Me And My Cold Hearted Boss

Me And My Cold Hearted Boss
Part 63. Seru Juga



Selamat Membaca ~


Andra dan Jessie bersiap - siap untuk pekerjaan mereka malam ini. Andra berpura - pura sebagai salah satu pengunjung club malam, sedangkan Jessie akan berpura - pura sebagai wanita penghibur yang akan melayani Andra.


Andra mengenakan berwarna kombinasi navi dan hitam, dan merapikan rambutnya. Ia membuat tampilannya sedewasa mungkin agar dijinkan masuk ke dalam club malam. Tak lupa Ia memasang microfon dan kamera berukuran sangat kecil pada krah bajunya.


Di sisi lain, Sandra dan Aiko juga bersiap. Dua mata - mata andalan Anton itu menggunakan mini dress berwarna merah dan hitam yang sangat mencolok. Khusus untuk menarik perhatian Jason dan Lionell malam ini. Mereka menyiapkan microfon dan juga kamera berukuran mikro di bagian tertentu pada pakaiannya.


Waktu menunjukkan pukul 20.00. Andra turun dari mobil sport yang disiapkan untuknya. Dengan casual Ia berjalan ke arah pintu masuk club dan lolos dari pemeriksaan security.


Ia duduk di sebuah kursi yang berada tidak jauh dari meja bar. Ia memesan segelas minuman yang tidak memiliki kadar alkohol sedikitpun.


Jessie sendiri sudah bersiap di ujung meja bar. Tak kalah dengan Sandra dan Aiko, Ia mengenakan mini dress berwarna ungu tua. Rambutnya yang bergelombang digerai hingga menutupi punggungnya yang menggunakan mini dress tipe back less.


Sementara itu, Anton dan beberapa anak buahnya stand by di dalam sebuah mobil berwarna hitam yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi. Mereka telah siap di dalam mobil dengan peralatan canggih untuk memantau pergerakan agen - agen mereka yang sedang bertugas di dalam club.


🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️


Sekitar 15 menit kemudian, Jason dan Tommy terlihat memasuki club malam itu. Disusul dengan Thomas, Derry, Simon, dan Lionell.


Anton memberi tahu agen - agennya untuk bersiap - siap memulai aksinya.


Melihat Jason yang masih berdiri di dekat lintu masuk, Jessie sengaja lewat di depannya dan menyingkap rambutnya sehingga kulit punggungnya terlihat dengan sempurna.


Andra menyusul Jessie dan berpura - pura akan menggoda Jessie. Mereka kemudian berpura - pura asik di di sebuah sofa yang ada di ujung ruangan.


" Seru juga berpura - pura begini sambil memata - matai orang. " ucap Jessie.


Dengan cepat Andra membekap mulut Jessie dengan tangannya. Ia khawatir Tommy mendengar apa yang Jessie ucapkan.


Tommy hanya memperhatikan kedua orang itu sekilas. Hanya sepasag laki - laki dan wanita yang sedang "ingin". Batinnya.


Setelah berbincang sebentar, enam pria dewasa itu berjalan menuju lorong yang terhubung ke ruang VVIP. Tempat yang sudah menjadi langganan mereka menghabiskan waktu.


Tampak Sandra dan Aiko memulai aksinya. Mereka mendekati enam pria dewasa itu dan memulai physical contact yang membuat laki - laki dewasa itu menjadi sangat tergoda.


Seperti dugaan Anton dan Andreas, Lionell dan Thomas langsung tertarik dan menarik dua agen itu bersama mereka.


Andra dan Jessie sempat berkontak mata dengan Sandra dan Aiko. Memberi sinyal mereka akan mengawasi situasi untuk mereka.


Sandra dan Aiko memulai aksinya.


🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️


Di dalam ruangan VVIP ~


Seorang pramusaji yang merupakan salah satu agen yang sedang menyamar mengantarkan minuman beralkohol ke dalam ruangan.


Ia menyusun botol - botol minuman beralkohol dan beberapa gelas berukuran kecil khas untuk minuman beralkohol. Tidak lupa Ia menyajikan makanan pendamping sehingga meja itu kini penuh dengan makanan dan minuman beralkohol.


setelah menyelesaikan pekerjaannya, Ia memasang sebuah pengharum ruangan di sebuah rak hias ruangan.


" Apa yang kau lakukan? " tanya Tommy yang nampaknya curiga.


Pramusaji itu berbalik dan menjawab dengan tenang, “ Saya memasang pengharum ruangan Tuan, sebagai servis tambahan untuk tamu VVIP.”


Tommy mengernyit, sejak kapan ada servis tambahan berupa pewangi ruangan. Ia mendekat ke arah pramusaji itu.


Sandra dan Aiko bersikap waspada walau mereka sedang melayani Lionell dan Thomas yang ssedang sibuk berusaha menjamah tubuh mereka.


“ Sudahlah Tommy, biarkan saja Ia memasang pengharum ruangan itu. “ ucap Jason.


“ Hitung – hitung agar ruangan ini tidak terlalu bau asap rokok dan juga minuman. “ lanjutnya.


Akhirnya Tommy menghentikan langkahnya dan kembali duduk di kursi.


Pramusaji itu memasang pengharum yang telah dipasang kamera mikro pada bagian pengharum itu.


Ia merapikan, memastikan angle yang direkam sudah pas. Kemudian Ia berpura – pura merapikan hiasan lain yang berada pada rak hias.


“Jika ada pesanan lainnya, bisa pencet tombol di bawah meja. “ ucapnya.


Pramusaji itu kemudian pamit undur diri.


“ Sebentar! “ ucap Lionell. “ Kemari kau. “


“ Apa ada tambahan lagi Tuan? “ tanyanya.


“ Kemarilah! Ini tips untukmu. “ ucap Lionell seraya meletakkan beberapa lembar uang di atas meja.


Tidak ingin diurigai, pramusaji itu berpura – pura sumringah dan menghampiri meja. Ia mengambil uang yang diletakkan Lionell dan memasukkannya ke dalam saku kemejanya.


“ Terima kasih Tuan. “ ucapnya.


“ Ya ya ya. Kau bisa pergi. “ ucap Lionell.


Pramusaji itu kemudian keluar dari ruangan VVIP itu. Ia mengeluarkan lembaran uang yang Ia ambil.


Hmm, tiga ratus ribu rupiah. “ Tuan Anton, aku mendapat tips tiga ratus ribu rupiah. Jangan iri ya. “ godanya melalui earphone yang terpasang di telinganya.


“ Bocah kurang ajar. “ ucap Anton di seberang sana membuat si pramusaji terkekeh.


Kembali ke dalam ruangan VVIP, lima orang laki - laki dewasa terlihat sedang bersenang - senang. Tentu Tommy tidak dihitung karena sebetulnya Ia tidak tertarik untuk membuang - buang waktu dengan cara minum minuman beralkohol dan juga bermain wanita seperti ini. Ia hanya sedang menjadi saksi pendengar dari kesepakatan - kesepakatan yang akan dibuat malam itu.


“ Jadi bagaimana Tuan Simon? Apakah semua terkendali? “ Tanya Jason.


“ Ya, tentu saja. Semua pendemo sudah kami bungkam dengan ancaman penjara. “ jawab Simon yang merupakan kepala kepolisian Kota A.


“ Bagus bagus.” Ucap Jason.


“ Tidak sia - sia kita berteman dalam kurun waktu yang sangat lama. “ lanjutnya.


“ Ah ya, Tuan Lionell terima kasih untuk kerja keras Anda dalam pembukaan lahan. Saya akan memberi hadiah yang pantas untuk Anda. “ ucap Jason lagi.


“ Bagaimana dengan saya? “ Tanya Simon.


“ Oh, tenang saja. Saya akan memberi hadiah yang pantas juga untuk Anda. “ jawab Jason sambal tertawa lebar.


Kemudian terdengar suara tawa riuh dalam ruangan VVIP itu.


Sandra berusaha memperbaiki anting yang Ia kenakan. Ya, salah satu antingnya terekam microfon yang sudah terhubung dengan Anton. Dan anting lainnya terpasang kamera mikro seperti yang terpasang pada pengharum ruangan.


Aiko dengan tenang menahan tangan Thomas yang sudah menjamah bagian - bagian tubuhnya Ia harus waspada, jangan sampai pisau lipat yang Ia sembunyikan di bawah heelsnya ketahuan.


“ Oh ya, Tuan Lionell. Jangan lupa permudah juga urusan perijinan pendirian industri bahan kimia milikku. Bangunan akan siap dalam waktu satu bulan. Dan aku akan mulai menyuplai bahan baku. “ ucap Jason.


“ Tenang saja Tuan. Semua bisa diatur. Hanya saja… “ sahut Lionell menggantung.


“ Hanya saja? “ tanya Jason.


“ Mungkin aku akan mengalami sedikit kesulitan akibat ulah wakil walikota. Ia sangat sulit untuk diajak bekerja sama dalam hal seperti ini. Terlalu lurus. “ timpal Lionell.


Jason menganggukkan kepalanya. “ Tidak bisa kita sogok dia juga? “ tanyanya.


“ Dia terlalu lurus. Terlalu taat peraturan. Semua yang aku lakukan ini sembunyi - sembunyi darinya. Aku meminta bantuan pihak lain lagi. “ jawab Lionell.


" Maka kita harus menyelesaikannya dwngan cara kita. " ucap Jason dengan senyum menyeringai.


" Thomas, kau tau apa yang harus kau lakukan. " ucap Jason.


Thomas yang sedang asik mencium ceruk leher Aiko kemudian menghentikan aktivitasnya saat namanya dipanggil.


" Tentu saja. " ucapnya dengan wajah menyeringai.


🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️


Bagi penampakan lagi aah



...Tampilan Andra di club malam ini. Ia menghilangkan kesan anak sekolah pada tampilannya, tapi mukanya masih unyuu...


🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️🔹️🔸️


Yuk yuk yuk, dukung penulis supaya penulis semakin bersemangat buat up dan up. Jangan lupa beri rate, vote, like, dan komentar yaaah


mau kasih hadiah juga boleh banget loooh