Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part. 134 Zonk



Selamat Membaca ~


Pagi pagi sekali, sekitar pukul 4 waktu Phnom Penh. Anton dan timnya sudah bersiap - siap untuk misi penyelamatan Nia dan Sarah.


Dibekali senjata yang canggih dan baju pengaman terbaik, mereka bersiap meluncur pagi ini.


Rendra yang sejak semalam tidak dapat tidur nyenyak ikut mengantar keberangkatan Anton dan timnya. Ia didampingi Andreas yang ternyata tidak dapat tidur nyenyak mengingatkan ulang kepada Anton dan agen - agennya untuk tetap berwaspada.


" Ingatlah, jaga keamanaan dan keselamatan. Pastikan semua bisa kembali dengan selamat. " pesan Rendra.


" Baik, Tuan. " sahut Anton dan agennya kompak.


Kemudian Anton dan agennya pun menuju tempat yang diduga menjadi tempat penyekapan Nia dan Sarah.


" Beristirahatlah lagi, kita masih punya banyak waktu sampai waktu janji temu dengan duta besar. " ucap Andreas dengan tatapan khawatir ke Rendra.


" Ya, aku akan mencoba istirahat lagi. " sahut Rendra.


Kemudian Rendra berjalan gontai menuju kamarnya. Andreas hanya bisa menatap prihatin ke arah Rendra yang mulai menjauh. Laki - laki sempurna itu sekarang menjadi orang yang paling terpuruk. Jason berhasil menghancurkan mental Rendra.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍


Anton dan timnya sudah tiba di tujuan. Dua buah mobil SUV berwarna hitam berhenti san menurunkan mereka di titik yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi sasaran mereka.


Mereka sudah membagi diri menjadi 4 tim kecil sesuai intruksi Anton semalam. Mereka berjalan mengendap dan membungkuk mendekat ke arah lokasi sasaran.


Ketika dirasa sudah sangat dekat, 4 tim kecil itu kemudian berpencar sesuai rencana. Anton bersama dengan Andra, Jessie, dan Zyco akan menyerang dari bagian depan. Satu tim akan bersiap di bagian belakang, sedangkan dua tim bersiap di bagian kiri dan kanan bangunan.


" Bersiap. " Anton mengarahkan timnya melalui alat komunikasi canggih yang mereka kenakan.


Mereka kemudian berjalan mengendap lagi mendekati titik masing - masing.


Saat Anton dan Andra sudah bersiap di pintu bagian depan, saat itulah Anton memberi kode untuk memulai serangan serentak dari semua sisi.


Brakk!!


Betapa terkejutnya Anton dan semua agennya ketika berhasil masuk ke dalam bangunan kosong itu. Seperti namanya, bangunan kosong. Benar - benar tidak ada siapapun di dalam sana.


" Cepat cari ke semua ruangan! " perintah Anton.


Tanpa menjawab, semua agennya segera menyebar dan mencari di berbagai sudut bangunan.


Dan,


" Tuan! " teriak Andra.


Seketika Anton dan agen lainnya segera menghampiri asal suara.


" Ada apa? " tanya Anton setelah dampai di tempat Andra.


Andra menjawab dengan cara mengalihkan pandangannya pada sesuatu. Nampaknya seorang manusia yang sedang tertutup dengan sebuah kain terpal berwarna biru tua.


Anton dan agen lainnya dalam mode waspada Anton memberi kode Andra untuk menemaninya mendekati orang itu. Sedangkan agen yang lainnya bersiap dengan senjata mereka masing - masing.


Saat jaraknya sudah cukup dekat, Andra dan Anton segera menarik kain terpal penutup yang menutupi orang itu.


Terlihat seorang wanita muda sedang terikat. Tangan dan kakinya diikat oleh tali plastik dalam keadaan sangat erat, hingga beberapa bagian kulitnya mengalami luka. Mata dan mulutnya juga dalam tertutup oleh kain berwarna hitam. Berada dalam kungkungan kain terpal membuat wanita muda itu bermandikan keringat.


Dengan cepat Andra melepas ikatan pada kaki dan tangan wanira muda itu dengan pisau lipat yang Ia ambil dari sisi sepatu bootsnya.


Jessie membantu melepas ikatan pada mata dan mulut wanita muda itu. Sedangkan Anton meminta agen lainnya untuk menyisir ulang lokasi dan daerah di sekitar lokasi.


Wanita muda itu menangis tersedu - sedu dan terlihat sangat shock.


Seharusnya mereka tetap waspada, bisa saja ini semua adalah jebakan. Namun sisi kemanusiaan tetap berkata lain. Jessie dengan spontan memeluk wanita muda itu, berusaha menenangkannya.


Setelah dirasa cukup tenang, Jessie melepas pelukannya. Anton mendekat dan berniat untuk memulai interogasi terhadap wanita muda itu.


" Siapa namamu? Dan kenapa kau bisa berada di sini? " tanya Anton.


Wanita muda yang sudah mulai tenang itu mengangkat jari telunjuknya. Ia mengarahkan jari telunjuknya ke arah mulutnya, memberi tanda agar yang lain tidak bersuara.


Anton, Jessie, dan Andra saling menatap kebingungan. Kenapa wanita muda ini melarang mereka bersuara?


Wanita muda itu kemudian memberi petunjuk dengan jari - jarinya.


Aku bisu. Aku berbicara dengan bahasa isyarat seperti ini. Mereka memasang sesuatu di tubuhku. Jadi sebaiknya kalian jangan bersuara.


Anton, Andra, dan Jessie tertegun dengan apa yang disampaikan oleh wanita muda itu. Menjadi agen mengharuskan mereka mengetahui berbagai macan bahasa isyarat, termasuk isyarat menggunakan gerakan tangan seperti yang baru saja dilakjkan oleh wanita muda itu.


Siapa namamu?


Akhirnya Anton memulai percakapan dengan wanita muda itu dengan menggunakan bahasa isyarat.


Aku Rania.


Bisakah wanita itu membantuku mencari benda asing itu? Mereka memasangnya di punggungku dan juga di dekat area perutku.


Anton memberi kode kepada Jessie untuk membantu Rania mencari alat itu di sekitar area tubuh yang dimaksud Rania tadi. Jessie segera membalas dengan anggukan. Ia kemudian membantu Rania bangkit dan menuntunnya ke arah sebuah ruangan lain yang berada dekat dari tempat itu.


Beberapa saat kemudian, Jessie dan Rania kembali dengan membawa dua buah alat kecil berwarna hitam dengan seutas kabel.


Jessie menyerahkan alat itu kepada Anton. Anton memperhatikan alat itu, nampaknya seperti sebuah pelacak dan juga alat rekam suara.


Aku tau siapa yang kalian cari.


Rania tiba - tiba menyampaikan hal itu.


Bagaimana kau bisa tau?


Tanya Anton.


Karena aku mengenal mereka berdua. Mereka berdua adalah orang yang sangat baik.


Jawab Rania.


馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍