mengarahkan senjata apinya ke arah Jason niiih ...