
Selamat Membaca ~
Sarah mengirim foti melalui aplikasi pesan singkat ke Nia. Sebuah foto tangannya sedang memegang buku kokik faviritnya.
Nia merasa sangat senang. Ia segera membalas pesan singkat dari Sarah dan berniat melanjutkan pekerjaannya.
Nia melanjutkan pekerjaannya setelah membalas pesan Sarah. Ia merasa senang akhirnya komik favoritnya mengeluarkan seri baru. Akhir - akhir ini Ia sangat sibuk di The Orchida sehingga Ia tidak dapat mengikuti perkembangan seri komik favoritnya. Beruntung Sarah pergi ke toko buku dan mendapatkan seri terbaru komik favoritnya.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Sarah sudah bersiap - siap untuk pergi meninggalkan ruangan kerjanya. Sebetulnya, jam pulang di kantor Sarah adalah pukul 4 sore. Tapi, Sarah menggunakan Nia sebagai alasan agar Ia bisa pulang lebih awal, dan ayahnya pun mengijinkannya.
Sarah berjalan santai menuju basement tempat mobilnya diparkirkan. Setelah masuk ke dalam mobil, Ia memeriksa dan memastikan bahwa komik yang Ia beli untuk Nia tidak tertinggal di kantornya.
Kemudian Ia pun melajukan mobilnya menuju The Orchida yang berjarak sekitar 20 menit dari kantornya. Ia sengaja berangkat lebih awal karena Ia ingin membeli cemilan terlebih dahuku untuk Ia, Nia, dan Raya.
Saat Ia sedang mengendarai di jalur lambat, tiba - tiba sebuah mobil jeep berwarna putih mendahuluinya dari arah kanan kemudian berhenti mendadak di depannya.
Sarah refleks menginjak rem dalam - dalam. Mobilnya berhenti mendadak dan Ia hampir saja terpental. Beruntung Ia selalu mengenakan sabuk pengaman setiap berkendara.
Emosi Sarah langsung memuncak. Ia membuka pintu mobilnya kasar dan turun. Ia berniat untuk melabrak si pengendara jeep berwarna hitam ini.
Ia sangat terkejut ketika Ia mengetahui bahwa si pengendara adalah laki - laki yamg bertemu dengannya di toko buku tadi pagi. Kevin.
" Bukankah Kau? " tanya Sarah seraya menunjuk ke arah Kevin.
" Tsuraya? " sahut Kevin.
" Maafkan aku, speertinya mobilku ada masalah. Tiba - tiba mobil ini oleng dan hilang kendali. " ucap Kevin.
Kevin kemudian turun dari mobilnya dan memeriksa keadaan mobilnya.
" Ah, pantas saja. Bannya kempes. " ucapnya seraya berjongkok di dekat ban mobilnya.
" Kempes? Bocor? " tanya Sarah.
" Iya, dan bukan hanya satu. Tapi 2. " sahut Kevin.
" Aku sangat sial hari ini. " gerutu Kevin.
Sarah membatin, bagaimana ini. Aku sudah harus menjemput Nia, tapi aku tidak mungkin meninggalkannya di sini sendiri. Sedangkan aku juga tidak tahu bagaimana caranya mengganti ban dan dalam keadaan seperti ini.
" Bisakah Kau memberiku tumpangan? Ada bengkel sekitar 2 km lagi. " tanya Kevin dengan wajah memelas.
Tidak ada salahnya aku membantunya. Toh, pasti hanya sebentar. Batin Sarah.
" Baiklah, ayo. " ajak Sarah.
" Terima kasih, " jawab Kevin.
Kevin kemudian memastikan mobilnya dalam keadaan aman dan terkunci. Ia mengambil barang yang harus Ia bawa dari dalam mobilnya dan membawanya menuju mobil Sarah.
Sarah berjalan menuju kursi kemudi namun ditahan oleh Kevin.
" Bagaimana mungkin aku membiarkan seorang wanita yang mengendarai, sedangkan aku yang laki - laki justru duduk di kursi penumpang. " ucap Kevin.
" Sini, aku saja yang mengendarai. " ucap Kevin.
Setelah memastikan Sarah duduk di kursi penumpang, tiba - tiba ekspresi pada wajah Kevin berubah. Ia tersenyum menyeringai seperti ada maksud tersembunyi.
Sambil bersiul, Ia berjalan menuju kursi pengemudi mobil Sarah.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Mobil Sarah melaju dengan kecepatan pelan. Sarah masih duduk dengan tenang sambil memainkan ponselnya.
Setelah mobil melaju sekitar 15 menit, Sarah mulai curiga. Kenapa tidak segera sampai di tujuan? Batinnya.
" Apa kau yakin arah bengkelnya ke sini? " tanya Sarah.
" Aku sedikit lupa. Tapi sepertinya memang ke sini. " jawab Kevin seraya masih sibuk menoleh ke kanan dan kiri.
" Kurasa tidak ada bengkel dekat sini. " ucap Sarah.
" Tidak, aku yakin ada di sekitar sini. " sahut Kevin.
Sarah terdiam. Ia benar - benar yakin tidak ada bengkel dekat sini. Mobilnya melaju berputar - putar dan semakin menjauh dari jalan utama.
" Kenapa kita kemari dan hanya berputar - putar? " tanya Sarah.
" Sebentar. Aku akan mencari orang yang bisa ditanya. " jawab Kevin sedikit ketus.
Kenapa dia jadi ketus? Apa karena aku terus bertanya? Batin Sarah.
Sarah mulai merasa curiga. Ia mengaktifkan ponselnya, diam - diam Ia mengirimkan status lokasi terkini ke Andreas tanpa keterangan. Kemudian Ia menyempatkan menghapus apa yang baru Ia kirim ke Andreas setelah memastikan lokasi terkini itu telah terkirim ke Andreas.
" Aku akan coba telpon temanku. Siapa tau dia bisa membantu kita. " Sarah menawarkan pertolongan.
" Tidak perlu. Akan ada orang di sekitar sini yang akan bisa kita minta pertolongan. " sahut Kevin.
Kenapa dia kekeuh sekali. Aku jadi semakin curiga padanya. Batin Sarah.
Sarah tidak mengindahkan ucapan Kevin. Ia pun tetap mencoba mencari bantuan dari ponselnya. Ia menelepon Nia, mungkin saja ada staffnya yang bisa memberi bantuan. Batinnya.
" Halo.. Nia? " ucap Sarah.
Kevin terlihat panik dan segera merebut ponsel Sarah dan membuangnya sembarangan ke arha kursi penumpang.
" Hei! Apa yang kau lakukan?! " seru Sarah.
" Sudah kubilang! Tidak usah mencari bantuan! " bentak Kevin.
Sarah terkejut. Ia tidak pernah dibentak sekalipun bahkan oleh orang tuanya.
" Apa maksudmu?! " seru Sarah lagi.
" Apa niatmu sebenarnya hah?! Kau pasti bukan orang baik - baik! " serang Sarah.
Kevin menarik rambut Sarah kemudian mendorong kepala Sarah ke arah jendela mobil. Sarah pun pingsan seketika.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍