
Hari ini setelah makan pagi, Nia ijin kepada Rendra untuk berangkat kerja secara terpisah. Seperti kesepakatan mereka kemarin, Nia ingin hubungan mereka masih dirahasiakan. Dan Rendra hanya pasrah menyetujuinya. Sebetulnya Ia sangat ingin bisa bersama Nia.
Andreas dan Rendra tiba di ruangan Rendra tepat pukul 08.00. Setelah morning meetin**g, yang merupakan pertemuan rutin setiap pagi untuk menyampaikan laporan dari divisi - dicisi tertentu, Rendra dan Andreas terlibat dalam percakapan yang sangat serius.
" Sudah kau dapat? " tanya Rendra.
" Sudah Tuan. " jawab Andreas.
Kemudian Ia menyodorkan sebuah jilidan laporan yang terdiri dari beberapa lembar kertas.
" Mobil jeep berwarna hitam itu tidak menggunakan plat mobil asli. Platnya palsu. Kami sedang menyelidiki lebih lanjut siapa pemilik asli dari mobil jeep berwarna hitam itu. " jelas Andreas.
" Sopirnya? " tanya Rendra.
" Anton dan anak buahnya berhasil menangkap mereka. Ada dua orang dalam mobil jeep hitam itu. " jawab Andreas.
" Tapi ternyata mereka hanya menerima intruksi dari telepon. Mereka tidak bertemu langsung dengan orang yang memerintah mereka. " lanjut Andreas.
" Mereka hanya menerima intruksi, setelah uang masuk ke rekening mereka, mereka pun beraksi. " lanjut Andreas.
" Mereka diminta datang ke titik dekat pelabuhan dan jeep hitam itu sudah tersedia di sana. Mereka diminta untuk menggunakan mobil itu. " lanjutnya lagi.
" Nomor teleponnya bagaimana? " tanya Rendra lagi.
" Nomor telepon itu adalah nomor telepon umum yang ada di pinggiran kota, Tuan. Siapa saja bisa menggunakan telepon umum di sana. " jawab Andreas.
" Tidak ada cctv di daerah sana karena telepon umum itu berada di sebuah pinggiran kota. " lanjut Andreas.
Rendra menggebrak meja dengan marah. " Sial! "
" Mereka benar - benar merencanakannya dengan apik! " gerutu Rendra.
" Betul Tuan, bahkan mereka juga bisa menggunakan sindikat - sindikat preman tertentu. Bisa dipastikan juga sindikat yang mereka gunakan adalah komplotan tertentu. " ucap Andreas.
" Apa maksudmu? " tanya Rendra.
" Maksud saya, sepertinya preman - prenan ini diperintah oleh orang yang memiliki pengaruh sangat besar. Sebuah kelompok yang bisa menjamin juga eksistensi mereka sehingga mereka sangat patuh kepada kelompok tersebut. " jawab Andreas.
Rendra menganggukkan kepalanya. Rumit.
" Jika semisal kejadian kemarin ada kaitannya juga denga walikota dan juga kepala kepolisian, musuh kita sangat berat Andreas. " ucap Rendra.
" Betul Tuan. " jawab Andreas.
" Walikota sudah memegang kekuasaan di sini secara turun - temurun. Kakek, paman, dan ayahnya pernah menjabat menjadi walikota sebelum dia. Sudah jelas pengaruh mereka menjadi sangat tidak terukur. " ucap Rendra.
Andreas terdiam, menyimak apa yang diucapkan Rendra.
" Tidak berbeda jauh dengan kepala kepolisian. Ia juga memiliki garis keluarga dengan walikota. Dia adalah sepupu jauh dari walikota. " lanjut Rendra.
" Bagaimana Anda bisa tahu? " tanya Andreas.
Rendra melirik ke arah Andreas. " Isi kepala dan jariku masih berfungsi dengan baik Andreas. "
Andreas terdiam. Ternyata selain hanya memerintah, Rendea pun berushaa mencari tahu sendiri. Sepupuku ini memang orang dengan kemauan yang sangat tinggi. Batinnya.
" Begitu saja laporanmu? " tanya Rendra.
Cih, dia mulai lagi. Ucap Andreas dalam hati.
" Tidak, Tuan. " jawab Andreas.
" Penjambret Nona Karunia sebelumnya berasal dari sindikat preman yang sama. " lanjut Andreas.
" Perbedaannya, jika kali ini preman pelaku penyerangan mendapat perintah langsung melalui telepon, penjambretan itu mendapat perintah dari pimpinan preman mereka. " lanjut Andreas lagi.
" Apa kau tidak bisa memaksa pimpinan preman itu untuk mengaku? " tanya Rendra.
" Pimpinan preman itu mengaku mendapat perintah melalui telepon. Tapi ada yang mencurigakan. " ucap Rendra hati - hati.
" Apa? " tanya Rendra.
" Setelah kejadian penjambretan itu, Anton memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti pimpinan preman itu selama beberapa hari. " jawab Andreas.
Tidak sabaran sekali dia ini. Kalau sudah menyangkut kekasihnya, menjadi seperti ini. Keluh Andreas dalam hati.
" Pimpinan preman itu menemui seseorang di dalam sebuah bar. " jawab Andreas.
" Anak buah Anton tidak dapat memeriksa lebih lanjut karena pimpinan preman itu masuk ke dalam lorong yang dijaga ketat oleh preman - preman. Sebatas itu saja Tuan. " lanjut Andreas.
" Lalu? " tanya Rendra lagi.
Apa lagi. Batin Andreas.
" Anak buah Anton masih mengikuti pimpinan preman itu, " jawab Andreas.
Rendra terdiam sejenak.
" Terus awasi, ambil celah dan kumpulkan banyak bahan bukti. " ucap Rendra.
" Baik. " jawab Andreas.
Rendra mengangguk. Kemudian Ia meraih sebuah map berisi kertas - kertas laporan.
" Satu lagi, Tuan. " ucap Andreas.
Rendra mengalihkan pandangannya ke arah Andreas.
" Saya mendapat laporan bahwa tanah di sekitar aset Anda, di daerah O akan digusur. " ucap Andreas.
" Bukankah daerah O itu adalah daerah yang dipertahankan kelestariannya? " tanya Rendra.
" Betul Tuan. " jawab Andreas.
" Lalu? " tanya Rendra. " Kaitan dengan kita? "
" Kabarnya akan dibangun industri bahan kimia di situ. " jawab Andreas.
" Lalu? " tanya Rendra, " Aku yakin warga akan protes dan walikota akan menurut. " ucap Rendra sambil membuka map.
" Aset anda akan terdampak limbah industri. " ucap Andreas.
Rendra terdiam. Ia berusaha mencerna dan memetakan asetnya yang ada di daerah O. Apakah akan terdampak atau tidak.
" Ayah anda dulunya adalah termasuk pejuang menjaga kelestarian di sana. Dan sudah menjadi seperti kebiasaan Beliau untuk selalu mendukung warga daerah O untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan. " Andreas berusaha menjelaskan.
Rendra masih terdiam. Ia tidak suka ikut campur urusan seperti ini. Selama perusahaan aman, dia tidak akan ikut campur. Aset yang ada di daerah O saat ini hanyalah berupa tanah lapang yanh ditumbuhi beberapa pohon saja.
Tapi, kalau Ia tidak ikut menghalangi, asetnya akan terancam. Suatu ketika Ia ingin membangun sesuatu di situ akan menjadi hambatan besar untuk usahanya nanti. Rendra masih berpikir keras.
" Bagaimana dengan walikota? " tanya Rendra.
" Walikota nampaknya setuju - setuju saja dengan penggusuran itu. " jawab Andreas.
" Kenapa begitu? Bukankah lahan pelestarian juga aset daerah? " tanya Rendra.
" Kabar angin menyebutkan bahwa ada kerja sama tersembunyi dalam penggusuran ini. Walikota menyebutkan bahwa akan dibangun taman wisata baru. " jawab Andreas.
" Lalu kabar akan dibangun industri bahan kimia? " tanya Rendra bingung.
" Sumber saya yang lain menyebutkan bahwa itu hanya alibi saja. Sebetulnya akan dibangun kawasan industri yang berfokus pada bahan kimia sebagai komoditi utamanya. " jelas Andreas.
" Berarti, ada kerja sama gelap antara walikota dengan pihak tertentu. " ucap Rendra setengah bergumam.
" Kau cari tahu lebih detail lagi Andreas. Kabarkan padaku secepatnya setelah kau dapat kabar jelas. " ucal Rendra.
Andreas mengangguk. " Baik Tuan. "
" Lalu bagaimana kabar hotel dan resort kita yang di Lombok dan Bali? " Rendra kembali fokus pada berkas laporan yang Ia pegang.
" Baik Tuan, akan segera saya jelaskan. " ucap Andreas.
Kemudian Andreas berjalan menghampiri Rendra dan mulai menyampaikan laporan dari hotel dan resort milik keluarga Hartawan.