
Selamat Membaca ~
Nia sesenggukan memeluk Sarah yang masih tidak sadarkan diri. Ia melihat ada beberapa lebam pada sisi wajah Sarah.
Ia mengusap pelan ujung bubir Sarah yang mengeluarkan darah dengan ujung sweaternya. Kemudian Ia memeluk Sarah lagi.
Terdengar samar seperti suara air yang kencang, ruangan ini beralaskan papan kayu. Terasa bergoyang seperti sedang gempa. Ada aroma khas air laut yang samar tercium oleh Nia.
Apakah aku sedang ada di tengah laut? Gumam Nia.
Kepalanya terasa berdenyut. Perutnya terasa seperti dikocok - kocok.
Ia menyandarkan tubuh Sarah perlahan ke dinding dan segera berlari ke arah washtafel yang ada di ruangan itu.
Ia memuntahkan semua sisa - sisa isi perutnya. Sepertinya pengaruh obat anti mualnya sudah habis.
" Nia... Nia... " panggil Sarah.
Tubuh Sarah yang lemah berusaha menggapai Nia yang masih terus muntah - muntah di washtafel.
" Nia... " panggil Sarah seraya menepuk - nepuk punggung Nia.
Nia menoleh ke arah belakang, dilihatnya Sarah sudah sadar dan sedang berdiri di belakangnya.
Ia segera memeluk Sarah. Mereka saling berpelukan dan menangis bersama.
" Nia... Ini di mana? " tanya Sarah dengan nada bergetar.
" Aku tidak tahu kita sedang di mana. Tapi rasanya seperti sedang di atad kapal. " jawab Nia.
" Aku akan memeriksa keadaan dulu. " ucap Nia.
Kemudian Nia berjalan menuju sebuah jendela kayu yang tertutup rapat. Ia berusaha keras membukanya. Kunciamnya yang berbentuk slot sedikit berkarat sehingga Ia kesulitan untuk membukanya.
Setelah berhasil membuka jendela kayu itu, Nia dan Sarah terkejut dengan pemandangan yang ada di depan matanya.
Mereka saat ini berada di tengah - tengah lautan! Dan saat ini mereka sedanh beradandi daa sebuah kapal.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Flashback On ~
Nia berdiri menunggu di atas trotoar. Orang itu meminta Nia untuk menunggu di situ. Dan Ia hanya bisa mematuhi tanpa protes demi keselamatan Sarah.
Setelah menujnggu sekitar 10 menit. Sebuah mobil besar berwarna hitam datang. Pintunya terbuka dan seseorang keluar dari dalam.
Ia mengenakan masker berwarna hitam dan topi berwarna hitam. Membuat wajahnya tidak dapat terlihat dengan baik.
" Cepat masuk! " perintsh orang itu.
Nia masuk ke dalam mobil dengan patuh. Orang itu pun kemudian masuk setelah memastikan keadaan sekitar aman.
Suasana hening membuat suasana terasa mencekam di dalam mobil. Baik Nia, sopir, ataupun orang itu sama - sama hanya terdiam.
" Di mana temanku? " Nia memberanikan diri untuk bertanya.
" Diam! " bentak orang itu, membuat Nia terkejut.
" Aku sudah menuruti perintahmu dan membawakan permintaanmu. Sekarang lepaskan aku dan temanku. " ucap Nia tegas.
Orang itu menarik rambut Nia hingga kepala Nia tertarik ke belakang.
" Melepaskanmu atau tidak, itu urusan nanti. Sekarang diam saja, tidak usah banyak bicara! " hardik orang itu.
Nia mematuhi perintah orang itu. Saat ini hanya keselamatan pasien yang harus menjadi prioritas.
Tiba - tiba ponsel Nia bergetar, ada panggilan masuk dari Rendra.
Orang itu segera merebut ponsel Nia dan melemparkannya keluar jendela.
" Hei! Itu ponselku! " seru Nia.
Lagi - lagi, Nia diam. Ia harus menjaga sikap agar dia dan Sarah selamat.
Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam. Jalanan yang gelap dan tidak dikenali, membuat semakin Nia begidik.
" Kau mau bawa aku ke mana? " tanya Nia.
" Diam saja. Kau akan tau nanti! " ketus orang itu.
Nia diam. Dia mencoba mengingat - ingat arah tadi perjalanannya.
Sepertinya ini mengarah ke Kota I. Apa dia akan membawaku ke pelabuhan? Mengingat Kota I adalah Kota yang terkenal sebagai kota kelautan dengan pelabuhan besarnya. Batin Nia.
Orang itu tiba - tiba membekap Nia dengan sebuah sapu tangan. Nia berontak, tangannya berusaha memukul - mukul dan mencakar orang itu. Namun, Ia kalah kuat dan akhirnya semua pun menjadi gelap.
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Sementara itu, di sebuah ruangan kosong di dalam area pelabuhan besar di Kota I ~
Jason sudah menunggu dengan tidak sabar. Ia merasa sangat excited, seperti akan mendapat sebuah hadiah lotre besar.
Tommy juga ada bersamanya, tapi Ia tidak tahu mengapa mereka sedang ada di sini saat ini. Jason tidak mengatakan apapun, Ia hanya meminta Tommy untuk pergi bersamanya malam ini.
Sebuah SUV berwarna hitam datang. Seseorang keluar dari dalam mobil, Ia adalah Kevin.
Kevin membawa seorang wanita yang tidak sadarkan diri. Tangannya terikat. Mata dan mulutnya pun ditutup dengan sebuah ikatan kain berwarna hitam.
" Bagus kerjamu. Bawa dia masuk! " perintah Jason.
Siapa lagi yang dia bawa kali ini? Tidak mungkin itu adalah wanita untuk memuaskan nafsunya karena diikat seperti itu. Batin Tommy.
Tommy terus mengawasi wanita yang dibawa oleh Kevin. Apakah dia masih hidup? Ada beberapa luka di wajahnya. Tommy mengawasi wanita itu dengan teliti.
" Tahan hasratmu, Tommy. Nanti kau bisa menikmatinya jika urusan sudah selesai. " ucap Jason yang nampaknya mengawasi gerakan mata Tommy.
Tommy tidak menjawab, Ia menundukkan kepalanya. Ia membiarkan Jason salah paham akan arti tatapannya.
Kevin meletakkan wanita itu di sebuah kursi rotan yang sudah usang. Rambut wanita itu tergerai ke bawah, wajahnya dengan kulit putih terdapat beberapa bekas tamparan dan darah yang sudah kering.
Gila sekali Kevin! Thomas dulu hanya akan memukul dan bermain kasar ke laki - laki. Sekalipun dia mafia *#**, Ia hanya akan menikmati tubuh wanita tanpa menyakiti mereka. Tapi tidak dengan Kevin, Ia bahkan bermain fisik dengan seorang wanita sampai wanita itu penuh luka dan tidak sadarkan diri. Batin Tommy, Ia menatap wanita itu dengan iba.
" Sudah kau pastikan identitasnya? " tanya Jason.
" Sudah, Tuan. Dia mengatakan bahwa namanya adalah Tsurayya. " jawab Kevin.
" Bagus, Tsurayya adalah Raya. Kau menangkap umpan yang benar. " sahut Jason.
Kevin tersenyum puas.
Tommy memeriksa lagi. Sekilas memang telrihat seperti Tsurayya. Tapi Ia sangat yakin itu bukan Tsurayya. Wanita itu buka Tsurayya. Batin Tommy.
Raya dan Sarah memang memiliki model rambut dan tubuh yang sama. Keduanya berambut panjang, bergelombang, dan berwarna cokelat tua. Keduanya bahkan memiliki ukuran tubuh yang sama dan tone kulit yang sama. Jika orang tidak mengenali mereka dari dekat, pasti akan sering tertukar.
Tommy sangat yakin, wanita itu buka Tsurayya. Namun Ia memilih untuk diam. Ia ingin mengamati, apa sebetulnya yang akan terjadi sebentar lagi.
Beberapa menit kemudian, sebuah SUV lain datang. Seorang laki - laki bertubuh kekar keluar dari mobil itu. Ia kemudian mengangkat tubuh seoranh wanita yang juga sedang tidak sadarkan diri.
Wajahnya tertutup rambut, membuat Tommy tidak bisa mengebali secara langsung.
Jason menyeringai melihat siapa yang baru saja datang. Ia beranjak dari kursinya dan mendekati laki - laki kekar itu.
Ia menepikan rambut yang menutupi wajah wanira itu. Sekarang, wajah wanita itu terlihat sangat jelas.
Tommy sangat terkejut dengan apa yang Ia lihat. Karunia?!
馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍馃敼锔忦煍革笍
Halo readers, maaf yah. Bukan telat up nih, tapi review episode sebelumnya telat banget. Lebih dari 10 jam baru acc review, semoga yang ini ngga lama2 banget yah direviewnyaaa
yuk, jangan lupa jempolnya demi kemaslahatan bersama 馃き